Said Iqbal Dibekuk Seskab Teddy Malam Hari, Diberitahu Pelantikan Hari Ini
Proses Pelantikan Posisi Khusus di Kabinet Merah Putih
Topics Covered: Pernyataan Said Iqbal tentang pengumuman pelantikan oleh Seskab Teddy Indra Wijaya pada Minggu (7/6/2026) malam menjadi sorotan publik. Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Ketua Umum Partai Buruh, menyebutkan bahwa ia mendapatkan informasi mengenai penasihatannya di Kabinet Merah Putih secara mendadak. “Saya diberi tahu malam hari oleh Pak Teddy, Seskab, bahwa pelantikan akan dilakukan besok,” jelasnya dalam wawancara dengan media.
Kabar yang diberikan Teddy melalui panggilan telepon tersebut mengejutkan Said Iqbal. Menurutnya, pengumuman ini datang tak terduga, meskipun ia sudah mempersiapkan diri sejak lama. “Saya sudah bersiap selama beberapa bulan untuk mengambil posisi ini, tapi tidak menyangka akan diumumkan begitu cepat,” tambah Said. Pelantikan Said Iqbal sebagai penasihat khusus Presiden bidang ketenagakerjaan akan berlangsung pada hari Senin (8/6/2026) pukul 16.30 WIB di Istana Negara, Jakarta.
Dalam pernyataannya, Said Iqbal juga menegaskan bahwa jabatan ini memiliki tingkat kedudukan setara menteri, seperti yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 137 Tahun 2024. “Posisi ini memiliki wewenang dan tanggung jawab yang sama dengan menteri, sebagaimana diamanatkan dalam Perpres tersebut,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah mengakui peran penting Said Iqbal dalam isu ketenagakerjaan.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, telah memberikan petunjuk bahwa Said Iqbal akan masuk ke Kabinet Merah Putih. Pernyataan ini sejalan dengan keinginan Partai Buruh untuk memperkuat keterlibatan tokoh-tokoh organisasi buruh dalam kebijakan pemerintah. “Saya bersyukur atas dukungan Partai Buruh dan pemerintah dalam menempatkan saya di posisi ini,” kata Said. Namun, ia juga menyebut bahwa proses penjajakan masih terus berlangsung hingga hari pelantikan.
Proses pelantikan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk anggota KSPI dan aktivis buruh di seluruh Indonesia. Mereka menganggap bahwa penempatan Said Iqbal bisa menjadi langkah strategis untuk mendorong kebijakan perlindungan tenaga kerja. “Ini merupakan keberhasilan besar bagi organisasi buruh dan Partai Buruh, karena Said Iqbal dikenal memiliki pengalaman dan kredibilitas tinggi dalam bidang ini,” komentar salah satu anggota KSPI. Di sisi lain, para kritikus menyebut bahwa pemerintah perlu memastikan Said Iqbal mampu menjalankan tugasnya secara efektif.
Said Iqbal sendiri mengungkapkan bahwa jabatan ini akan menjadi peluang baru untuk memperjuangkan kepentingan pekerja. “Saya ingin memastikan bahwa kebijakan ketenagakerjaan lebih adil dan inklusif, terutama bagi pekerja sektor swasta dan informal,” tegasnya. Ia juga berharap bisa mempererat kerja sama antara pemerintah dengan organisasi buruh, serta meningkatkan partisipasi pekerja dalam pengambilan keputusan. Dalam pandangan Topics Covered, penempatan Said Iqbal menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan hak-hak pekerja.
Konteks pelantikan ini juga terkait dengan dinamika politik dalam Kabinet Merah Putih. Pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikenal mendorong partisipasi organisasi kecil dan tokoh-tokoh yang memiliki basis massa luas. Said Iqbal, yang juga Ketua Umum Partai Buruh, diharapkan bisa menjadi perwakilan dari suara buruh dalam kebijakan pemerintah. “Saya akan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan selalu mewakili kepentingan rakyat,” pungkasnya. Topics Covered menilai bahwa ini adalah langkah penting dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.