Mentan: Petani Merauke Papua Selatan Makin Sejahtera dengan Teknologi iPhone
Nusantaranews1.com – Latest Update – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa petani di Merauke, Papua Selatan, semakin sejahtera berkat adopsi teknologi, termasuk penggunaan iPhone dalam operasional pertanian. Dalam kunjungan kerja ke Kampung Waninggap Kai, Sabtu (4/7/2026), ia menekankan peran inovasi digital dalam meningkatkan produktivitas padi dan kualitas hidup para petani. Dengan menggabungkan teknologi canggih, seperti drone dan aplikasi pertanian, mereka berhasil meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Mentan mengatakan bahwa penggunaan iPhone oleh petani bukan sekadar tren, melainkan bukti kemajuan teknologi yang mempercepat transformasi pertanian di wilayah tersebut. “Pemilik iPhone di tengah petani menunjukkan komitmen mereka untuk mengikuti perkembangan teknologi modern,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Merauke kini tidak hanya bergantung pada alat tradisional, tetapi juga pada solusi digital yang bisa diterapkan secara mandiri.
“Pemakaian perangkat pintar seperti iPhone membantu petani mengakses informasi pasar, mengelola lahan secara lebih efisien, dan meningkatkan pengawasan terhadap kondisi tanaman,” terang Mentan Amran. Ia menjelaskan bahwa teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memperkuat ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Dalam upaya mendorong pertanian modern, pemerintah terus berperan sebagai pengusaha teknologi. Dukungan ini berupa pelatihan penggunaan perangkat canggih, seperti drone untuk pemetaan lahan dan pemanfaatan aplikasi pengelolaan pertanian. Teknologi tersebut dianggap sebagai alat untuk meningkatkan kualitas produksi, sehingga memungkinkan petani menghasilkan padi yang lebih optimal dan berdaya tahan.
Dengan adopsi teknologi, hasil panen padi di beberapa area Merauke melonjak hingga mencapai antara 4 hingga 7 ton per hektare. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan produktivitas padi sebelumnya, yang hanya sekitar 3 ton per hektare. “Kenaikan hasil panen ini terjadi karena keberhasilan implementasi teknologi, termasuk penggunaan iPhone oleh petani,” tambah Mentan. Dukungan teknologi juga memungkinkan mereka memperluas area pertanian dan mengurangi risiko gagal panen.
Mekanisme Penerapan Teknologi di Merauke
Penerapan teknologi di Merauke tidak hanya mencakup perangkat digital, tetapi juga melibatkan integrasi alat modern seperti mesin transplanter dan penggiling beras. Pemimpin sektor pertanian menjelaskan bahwa penggunaan alat ini mempercepat proses budidaya, sehingga meningkatkan keuntungan secara keseluruhan. “Dengan mekanisasi yang disertai teknologi, petani bisa mengoptimalkan waktu dan tenaga,” kata Mentan. Ia menegaskan bahwa transformasi ini telah memberikan dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat.
Salah satu contoh nyata adalah Celivius Gebze, seorang operator drone dari Merauke, yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas produksi padi melalui teknologi. “Pak Celivius sudah membeli mobil sebagai bukti kesuksesan usaha pertaniannya,” tambah Mentan. Dengan teknologi canggih, petani seperti Celivius mampu menghasilkan pendapatan hingga 300 persen lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, menurut data yang diungkapkan oleh Bupati setempat.
Langkah Pemerintah dalam Mendorong Teknologi Pertanian
Pemerintah daerah terus mendorong adopsi teknologi pertanian melalui program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Tahun ini, 100 petani telah diberikan pelatihan penggunaan iPhone dan perangkat lainnya, seperti drone, untuk mengelola pertanian secara modern. “Kami ingin memastikan teknologi ini bisa diakses oleh semua lapisan petani, bukan hanya yang kaya,” jelas Mentan. Ia juga menyoroti peran pemerintah pusat dalam menyalurkan dana pengembangan pertanian digital.
Program transfer teknologi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru bagi generasi muda. Dengan memanfaatkan iPhone dan alat canggih lainnya, petani muda bisa menjadi pengusaha teknologi pertanian yang berkontribusi pada perekonomian daerah. “Mereka akan menjadi tulang punggung pengembangan pertanian di masa depan,” tegas Mentan. Ia optimis bahwa kesejahteraan petani akan terus meningkat seiring penerapan teknologi yang semakin luas.
