News

Mentan Amran Targetkan Produksi Beras 34 Juta Ton pada 2027, Jaga Keberlanjutan Swasembada

khrisna-gen-1788303136-a9b7d3ad34
Foto : Patricia Rodriguez - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Mentan Amran Targetkan Produksi Beras 34 Juta Ton
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Mentan Amran Targetkan Produksi Beras 34 Juta Ton

Nusantaranews1.com – Langkah percepatan kedaulatan pangan Indonesia memasuki fase krusial setelah Mentan Amran Targetkan Produksi Beras 34 juta ton sebagai capaian wajib tahun 2027. Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Rapat Kerja Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Angka yang dipaparkan bukan sekadar proyeksi statistik; ia menandai pergeseran kebijakan yang memangkas timeline swasembada dari empat tahun menjadi satu tahun sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik pada 20 Oktober 2024.

Keberhasilan mengamankan pasokan beras lebih cepat dari jadwal awal kini menjadi pijakan untuk memperluas peta jalan kemandirian pangan ke komoditas lain, termasuk bawang putih, susu, dan produk pertanian bernilai tambah tinggi.

Target Produksi Komoditas 2027

Inti program prioritas Kementerian Pertanian tahun 2027 berpusat pada dua angka besar: produksi beras 34 juta ton dan jagung 18 juta ton. Keduanya menjadi tulang punggung ketahanan pangan domestik sekaligus penyangga stabilitas harga di pasar.

Di luar sereal, daftar target mencakup spektrum luas komoditas pangan dan perkebunan. Kedelai ditetapkan 392.000 ton, ubi kayu 17,79 juta ton, cabai 3,13 juta ton, bawang merah 2 juta ton, dan bawang putih 40.000 ton. Pada subsektor peternakan, pemerintah menargetkan telur 8,08 juta ton, daging 5 juta ton, serta susu 922.000 ton.

Sektor perkebunan mendapat porsi ambisi tersendiri: kelapa sawit 245 juta ton, tebu 42 juta ton, kelapa 2,9 juta ton, kopi 791.000 ton, kakao 633.000 ton, lada 64.000 ton, dan pala 41.000 ton. Komoditas-komoditas ini dikembangkan berdampingan dengan jambu mete serta aneka rempah yang selama ini menjadi identitas agraria Nusantara.

Kerangka Kebijakan dan Integrasi Hulu-Hilir

Desain kebijakan pertanian 2027 tidak berdiri sendiri. Ia diintegrasikan ke dalam tema Rencana Kerja Pemerintah tahun 2027, yakni “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas Melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.” Kementerian Pertanian menerjemahkan tema tersebut ke dalam empat program operasional yang menyentuh seluruh rantai nilai: penyediaan infrastruktur lahan dan air, benih berkualitas, sarana produksi, serta hilirisasi dan modernisasi teknologi pertanian.

Dimensi sumber daya manusia turut menjadi fokus. Program penyuluhan dan regenerasi petani dirancang agar sektor agraria tidak terus kehilangan tenaga kerja produktif akibat migrasi urban. Tanpa regenerasi ini, target produksi sebesar apa pun akan kehilangan eksekutornya di lapangan.

“Rancangan program prioritas Kementerian Pertanian tahun 2027 dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan difokuskan pada penyediaan infrastruktur lahan dan air, benih berkualitas, sarana produksi, hilirisasi, modernisasi, serta penyuluhan dan regenerasi petani. Oleh karena itu, kami menargetkan produksi beras sebesar 34 juta ton dan jagung 18 juta ton.”

Amran menegaskan bahwa implementasi program tersebut merupakan penerjemahan langsung dari arahan Presiden melalui delapan Misi Asta Cita, 17 Program Prioritas, dan delapan Program Hasil Terbaik Cepat, dengan tujuan mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Perluasan Kawasan Sentra Pangan Terpadu

Salah satu instrumen struktural yang terus diperkuat adalah pengembangan kawasan sentra pangan terpadu. Kawasan ini mengintegrasikan budidaya padi, jagung, kedelai, ubi, perkebunan, hingga peternakan dalam satu ekosistem produksi yang saling menopang. Pendekatan klaster semacam ini mengurangi fragmentasi rantai pasok dan memungkinkan efisiensi logistik serta pengolahan pascapanen dalam skala lebih besar.

Perluasan swasembada ke komoditas seperti bawang putih dan susu membawa implikasi ekonomi yang signifikan. Selama ini Indonesia masih bergantung pada impor untuk kedua produk tersebut. Jika target produksi domestik tercapai, tekanan terhadap neraca perdagangan dan volatilitas harga domestik dapat ditekan secara substansial.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan target produksi beras 34 juta ton ini harus tercapai? Target tersebut ditetapkan untuk tahun 2027, sebagaimana disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR pada 1 September 2026.

Apa saja empat program operasional yang menopang target tersebut? Keempat program mencakup penyediaan infrastruktur lahan dan air, distribusi benih berkualitas, penyediaan sarana produksi pertanian, serta hilirisasi dan modernisasi teknologi pertanian.

Bagaimana peran DPR dalam percepatan swasembada pangan? Amran mengakui bahwa percepatan swasembada yang telah diraih tidak terlepas dari dukungan politik dan pengawasan pimpinan serta anggota Komisi IV DPR. Sinergi kelembagaan ini menjadi fondasi keberlanjutan program.

Apakah target ini hanya mencakup beras? Tidak. Selain beras dan jagung, target 2027 mencakup kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, telur, daging, susu, serta komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, tebu, kopi, kakao, lada, dan pala.

Frequently Asked Questions

What is Mentan Amran Targetkan Produksi Beras 34 Juta?

Mentan Amran Targetkan Produksi Beras 34 Juta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mentan Amran Targetkan Produksi Beras 34 Juta matter?

Mentan Amran Targetkan Produksi Beras 34 Juta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment