News

Kapolri Beberkan Prestasi di 2026: Bongkar 24.837 Kasus Narkoba, 32.792 Jadi Tersangka

Foto : Sarah Hernandez - nusantaranews1.com

Visit Agenda: Kapolri Umumkan Capaian Anti-Narkoba Tahun 2026

Nusantaranews1.com – Dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka pembicaraan mengenai pencapaian Polri dalam penanggulangan narkoba selama 2026. Kapolri menyampaikan bahwa jumlah kasus narkotika yang berhasil ditangani mencapai 24.837, dengan 32.792 orang ditetapkan sebagai tersangka. Capaian ini menjadi bukti komitmen lembaga kepolisian dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat dari dampak negatif zat adiktif.

Hasil Operasi dan Barang Bukti yang Diamankan

Menurut keterangan Kapolri, selama tahun 2026, Polri berhasil menyita barang bukti narkoba dalam bentuk 3,1 ton sabu, 4,1 ton ganja, 763 ribu butir ekstasi, serta 59,2 juta butir obat keras dan jenis lainnya. Total nilai barang bukti yang diamankan mencapai sekitar Rp10,4 triliun. Angka ini mencerminkan upaya Polri dalam memperkuat operasi anti-narkoba, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pemeriksaan dan penindakan di berbagai wilayah.

“Kami berhasil menyita barang bukti narkoba dalam bentuk 3,1 ton sabu, 4,1 ton ganja, 763 ribu butir ekstasi, serta 59,2 juta butir obat keras dan jenis lainnya,” terang Sigit.

Dalam Visit Agenda tersebut, Kapolri menekankan bahwa pengungkapan kasus dan penangkapan tersangka merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi prevalensi narkoba di Indonesia. Ia menambahkan bahwa selain fokus pada penindakan, Polri juga memprioritaskan edukasi dan pencegahan, khususnya di kalangan generasi muda.

“Upaya ini telah menyelamatkan 89 juta jiwa dari ancaman narkoba,” tambah Sigit.

Program Pencegahan dan Peran Masyarakat

Pencegahan narkoba menjadi salah satu aspek utama dalam Visit Agenda Kapolri. Polri mengakselerasi program perubahan 148 kampung yang dikenal sebagai pusat peredaran narkoba menjadi kampung bebas zat adiktif. Selain itu, kepolisian juga berupaya meningkatkan keterlibatan masyarakat melalui kampanye edukasi dan pelibatan komunitas lokal dalam pengawasan.

Presiden Prabowo Subianto, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan arahan penting kepada para petugas kepolisian. Ia menekankan pentingnya kepercayaan publik sebagai fondasi utama tugas kepolisian. “Yang pertama, jaga kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,” instruksikan Prabowo.

“Yang pertama, jaga kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,” instruksikan Prabowo.

Prabowo juga meminta para petugas kepolisian untuk hadir secara aktif di tengah masyarakat, terutama saat mereka membutuhkan bantuan. “Datanglah ketika rakyat membutuhkan, dengarkan, layani, lindungi, serta hindari menyusahkan mereka,” tegasnya. Arahan ini sejalan dengan upaya Polri dalam memperkuat koordinasi dengan pihak berwajib dan masyarakat setempat untuk mencegah masuknya narkoba ke lingkungan rumah tangga.

Koordinasi Lintas Sektoral dan Target Tahun Depan

Dalam Visit Agenda tersebut, Kapolri juga membahas kerja sama lintas sektoral yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan narkoba. Ia menyoroti peran penting lembaga seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, serta organisasi masyarakat dalam memperkuat ekosistem pencegahan. “Kerja sama ini harus berkelanjutan dan komprehensif agar kita bisa mencapai hasil optimal,” ujarnya.

Pasca-Hari Bhayangkara, Polri menetapkan target berkelanjutan untuk 2027. Kapolri menyatakan bahwa peningkatan jumlah kasus dan tersangka pada 2026 menjadi fondasi untuk melanjutkan operasi anti-narkoba. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kapasitas investigasi dan memperkuat jaringan pengamanan di berbagai wilayah.

Impact on Masyarakat dan Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Kapolri menyoroti bahwa capaian 2026 ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, baik dalam jumlah kasus maupun jumlah tersangka. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini didukung oleh peningkatan keahlian petugas, serta penggunaan teknologi digital dalam penyelidikan. “Visit Agenda ini membuktikan bahwa Polri tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan yang holistik,” jelasnya.

Di sisi lain, penangkapan 32.792 tersangka selama 2026 memberikan dampak nyata terhadap pengurangan penggunaan narkoba. Kapolri menyebutkan bahwa angka ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat. Ia berharap, target tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai angka lebih tinggi pada tahun 2027.

Langkah-Langkah Spesifik dalam Pengawasan Narkoba

Dalam penanggulangan narkoba, Polri telah menerapkan berbagai langkah spesifik, termasuk penggunaan sistem intelijen yang lebih canggih dan kerja sama dengan lembaga internasional. “Visit Agenda kami mencakup peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba, serta memastikan bahwa tindakan pemerintah tetap berjalan efektif dan transparan,” tutur Kapolri.

Pelatihan bagi petugas kepolisian juga menjadi prioritas. Ia menjelaskan bahwa program pelatihan ini fokus pada keterampilan mengenali pola peredaran narkoba yang lebih modern, seperti penggunaan media sosial dan jaringan online. “Kami berharap melalui Visit Agenda ini, Polri bisa menjadi lebih adaptif dan responsif dalam menghadapi tantangan baru,” pungkasnya.

Leave a Comment