Kapal Phinisi di Labuan Bajo Diamankan Polisi, Diduga Angkut Solar Subsidi Ilegal
Kapal Phinisi di Labuan Bajo Diamankan – Dalam upaya menegakkan aturan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) melakukan penangkapan terhadap kapal Phinisi KM Pasole GT 39 di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat. Penyidikan ini dimulai setelah petugas melakukan patroli rutin dan menemukan indikasi penggunaan solar subsidi secara ilegal oleh kapal tersebut. Insiden ini menunjukkan langkah serius pihak kepolisian dalam mengawasi penggunaan BBM yang seharusnya hanya untuk masyarakat yang berhak.
Operasi Penyidikan dan Temuan Barang Bukti
Penangkapan terhadap kapal Phinisi KM Pasole GT 39 dilakukan oleh personel Ditpolairud Polda NTT setelah menemukan tiga jeriken berisi solar subsidi dengan kapasitas 100 liter per buah, serta enam jeriken Pertamina Dex. Nakhoda kapal, berinisial S, warga Kecamatan Macang Pacar, mengakui solar subsidi dibeli dari pengecer di Kampung Air, Kecamatan Komodo, dengan harga Rp250.000 per jerigen. Petugas mengamankan barang bukti tersebut dan melanjutkan penyelidikan untuk memastikan sumber dan tujuan penggunaan BBM subsidi tersebut.
Dalam proses penyidikan, polisi juga memeriksa dokumen kapal dan memastikan apakah penggunaan solar subsidi dilakukan secara sengaja atau sebagai bagian dari kebijakan distribusi BBM yang tidak tepat. Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, Direktur Polairud Polda NTT, menjelaskan bahwa BBM subsidi memiliki harga lebih murah dibandingkan jenis lain, sehingga sering dijadikan sarana penghematan biaya operasional bagi pengguna.
Penyidikan dan Langkah Selanjutnya
Kapal Phinisi KM Pasole GT 39 diamankan sebagai bagian dari tindakan pencegahan penyalahgunaan BBM subsidi. Selama dua hari, barang bukti dijaga ketat oleh personel Ditpolairud Polda NTT. Sebelumnya, pada Sabtu (23/5/2026), garis polisi dipasang di kapal dan jeriken yang terlibat. Kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah gelar perkara bersama Subdit Gakkum, dengan laporan polisi nomor LP/A/11/V/2026/DITPOLAIRUD/POLDA NTT diterbitkan pada 22 Mei 2026.
Pelanggaran penggunaan solar subsidi di kapal Phinisi ini menimbulkan perdebatan terkait efektivitas kebijakan BBM subsidi dalam memperkuat ketersediaan bahan bakar di daerah-daerah yang lebih terpencil. Meski BBM subsidi diharapkan mengurangi beban biaya masyarakat, penggunaan yang tidak sesuai aturan bisa berdampak pada kelangsungan ekonomi sektor transportasi laut lokal.
Peran Kapal Phinisi dalam Ekonomi Daerah
Kapal Phinisi KM Pasole GT 39, yang merupakan bagian dari sektor pariwisata Labuan Bajo, sering digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang dari pelabuhan ke wilayah pesisir. Dengan penangkapan ini, polisi menegaskan bahwa penggunaan solar subsidi ilegal bisa mengganggu kebijakan yang dirancang untuk mendukung aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Penyidik juga sedang menginvestigasi apakah ada kesepakatan antara nakhoda dengan pengecer BBM untuk mengangkut dan menjual solar subsidi secara tidak resmi.
Dalam upaya menjaga kepatuhan, polisi menegaskan bahwa mereka akan terus meningkatkan pengawasan di jalur laut NTT, khususnya pada daerah pesisir yang rentan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa subsidi bahan bakar tidak hanya digunakan oleh yang berhak, tetapi juga untuk mendorong keberlanjutan industri pariwisata lokal yang bergantung pada kapal-kapal Phinisi.
Dampak Penindakan terhadap Penggunaan BBM Subsidi
Kapal Phinisi di Labuan Bajo menjadi sorotan karena perannya dalam distribusi BBM subsidi. Dengan menemukan indikasi pengangkutan solar subsidi secara ilegal, penyidik berharap dapat menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan subsidi tersebut tidak disalahgunakan. Penyalahgunaan BBM subsidi juga bisa berdampak pada ketersediaan bahan bakar bagi warga sekitar, terutama di daerah terpencil yang bergantung pada subsidi untuk operasional harian.
Penangkapan KM Pasole GT 39 menjadi contoh nyata tentang pentingnya pengawasan terhadap distribusi BBM. Dengan memperketat aturan penggunaan solar subsidi, polisi berharap mencegah kejadian serupa dan menjaga keseimbangan ekonomi di sektor transportasi laut. Kapal Phinisi juga dianggap sebagai simbol budaya lokal yang perlu dijaga integritasnya dalam penerapan kebijakan bahan bakar.