Bappisus dan 20 PTN Bentuk Pokja untuk Lima Isu Kritis Nasional
Nusantaranews1.com – Jakarta — Lima persoalan utama bangsa menjadi fokus pembahasan dalam kerangka kerja baru yang digagas oleh Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus). Aris Marsudiyanto, selaku kepala lembaga tersebut, telah melibatkan dua puluh perguruan tinggi negeri guna menyusun rekomendasi terukur bagi kementerian dan lembaga pemerintah.
Inisiatif ini merupakan respons langsung terhadap Sarasehan Kebangsaan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar dua ribu enam ratus akademisi serta rektor, para pemangku kepentingan mendiskusikan berbagai tantangan nasional. Hasil dari sesi diskusi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pembentukan kelompok kerja yang berasal dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Lima Isu Strategis yang Dibahas
Eduart Wolok, yang menjabat sebagai Ketua MRPTNI, menjelaskan bahwa diskusi selama hampir lima jam tersebut menyoroti lima bidang prioritas. Pertama, sektor kesehatan masyarakat. Kedua, ketahanan pangan bersama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiga, tata kelola perguruan tinggi negeri. Keempat, pembiayaan pendidikan tinggi yang berkeadilan. Kelima, riset mengenai rute peradaban Nusantara.
Menurut Eduart, tujuan dari berbagai gagasan yang muncul adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas PTN. Selain itu, perguruan tinggi diharapkan dapat merespons isu-isu bangsa saat ini serta mengambil peran sesuai fungsinya demi kesuksesan berbagai program pemerintah.
Proses Penyusunan Rekomendasi
Aris Marsudiyanto menjelaskan bahwa kelompok kerja akan menyusun usulan tertulis yang terukur. Tujuannya adalah untuk memberikan solusi yang jelas terhadap permasalahan strategis. Bappisus akan memfasilitasi pertemuan teknis antara kelompok kerja dengan kementerian atau lembaga terkait.
“Setelah ini selesai nanti akan dibuat kelompok kerja atau panitia kerja dari MRPTNI, membuat usulan secara tertulis di situ terukur solving problem-nya jelas, akan difasilitasi Bappisus untuk kita meeting secara teknis dengan kementerian/lembaga terkait, badan atau lembaga terkait,” kata Aris, Rabu (22/7/2026).
Rekomendasi yang dihasilkan nantinya akan dibahas bersama-sama dengan kementerian maupun lembaga terkait. Langkah ini bertujuan agar dihasilkan formula yang mampu mengakomodasi kepentingan seluruh stakeholder bangsa. Aris menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah mem-follow up dari pertemuan sebelumnya yang dipimpin oleh Presiden.
“Di situ nanti akan ada formula yang mengakomodasi seluruh stakeholder kepentingan bangsa ini. Itu langkah mem-follow up kemarin dari Pak Presiden mengumpulkan 2.600 para akademisi dan rektor,” ujarnya.
