Final Impian Campus League Jakarta 2026: UPH vs Binus di Babak Putra dan Putri
What Happened During babak semifinal turnamen basket Regional Jakarta 2026 menarik perhatian publik setelah Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Bina Nusantara (Binus) sukses memastikan tiket final di kedua sektor, putra dan putri. Pertandingan akhir akan digelar pada Minggu (31 Mei 2026), di Basketball Court UPH, Karawaci, Tangerang. Acara ini menarik karena melibatkan 16 tim putra dan 8 tim putri dari 16 institusi pendidikan, termasuk kampus di Riau, yang turut memeriahkan kompetisi ini.
Kemenangan Konsisten di Semifinal
What Happened During semifinal menggarisbawahi dominasi UPH dan Binus di babak krusial. Dalam pertandingan putra, Binus mengalahkan Institut Perbanas dengan skor 68-55, sementara UPH melaju ke final setelah mengalahkan Universitas Trisakti 74-55. Kedua tim menunjukkan konsistensi yang memperkuat ekspektasi mengenai pertandingan final yang akan sangat sengit. Bagi UPH, menjadi tuan rumah memberikan momentum tambahan, namun mereka tetap fokus pada target mengamankan gelar juara.
Sementara itu, di sektor putri, UPH menang dramatis 51-37 atas Institut Perbanas. Pertandingan ini menunjukkan kemampuan mereka untuk bangkit setelah tertinggal 6-13 di kuarter pertama. Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi UPH, yang akan menghadapi Binus di final. Di sektor putra, Binus kembali menunjukkan kekuatan mereka dengan mengalahkan Perbanas, sementara UPH juga mengalahkan Trisakti untuk melangkah ke babak final.
“Kami punya rasa percaya diri, kami bisa dan kami yang bisa menang, jadi kita bakal terus fokus. Ada tekanan (sebagai tuan rumah) tapi itu bagus untuk memotivasi, dan saya rasa yang membuat saya senang adalah pelatih menerima tekanan itu sebagai sesuatu yang positif,”
Fajar Kusumasari, pelatih tim putri UPH, mengungkapkan persiapan timnya sangat matang untuk final. Ia menekankan bahwa pemulihan kondisi pemain menjadi prioritas utama, karena kualitas semua tim di Regional Jakarta sangat seragam. “Persiapan kita sudah cukup untuk menghadapi siapapun nanti di final, jadi fokus recovery, besok just play good basketball. Karena di Regional Jakarta ini saya rasa semua tim kuat dan punya potensi saling mengalahkan. Tidak mudah, tapi kami tetap optimis, kami akan lakukan yang terbaik dan kejar juara,”
Antisipasi Final yang Membara
What Happened During babak semifinal memberikan gambaran bahwa final antara UPH dan Binus akan menjadi pertandingan sengit. Kedua universitas mengumpulkan pengalaman berharga, baik di sektor putra maupun putri, untuk memperkuat mental dan strategi sebelum bertemu di puncak. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang kejuaraan lokal, tetapi juga sebagai kualifikasi untuk putaran nasional, yang akan menjadi penampilan terbaik bagi para pemain.
Dalam persiapan final, UPH dan Binus memfokuskan perhatian pada aspek teknik dan taktik. Pelatih Binus, Jap Ricky Lesmana, menyebutkan disiplin bertahan dan agresivitas menjadi kunci kemenangan mereka. “Yang pasti kemenangan kita di disiplin defense ya, terus kita juga agresif, akhirnya kita pelan-pelan nemuin ritme dan akhirnya bisa menjauh. Jadi buat ke depannya nanti antara UPH dan Trisakti, kita harus mempersiapkan dua hal itu tentunya sih, karena secara skill, itu kita perlu dilatih terus, itu sudah bukan jadi pertanyaan dan bukan jadi jawaban, itu sudah jadi hal wajib buat kita,”
Sebagai perwakilan Jakarta, UPH dan Binus telah mengumpulkan pengalaman dalam menghadapi tantangan di babak krusial. Pertandingan final diharapkan menjadi penampilan terbaik mereka selama turnamen ini, dengan peningkatan strategi dan performa di berbagai aspek. Kedua tim juga memperkuat persiapan fisik dan mental, karena kompetisi akan sangat intens dan menentukan.
What Happened During turnamen ini menunjukkan bahwa UPH dan Binus menjadi favorit utama untuk meraih gelar juara. Namun, keunggulan mereka tidak menjamin kemenangan di final, karena semua tim di Regional Jakarta memiliki kemampuan yang kompetitif. Dengan ini, pertandingan final akan menjadi puncak pertunjukan luar biasa dalam sejarah Campus League basket. Penonton dan pecinta basket kampus dapat menantikan pertemuan sengit antara dua universitas yang memiliki ambisi serupa.