Regional

Main Agenda: Viral Pasien Perempuan di RSUD Martapura Dilecehkan Oknum Nakes, Polisi Turun Tangan

Foto : Sandra Thomas - nusantaranews1.com

Viral Pasien Perempuan Dilecehkan Oknum Nakes RSUD Martapura, Polisi Turun Tangan

Nusantaranews1.com – Kejadian pelecehan seksual terhadap pasien perempuan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatra Selatan (Sumsel), kembali menjadi trending topic di media sosial. Main Agenda melaporkan bahwa peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB, di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Martapura. Informasi terungkap setelah keluarga korban, yang tidak ingin disebutkan nama lengkapnya, membagikan video pengakuan korban di platform daring.

Detil Peristiwa dan Kondisi Korban

Korban, seorang perempuan berinisial KU, dalam kondisi lemah akibat mengalami kejang dan sedang menjalani perawatan intensif. Dalam video yang viral, terlihat korban mengungkapkan bahwa dirinya dilecehkan oleh oknum tenaga kesehatan (nakes) berinisial S, yang diduga melakukannya saat korban tidak sadarkan diri. Perbuatan tersebut memicu reaksi kuat dari masyarakat dan menjadi sorotan media.

Kejadian ini terjadi di tengah proses pemulihan kesehatan korban, yang menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa tidak aman bagi pasien lain di ruang perawatan. Keluarga korban menegaskan bahwa video tersebut diunggah setelah korban mengalami trauma psikologis akibat perlakuan tidak layak yang diterimanya. “Keluarga meminta keadilan dan perlindungan bagi korban,” kata salah satu anggota keluarga, yang meminta identitasnya disembunyikan.

Langkah Penyidikan dan Koordinasi dengan Pihak Terkait

Kasat Reskrim Polres OKU Timur, Iptu Rendi Ramadhona, mengatakan bahwa laporan kasus kekerasan seksual tersebut telah diterima dari suami korban, TS (28), pada Senin, 13 Juli 2026. “Kami sedang memperdalam investigasi, termasuk memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti,” ujar Iptu Rendi. Penyidikan dilakukan secara profesional dan objektif, dengan memastikan setiap proses hukum tetap memenuhi standar adil.

Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, menegaskan bahwa pihak kepolisian bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat untuk memastikan perlindungan korban. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari korban yang masih dirawat. “Main Agenda melaporkan bahwa kasus ini menjadi fokus pihak berwajib,” sambung AKBP Adik, menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan.

Proses Hukum dan Komitmen Menjaga Keadilan

Sebagai bagian dari Main Agenda, kasus ini mendapat perhatian khusus karena menyangkut hak dasar pasien di lingkungan rumah sakit. Penyidik terus melengkapi administrasi, termasuk memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti. Sementara itu, korban mendapatkan pendampingan psikologis untuk memulihkan kondisi emosionalnya. “Kami menegaskan bahwa penanganan kasus ini berdasarkan fakta dan bukti yang jelas,” tegas Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Dalam menghadapi isu viral, polisi memastikan bahwa semua pihak tidak diperbolehkan menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. “Main Agenda mencoba menjaga keseimbangan antara keadilan dan kepastian hukum, dengan tetap memberikan ruang kepada korban untuk didengar,” imbuh Nandang. Penyidikan juga memperhatikan aspek sosial dan ekonomi korban, terutama dalam menentukan tindakan pencegahan di masa depan.

Komunikasi dengan Masyarakat dan Upaya Preventif

Kelompok kerja antara Polres OKU Timur dan RSUD Martapura berupaya mempercepat proses investigasi untuk memastikan kejelasan. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan berita tanpa dasar, tetapi tetap mendukung proses hukum yang sedang berlangsung,” kata Nandang. Sejumlah langkah preventif telah diambil, seperti pemeriksaan rutin terhadap tenaga kesehatan dan pengawasan lebih ketat di ruang rawat.

Main Agenda mengungkapkan bahwa kasus ini bukan hanya tentang pelecehan seksual, tetapi juga menjadi contoh kasus yang menggambarkan pentingnya kesadaran dan etika di lingkungan rumah sakit. Masyarakat diharapkan terus memberikan dukungan kepada korban, sementara pihak berwajib berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan adil. “Main Agenda akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan update terkini,” tutup Nandang, menegaskan komitmen terhadap keadilan.

Leave a Comment