News

Kata Jokowi soal Gibran Duduk Tak Sejajar dengan Prabowo saat Sidang Kabinet

Daftar Isi
  1. Kata Jokowi soal Gibran Duduk Tak Sejajar dengan Prabowo: Klarifikasi Lengkap
  2. Related Reading

Kata Jokowi soal Gibran Duduk Tak Sejajar dengan Prabowo: Klarifikasi Lengkap

Nusantaranews1.com – Kata Jokowi soal Gibran Duduk Tak Sejajar dengan Prabowo menjadi sorotan publik setelah Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung pada 20 Juli 2026. Presiden Joko Widodo memberikan penjelasan resmi terkait posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Kepala Negara, hal ini murni urusan teknis dan tidak mencerminkan adanya masalah dalam hubungan kedua tokoh tersebut.

Penjelasan dari Istana Negara

Peristiwa yang terjadi di Istana Negara ini menarik perhatian media nasional. Gibran ditempatkan di sisi kanan depan dari Presiden Prabowo, sementara para menteri duduk di baris belakang. Posisi ini membuat Wakil Presiden tampak sejajar dengan para menteri, termasuk Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (21/7/2026). Ia menjelaskan bahwa perubahan tata letak kursi dilakukan karena Presiden Prabowo menggunakan teleprompter untuk memaparkan berbagai program kerja pemerintah. Penggunaan alat ini mengharuskan posisi duduk disesuaikan agar Presiden berada di tengah ruangan dengan pandangan yang optimal.

“Kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” ujar Prasetyo Hadi dengan tegas.

Klarifikasi Jokowi di Solo

Saat ditemui di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8/2026), Jokowi memberikan penjelasan lebih mendalam. Presiden ke-7 Republik Indonesia ini menegaskan bahwa kedudukan konstitusional Wakil Presiden sudah sangat jelas menurut undang-undang. Selain itu, aturan protokoler juga telah mengatur hal ini secara tegas dan tidak perlu diperdebatkan lagi.

“Secara kedudukan, Wakil Presiden secara konstitusional sudah jelas, dan ada undang-undang protokoler sudah jelas semuanya. Diikuti saja aturannya di situ, karena sudah jelas semuanya kok,” kata Jokowi dengan tenang.

Meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai aturan yang dimaksud, Jokowi menyarankan agar publik mempelajari undang-undang yang mengatur hal tersebut. Ia juga memastikan bahwa hubungan antara putra sulungnya, Gibran, dengan Presiden Prabowo berjalan lancar dan harmonis.

“Baik-baik saja,” tegas Jokowi saat ditanya tentang dinamika hubungan antara Wapres dan Presiden.

Posisi Konstitusional dan Protokoler

Kedudukan Wakil Presiden dalam sistem ketatanegaraan Indonesia memang memiliki posisi yang unik. Meskipun secara konstitusional Wapres berada di bawah Presiden, dalam berbagai acara kenegaraan posisi duduk dapat disesuaikan dengan kebutuhan teknis. Hal ini telah menjadi praktik yang biasa dilakukan dalam berbagai sidang kabinet dan acara kenegaraan sebelumnya.

Perubahan tata letak kursi dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut murni disebabkan oleh faktor teknis dan tidak mengandung makna politik lainnya. Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada perubahan substansial dalam hierarki atau hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.

FAQ: Pertanyaan Umum

Apa penyebab Gibran duduk tidak sejajar dengan Prabowo? Penyebab utamanya adalah penggunaan teleprompter oleh Presiden Prabowo yang mengharuskan posisi duduk disesuaikan agar Presiden berada di tengah ruangan.

Apakah perubahan ini menandakan adanya masalah politik? Tidak. Baik Jokowi maupun Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa ini murni urusan teknis dan tidak ada masalah politik yang perlu dikhawatirkan.

Kapan Sidang Kabinet Paripurna tersebut berlangsung? Sidang Kabinet Paripurna berlangsung pada 20 Juli 2026 di Istana Negara, Jakarta.

Siapa saja menteri yang duduk sejajar dengan Gibran? Para menteri yang duduk sejajar dengan Gibran antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Leave a Comment