Regional

Musim Kemarau, BPBD Pasuruan: 3 Desa Mulai Dilanda Krisis Air Bersih

Foto : Sarah Hernandez - nusantaranews1.com

Krisis Air Bersih di Pasuruan Saat Musim Kemarau

Nusantaranews1.com – PASURUAN, Jawa Timur — Musim Kemarau BPBD Pasuruan mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah wilayah yang mengalami kesulitan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengonfirmasi bahwa tiga desa di wilayahnya telah mulai dilanda krisis air bersih akibat penurunan debit mata air yang drastis. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan air bagi masyarakat terdampak.

Menurut data resmi yang dihimpun oleh BPBD, ketiga desa yang terdampak kekeringan adalah Desa Kedungrejo yang terletak di Kecamatan Winongan, Desa Karangjati di Kecamatan Lumbang, serta Desa Petung yang berada di Kecamatan Pasrepan. Ketiga wilayah ini mengalami penurunan debit air yang cukup signifikan sehingga menyebabkan kesulitan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tanggapan BPBD Pasuruan Terhadap Krisis Air

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa dampak musim kemarau mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Dalam pernyataannya, beliau menyebutkan bahwa meskipun Kabupaten Pasuruan telah memasuki musim kemarau, namun status Siaga Kekeringan dan Karhutla masih tetap diterapkan sebagai langkah antisipasi. “Ada tiga desa yang sudah memulai kekerangan debit air,” ujar Sugeng Hariyadi kepada media.

“Saat ini Kabupaten Pasuruan sudah memasuki musim kemarau namun demikian kita masih menentapkan Siaga Kekeringan dan Karhutla,” kata Sugeng Hariyadi, Kepala Pelaksana BPBD Pasuruan.

Sebagai langkah penanganan yang lebih proaktif, BPBD Pasuruan terus melakukan distribusi air bersih secara rutin ke desa-desa yang terdampak. Selain itu, lembaga ini juga menerapkan sistem on call bersama pemerintah desa untuk memastikan bahwa kebutuhan air bersih warga dapat segera dipenuhi ketika terjadi kekeringan mendadak.

Di Desa Kedungrejo, distribusi air bersih mendapat tambahan bantuan dari Polsek Winongan. Petugas kepolisian memanfaatkan mobil patroli untuk mengangkut air bersih dan membagikannya kepada warga yang mengantre panjang. Warga membawa jeriken dengan ukuran bervariasi, mulai dari 5 hingga 20 liter, untuk menampung air bersih yang didistribusikan.

BPBD Pasuruan mengimbau seluruh masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih agar segera melapor kepada pemerintah desa atau petugas BPBD terdekat. Dengan demikian, bantuan distribusi air bersih dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan tanpa penundaan yang berarti.

Situasi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sumber daya air. Musim Kemarau BPBD Pasuruan diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pola kekeringan yang terjadi, sehingga langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal di tahun-tahun mendatang.

Leave a Comment