News

Pemprov Lepas 1.147 Mahasiswa Ikuti Program Probidik Gema Jabar, Bantu Guru Mengajar

Foto : David Jackson - nusantaranews1.com

Key Strategy: Pemprov Jabar Lepas 1.147 Mahasiswa Ikuti Program Probidik Gema Jabar

Nusantaranews1.com – BANDUNG – Pemprov Jabar meluncurkan program Probidik Gema Jabar yang melibatkan 1.147 mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk menjalani praktek mengajar selama 6 bulan atau 20 SKS. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pendidikan daerah, dengan mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing UPI dan guru pengawas dari berbagai sekolah. Jumlah peserta yang terlibat mencapai 364 lembaga pendidikan, meliputi 230 SMA, 116 SMK, dan 18 SLB. Tujuan utama program ini adalah memberikan pengalaman langsung bagi calon guru sekaligus mengisi kekurangan tenaga pendidik di daerah-daerah yang kurang terlayani.

Strategi Pemprov Jabar dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Program Probidik Gema Jabar diperkenalkan sebagai Key Strategy dalam memperkuat kompetensi guru muda. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemprov Jabar dan UPI menjadi landasan utama untuk menjaga konsistensi kualitas pendidikan. Ia berharap para mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika dunia nyata pembelajaran. “Key Strategy ini adalah jembatan antara akademik dan praktik, membantu para calon guru memahami tantangan di lapangan,” jelasnya dalam upacara pelepasan, Senin (13/7/2026).

“Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melatih kompetensi mengajar secara langsung, yang akan menjadi fondasi utama dalam karier mereka sebagai pendidik. Selama enam bulan, mereka harus siap menghadapi berbagai kondisi sekolah, termasuk di wilayah terpencil,”

kata Dedi Mulyadi. Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa memahami keberagaman wilayah Jabar, bukan hanya pusat kota. “Key Strategy ini melibatkan mereka untuk mengenal kehidupan di desa, perkampungan, dan wilayah lain, agar nanti mampu menjangkau semua lapisan masyarakat,” lanjutnya.

Manfaat Program untuk Pendidikan Daerah

Probidik Gema Jabar diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan Jabar. Dengan adanya mahasiswa yang turut serta, para guru di daerah tidak hanya mendapatkan bantuan tambahan, tetapi juga peluang untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih inovatif. Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan setiap siswa, terlepas dari lokasi tempat tinggalnya, dapat mendapatkan pembelajaran yang berkualitas.

Key Strategy ini juga berdampak pada pengembangan kurikulum perguruan tinggi. UPI menyatakan bahwa partisipasi mahasiswa dalam Probidik Gema Jabar membantu menyelaraskan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan pendidikan masyarakat. “Program ini merupakan bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam Key Strategy Pemprov Jabar untuk menciptakan pendidik yang adaptif dan berkompeten,” tambah Purwanto. Dengan demikian, Probidik tidak hanya sebagai pengalaman praktik, tetapi juga bagian dari pengembangan sumber daya manusia pendidikan.

Kesiapan Mahasiswa dalam Program Penguatan Profesional

Para mahasiswa yang terlibat dalam Probidik Gema Jabar tampak antusias menghadapi tantangan baru. Andika Darmawan, mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin UPI, menyampaikan bahwa program ini memberinya wawasan tentang kebutuhan dunia pendidikan di Jabar. “Key Strategy ini membantu kami mengenali realita di lapangan, seperti keterbatasan sumber daya dan kebutuhan spesifik di setiap sekolah,” ujarnya. Regina, seorang mahasiswi yang bertugas di SMK 28 Bandung, juga menegaskan bahwa program ini memberikan pelatihan berharga sebelum menjadi guru profesional.

“Saya merasa Key Strategy ini sangat membantu dalam mempersiapkan diri. Selama praktek, kami belajar bagaimana menyesuaikan metode mengajar dengan kondisi siswa, termasuk mereka yang kurang berminat di bidang tertentu,”

kata Regina. Selain itu, program ini juga meningkatkan kesadaran mahasiswa akan tanggung jawab sosial dan pentingnya pendidikan sebagai alat pengembangan masyarakat. Banyak mahasiswa menyatakan bahwa pengalaman ini memberikan perspektif baru tentang peran pendidik di tengah masyarakat.

Penekanan pada Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Daerah

Key Strategy Pemprov Jabar ini bertujuan mengatasi defisit tenaga pengajar di daerah-daerah yang masih kurang terlayani. Dengan 1.147 mahasiswa yang diturunkan ke 364 lembaga pendidikan, program ini diharapkan menjadi pendorong utama untuk memperkuat sistem pendidikan. Purwanto menambahkan bahwa Pemprov Jabar menyiapkan fasilitas dan pengawasan ketat agar program berjalan efektif. “Key Strategy ini akan membentuk kalangan pendidik yang lebih luas, sehingga setiap wilayah Jabar mendapat perhatian yang sama,” tuturnya.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program ini juga merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah daerah. “Key Strategy ini membantu menyelaraskan visi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, setiap calon guru tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan di lapangan,” pungkasnya. Keberhasilan program ini akan diukur melalui kualitas pengajaran dan respons positif dari siswa serta guru yang terlibat.

Leave a Comment