Amorim Bisa Ukir Rekor Langka di AC Milan Lewati Sacchi, Capello, dan Ancelotti, Syaratnya Kalahkan Juventus!
Amorim Ukir Rekor Langka Milan: Syarat Kalahkan Juventus
Nusantaranews1.com – Di Allianz Stadium, Turin, Senin dini hari WIB (7 September 2026), Ruben Amorim menghadapi ujian paling menentukan sejak tiba di San Siro. Lawannya Juventus, dan yang dipertaruhkan melampaui tiga poin biasa. Jika Rossoneri pulang dengan kemenangan, Amorim bisa ukir rekor langka yang tak pernah diraih pelatih Milan sejak 1958—sebuah pencapaian yang menunda diri selama hampir tujuh dekade.
Secara matematis, syaratnya sederhana: satu kemenangan lagi. Secara taktikal dan psikologis, tantangannya jauh lebih kompleks, mengingat laga berlangsung di kandang lawan yang selama bertahun-tahun menjadi benteng terkuat di Serie A. Bagi klub yang telah menunggu 68 tahun, satu pertandingan di Turin bisa mengubah seluruh narasi awal musim.
Rekor yang Menolak Dipecahkan Selama 68 Tahun
Sejarah mencatat hanya tiga pelatih yang pernah menyapu bersih tiga pertandingan pembuka Serie A bersama Milan. Mario Sperone melakukannya pada musim 1952, disusul Gipo Viani pada 1956, dan terakhir Cina Bonizzoni pada 1958. Sejak nama Bonizzoni tercatat di arsip, tidak satu pun pelatih—betapa pun bergengsinya—mampu mengulang prestasi tersebut.
Yang membuat ambang ini semakin sulit dijangkau adalah fakta bahwa sejumlah legenda justru terhenti tepat di depan pintunya. Kegagalan mereka bukan soal kurangnya kualitas, melainkan soal kebetalan jadwal dan kekuatan lawan di pekan-pekan pembuka.
Jejak Para Legenda yang Terhenti
Arrigo Sacchi, arsitek dominasi Milan di awal 1990-an, menelan kekalahan di laga kedua Serie A saat baru memulai petualangannya. Fiorentina menjadi algojo lewat gol Ramon Diaz dan Roberto Baggio—dua nama yang masing-masing meninggalkan jejak berbeda di kancah sepak bola Italia.
Fabio Capello sedikit lebih beruntung. Ketika ia mengambil alih kursi kepelatihan pada 1991, dua kemenangan awal berhasil diraih. Namun langkahnya terhenti tepat di pertandingan ketiga: hasil imbang 1-1 kontra Juventus menghentikan rantai sebelum sempat menjadi sejarah.
Carlo Ancelotti, pelatih yang kelak mengoleksi gelar Liga Champions dan Serie A bersama Milan, juga tidak mampu melewati ambang tersebut. Pada laga pembuka musim 2001, ia harus puas dengan skor kacamata 0-0 saat menghadapi Piacenza. Satu poin dari sembilan yang dibutuhkan, dan dari sanalah rantai langsung patah.
Forma Positif dan Dimensi Sejarah
Berbeda dengan para pendahulu di atas, Amorim memulai musim 2026-2027 dengan catatan sempurna. Pekan pertama, Milan menang 2-1 saat bertandang ke markas Torino. Pekan kedua, mereka kembali tampil tajam dengan menundukkan Venezia 2-0 di hadapan pendukung sendiri di San Siro. Enam poin penuh kini menjadi modal menuju Turin.
Bagi suporter Rossoneri, laga di Turin bukan sekadar pekan ketiga liga. Ia menjadi penanda apakah awal musim yang menjanjikan akan bertransformasi menjadi narasi sejarah baru—ditulis di atas lapangan, bukan di ruang konferensi pers.
Kemenangan atas Juventus akan menempatkan nama Amorim dalam daftar eksklusif tiga pelatih yang pernah menyapu bersih tiga laga pembuka bersama Milan. Dalam konteks klub yang telah melahirkan puluhan pelatih kelas dunia, posisi tersebut bahkan tidak pernah diraih oleh Sacchi, Capello, maupun Ancelotti. Bagi Juventus, pertandingan ini adalah kesempatan untuk mematahkan momentum lawan dan menegaskan dominasi mereka di derbi Italia.
FAQ: Pertanyaan Praktis Seputar Laga Milan vs Juventus
Kapan dan di mana pertandingan AC Milan vs Juventus akan berlangsung? Laga pekan ketiga Serie A 2026-2027 dijadwalkan Senin dini hari WIB, 7 September 2026, di Allianz Stadium, Turin.
Apa syarat konkret agar rekor tersebut tercapai? Milan harus menang di Turin. Dua kemenangan awal (2-1 atas Torino, 2-0 atas Venezia) sudah terkunci; satu kemenangan lagi melengkapi tiga beruntun.
Siapa saja pelatih yang sebelumnya mencapai rekor ini? Mario Sperone (musim 1952), Gipo Viani (1956), dan Cina Bonizzoni (1958). Tidak ada pelatih lain yang mengulanginya selama 68 tahun berikutnya.
Apakah rekor ini berdampak pada klasemen? Secara langsung, kemenangan menambah tiga poin dan menggeser posisi Milan di papan klasemen. Namun dampak utamanya bersifat historis: nama Amorim akan tercatat di samping tiga pelatih legendaris dalam arsip kompetisi klub.