News

CFD Rasuna Said Ditiadakan Akhir Pekan Ini, Ada Puncak HUT DKI dan Hari Bhayangkara

Foto : Sandra Thomas - nusantaranews1.com

Key Strategy: CFD Rasuna Said Ditiadakan, Fokus pada Puncak HUT DKI dan Hari Bhayangkara

Nusantaranews1.com – Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan Key Strategy baru dalam mengelola kegiatan Car Free Day (CFD) pada akhir pekan ini. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa CFD di Jalan Rasuna Said, Kuningan, tidak dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026. Keputusan ini diambil untuk mengoptimalkan perayaan ulang tahun ke-499 Jakarta dan peringatan Hari Bhayangkara, yang akan menjadi pusat perhatian masyarakat. Dengan Key Strategy ini, pihak pemerintah berupaya menarik partisipasi lebih besar dari warga Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Perpindahan Fokus ke Sudirman–Thamrin

Dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6/2026), Pramono Anung menjelaskan bahwa penyelenggaraan CFD di Kuningan ditiadakan agar semua elemen kegiatan terpusat di kawasan Sudirman–Thamrin. “Kita ingin memaksimalkan kehadiran warga Jakarta, baik dari dalam maupun luar kota, dengan menggabungkan acara HUT DKI dan Hari Bhayangkara,” kata Pramono. Ia menegaskan bahwa ini adalah bagian dari Key Strategy untuk menciptakan pengalaman lebih menyeluruh bagi masyarakat.

“Dengan mengalihkan CFD ke Sudirman–Thamrin, kita dapat merayakan hari besar tersebut secara lebih meriah dan menarik partisipasi yang lebih luas,” ujarnya. Keputusan ini juga bertujuan mengurangi kemacetan di sekitar Kuningan yang sering terjadi saat acara berlangsung. Pemerintah akan fokus pada pengaturan lalu lintas yang lebih efektif di kawasan yang dipilih sebagai pusat perayaan.

Key Strategy dalam Kebijakan Tarif Satu Rupiah

Sebagai bagian dari Key Strategy, Pemprov DKI Jakarta juga mengumumkan kebijakan tarif satu rupiah untuk seluruh moda transportasi umum yang dikelola pemerintah provinsi. Kebijakan ini berlaku pada 28 Juni 2026, hari yang sama dengan acara utama. Pramono menyebutkan bahwa kebijakan tersebut dirancang agar masyarakat lebih mudah mengakses lokasi acara dan menikmati perayaan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Menurut informasi dari Dinas Perhubungan DKI, tarif satu rupiah akan diberlakukan pada semua jalur angkutan umum, termasuk bus, angkot, dan kereta api. “Kebijakan ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat, terutama dalam memperingati hari besar Jakarta dan Hari Bhayangkara,” tambah Pramono. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya menguntungkan warga Jakarta, tetapi juga pengguna KTP Indonesia yang berdomisili di luar kota.

Pengaturan Lalu Lintas yang Terpadu

Pengaturan lalu lintas di kawasan Sudirman–Thamrin akan diperketat agar tidak terjadi gangguan selama perayaan. Pemerintah menyatakan bahwa ruas jalan yang dipengaruhi meliputi Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Dukuh Atas, Jalan MH Thamrin, Jalan Mas Mansyur, dan sejumlah jalan lainnya. Pengaturan ini akan diberlakukan dari jam 14.00 hingga 23.00 WIB, seiring dengan aktivitas acara yang dimulai sejak sore hari.

“Pengaturan lalu lintas ini merupakan bagian dari Key Strategy untuk memastikan kenyamanan pengunjung dan menghindari kemacetan yang sering terjadi,” tutur Pramono. Ia menjelaskan bahwa rencana ini sudah direncanakan matang untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas selama acara berlangsung.

Antusiasme Masyarakat dan Rencana Kegiatan

Keputusan untuk mengalihkan CFD ke Sudirman–Thamrin ternyata mendapat sambutan positif dari sebagian besar masyarakat. Pemprov DKI Jakarta juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pengalaman berkendara dan berjalan kaki di kawasan yang dipilih. “Kita berharap kehadiran warga Jakarta lebih banyak di area ini, sehingga suasana perayaan menjadi lebih hidup dan ramai,” ungkap Pramono.

Menurut rencana, acara perayaan akan mencakup berbagai elemen seperti pertunjukan seni, pasar tradisional, dan kegiatan budaya yang menggambarkan kekayaan Jakarta. Pramono menyebutkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberlanjutan lingkungan, terutama dalam menyelenggarakan acara besar tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jalan.

Hasil Strategi Pemprov DKI Jakarta

Dengan Key Strategy ini, Pemprov DKI Jakarta berharap menciptakan sinergi antara kegiatan masyarakat dan pengelolaan infrastruktur. Penghapusan CFD di Kuningan dan fokus pada Sudirman–Thamrin dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta, baik dari segi transportasi maupun akses kegiatan budaya. “Kita ingin menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun Kota Jakarta yang lebih modern dan ramah lingkungan,” tambah Pramono.

Menurut rencana, acara akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 27 hingga 29 Juni 2026, dengan penekanan pada hari utama, 28 Juni. Pemprov DKI juga berharap kebijakan tarif satu rupiah dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama dari daerah sekitar Jakarta seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan. “Ini adalah Key Strategy yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota,” ujar Pramono dalam konferensi pers terakhir.

Leave a Comment