News

Menhut Lantik Pejabat Baru – Ingatkan Perubahan Budaya Kerja

Foto : David Jackson - nusantaranews1.com

Menhut Lantik Pejabat Baru, Ingatkan Perubahan Budaya Kerja

Nusantaranews1.com – Rabu (8/7/2026), Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, melakukan pelantikan jabatan manajerial dan non-manajerial, serta mengambil sumpah pegawai negeri sipil (ASN) di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Acara ini menjadi momen untuk menyampaikan komitmen reformasi birokrasi yang tengah digencarkan oleh kementerian tersebut.

Reformasi Birokrasi dan Budaya Kerja

Dalam pidatonya, Raja Juli menekankan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya melibatkan perubahan struktur organisasi, tetapi juga transformasi budaya kerja dalam institusi. Ia menyadari bahwa proses ini tidak selalu lancar dan bisa menimbulkan ketegangan.

“Kalian adalah bagian utama dari perubahan ini. Semangat kerja kalian akan membawa Kemenhut menjadi lebih baik, menjaga kelestarian hutan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujar Raja Juli.

Penguatan Sumber Daya Manusia

Menhut juga menekankan pentingnya pengembangan kapasitas ASN melalui berbagai bentuk pembelajaran. Ia berharap para pegawai tetap berkembang secara terus-menerus, baik melalui pendidikan formal maupun non-formal.

“Jangan berhenti belajar. Pembelajaran bisa datang dari berbagai sumber, seperti pimpinan, rekan kerja, atau bahkan bawahan. Saya sendiri berkomitmen untuk terus belajar agar setiap keputusan diambil dengan pemahaman yang lengkap,” tambahnya.

Sistem Meritokrasi

Dalam upacara tersebut, Raja Juli juga menyampaikan rencana membangun sistem meritokrasi di Kemenhut. Menurutnya, promosi dan peningkatan karier ASN harus didasarkan pada kemampuan, kompetensi, serta hasil kerja.

“Saya sedang berupaya membangun sistem merit-based yang objektif. Tidak hanya mempertimbangkan latar belakang suku atau agama, tetapi juga kapasitas dan kinerja seseorang,” kata Raja Juli.

Sistem ini, meski belum sempurna, diharapkan menjadi warisan baik selama masa kepemimpinannya. Ia ingin semua penilaian dilakukan secara transparan dan digital, sehingga keputusan pelantikan menjadi lebih adil dan terukur.

Leave a Comment