News

Pramono Targetkan Angka Stunting di Jakarta Turun 3 Persen dalam 2 Tahun, Ini Strateginya

codex-2088d24c57004ba882b8c009c4f76d43
Foto : Sandra Thomas - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Jakarta Bidik Penurunan Stunting hingga 14 Persen dalam Dua Tahun
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Jakarta Bidik Penurunan Stunting hingga 14 Persen dalam Dua Tahun

Nusantaranews1.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasang target penurunan angka stunting dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun mendatang. Penguatan layanan posyandu menjadi salah satu tumpuan utama untuk mencapai sasaran tersebut, terutama melalui pengembangan Smart Posyandu yang telah diterapkan di sebagian besar posyandu di ibu kota.

Komitmen itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Pemberian Apresiasi Kader dalam Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Target penurunan tiga poin persentase itu menempatkan pencegahan stunting sebagai pekerjaan bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat. Stunting tidak hanya berkaitan dengan ukuran tubuh anak, tetapi juga membutuhkan perhatian berkelanjutan terhadap tumbuh kembang, pemenuhan gizi, imunisasi, serta kebiasaan hidup sehat dalam keluarga.

Posyandu sebagai titik layanan terdekat warga

Pramono menilai posyandu memiliki posisi penting karena menjadi layanan kesehatan yang dekat dengan keluarga di lingkungan permukiman. Melalui kegiatan rutin, kader dapat membantu memantau kondisi anak, menyampaikan edukasi gizi, mengingatkan jadwal imunisasi, dan mendampingi keluarga saat muncul persoalan kesehatan.

Ia meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama seluruh kader posyandu terus memperkuat pencegahan serta penanganan stunting di berbagai wilayah. Langkah ini diharapkan membuat masalah kesehatan anak dapat dikenali lebih awal dan ditindaklanjuti secara tepat.

“Smart Posyandu kita sudah 70 persen. Kalau perubahan ini terus dapat dijalankan dengan baik, maka posyandu tidak hanya mengurus kesehatan ibu dan anak, tetapi bisa menjadi lembaga menyeluruh tentang kesehatan warga,” ucap Pramono.

Perluasan fungsi tersebut mencerminkan arah layanan posyandu yang tidak berhenti pada kegiatan kesehatan ibu dan anak. Posyandu juga dapat menjadi ruang penggerak perilaku hidup bersih dan sehat, pengingat pemeriksaan kesehatan, serta penghubung warga dengan layanan kesehatan yang diperlukan.

Smart Posyandu telah menjangkau 3.148 lokasi

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyampaikan bahwa 3.148 dari total 4.469 posyandu di Jakarta telah mengadopsi Smart Posyandu. Jumlah itu setara dengan 70,44 persen dari seluruh posyandu yang ada.

Penerapan layanan berbasis data dan teknologi diharapkan membantu kader serta petugas kesehatan bekerja lebih terarah. Informasi kesehatan yang tercatat dengan lebih baik dapat mendukung deteksi dini, pemantauan berkala, edukasi, dan tindak lanjut bagi warga yang membutuhkan perhatian.

“Smart Posyandu mendorong layanan yang lebih terintegrasi berbasis data dan teknologi, sehingga deteksi dini, pemantauan, edukasi, serta tindak lanjut masalah kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” ucapnya.

Dalam konteks penurunan stunting, pencatatan dan pemantauan yang konsisten menjadi penting. Keluarga membutuhkan informasi yang mudah dipahami, sementara kader memerlukan dukungan agar dapat mengarahkan warga pada pemeriksaan atau layanan lanjutan ketika ditemukan risiko kesehatan.

Kader dinilai menjadi penggerak di tingkat keluarga

Pramono menekankan bahwa kader posyandu memegang peran besar karena berinteraksi langsung dengan warga. Di tingkat lingkungan, kader turut mendorong kebiasaan hidup bersih dan sehat, mengingatkan pentingnya imunisasi, memberikan pemahaman mengenai gizi, dan mengajak masyarakat memeriksakan kesehatan.

Peran yang dekat dengan keluarga membuat kader menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran kesehatan sejak dini. Apresiasi kepada para kader, bagi Pramono, merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam menciptakan masyarakat Jakarta yang lebih sehat.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas peran penting kader dalam membangun masyarakat Jakarta yang lebih sehat,” kata dia.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono Anung juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kader. Penguatan kemampuan kader diperlukan agar layanan kesehatan di lingkungan warga semakin mudah dijangkau dan responsif terhadap kebutuhan keluarga.

“Kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga penggerak yang membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat,” kata Hani.

Dampak posyandu juga terlihat pada lingkungan permukiman

Selain berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, Pramono menyebut aktivitas posyandu turut berkontribusi pada perubahan kondisi lingkungan di Jakarta. Jumlah RW kumuh di ibu kota disebut turun dari 445 RW menjadi 211 RW.

“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Salah satu faktornya adalah peran posyandu terutama untuk kesehatan anak dan ibu,” tuturnya.

Penurunan jumlah RW kumuh tersebut menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas hidup warga berkaitan dengan banyak aspek. Kesehatan keluarga, kondisi lingkungan, akses informasi, dan keterlibatan masyarakat dapat saling mendukung dalam membangun permukiman yang lebih baik.

Jambore Kader Posyandu diharapkan tidak semata menjadi ruang kompetisi. Kegiatan ini juga dipandang sebagai kesempatan bagi para kader untuk bertukar pengalaman, membagikan praktik yang berhasil, dan membawa pembelajaran itu ke wilayah kerja masing-masing.

“Kader kuat, posyandu aktif, tenaga kesehatan responsif, pemerintah hadir, dan masyarakat bergerak bersama. Itulah yang menjadikan Jakarta tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sehat, tangguh, dan berkualitas manusianya,” tegasnya.

Dengan Smart Posyandu yang telah menjangkau 70,44 persen lokasi dan keterlibatan kader di tengah masyarakat, target penurunan stunting menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan akan bergantung pada kesinambungan layanan, pemantauan keluarga, serta kerja bersama di setiap wilayah Jakarta.

Frequently Asked Questions

What is Pramono Targetkan Angka Stunting di Jakarta?

Pramono Targetkan Angka Stunting di Jakarta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pramono Targetkan Angka Stunting di Jakarta matter?

Pramono Targetkan Angka Stunting di Jakarta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment