News

Historic Moment: 12 Tahun Nantikan Anak, Perempuan Ini Lahirkan Bayi Kembar 5

Perempuan Ethiopia Lahirkan Bayi Kembar 5 Setelah 12 Tahun Menunggu

Historic Moment datang saat seorang ibu di Mogadishu, Ethiopia, akhirnya melahirkan lima bayi kembar setelah menantikan selama 12 tahun. Peristiwa yang jarang terjadi ini menimpa Bedriya Adem, seorang warga Negara Bagian Harari, yang telah mengalami krisis kehamilan berulang dan dukungan dari masyarakat serta pemerintah menjadi kunci keberhasilannya.

Kelahiran Bayi Kembar: Cerita Keluarga yang Berharap

Bayi-bayi yang lahir, terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan, diberi nama Naif, Ammar, Munzir, Nazira, serta Ansar. Mereka lahir dalam kondisi sehat di Rumah Sakit Spesialis Hiwot Fana. Bedriya menjelaskan bahwa bayi terakhir memiliki berat lebih dari 1 kg, yang menurutnya menjadi tanda baik bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup anak-anak tersebut.

“Peluang seorang perempuan mengandung bayi kembar lima secara alami sangat langka, sekitar 1 banding 55 juta,” kata Abdulahi, dokter yang menangani kelahiran ini, kepada BBC. “Ini bukan hanya keajaiban medis, tapi juga Historic Moment yang menggambarkan ketahanan mental dan kepercayaan pada Tuhan.”

Proses persalinan yang berlangsung melalui operasi Caesar pada 6 Mei 2026, ternyata menghasilkan lebih banyak bayi daripada yang diperkirakan. Bedriya menyatakan awalnya diberitahu akan hamil empat bayi, namun di hari persalinan, muncul bayi kelima yang membuatnya tak bisa berkata-kata. “Saya berdoa hanya untuk satu anak, tapi Allah memberi saya lima,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Perjuangan Berabad: Kekerasan dan Harapan

Menurut Bedriya, kehamilan pertama dan kedua dirinya tergagalkan karena kondisi medis yang sulit. Dalam waktu lima tahun, ia kehilangan dua janin dan mengalami tekanan psikologis yang berat. “Seluruh warga desa membicarakan bahwa saya tidak bisa punya anak, hingga suamiku merasa khawatir,” katanya. Keberhasilan melahirkan bayi kembar lima menjadi bukti keteguhan hati dan doa yang tak pernah berhenti.

Sebagai seorang petani, Bedriya menghadapi tantangan ekonomi sejak kehamilan pertamanya. Namun, ia bersyukur atas bantuan dari keluarga, tetangga, dan program kesehatan masyarakat yang mendukungnya. “Saya percaya rezeki akan datang, bahkan jika perlu menunggu lebih lama,” tambahnya. Kelahiran ini juga menjadi momen penting bagi komunitas setempat, yang melihatnya sebagai simbol keberhasilan perjuangan untuk keberlanjutan keturunan.

Dokter Abdulahi menegaskan bahwa kelahiran bayi kembar lima membutuhkan persiapan khusus dan pemantauan intensif. “Kasus ini memperlihatkan bagaimana teknologi medis modern dan dukungan moral dapat mengubah nasib,” jelasnya. Keberhasilan ini juga menarik perhatian para ilmuwan yang tertarik mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kelahiran kembar di lingkungan pedesaan.

Sejak kelahiran bayi kembar lima, Bedriya dan keluarga berharap bisa membagikan pengalaman mereka sebagai contoh bagi ibu-ibu lain yang mengalami kesulitan hamil. “Ini Historic Moment yang tidak hanya berdampak pada kami, tapi juga menjadi inspirasi untuk banyak orang,” katanya. Mereka juga berencana untuk merayakan hari pertama bayi-bayi ini dengan membagikan cerita mereka di media lokal.

Leave a Comment