News

MPR Minta Maaf usai Viral Jawaban Peserta Lomba Cerdas Cermat Disalahkan Juri: Kami akan Evaluasi

MPR Minta Maaf usai Viral Jawaban Peserta Lomba Cerdas Cermat Disalahkan Juri: Kami akan Evaluasi

MPR Minta Maaf usai Viral Jawaban – Dalam sebuah peristiwa yang memicu perdebatan di media sosial, pimpinan MPR mengeluarkan permintaan maaf setelah terjadi kesalahan dalam penilaian lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di tingkat provinsi Kalimantan Barat. Insiden tersebut menimbulkan kontroversi dan memperoleh perhatian luas dari masyarakat, terutama setelah hasil penilaian diunggah ke berbagai platform daring.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dewan juri dan mekanisme perlombaan. Ia mengakui adanya kesalahan teknis dalam proses pengambilan suara serta aturan banding yang bisa memicu kebingungan di lapangan. “Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” ujar Akbar dalam pernyataannya, Senin (11/5/2026).

Kesalahan dalam Penilaian

Insiden terjadi saat sesi tanya jawab dalam babak akhir lomba. Regu C dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban yang terdengar sama dengan Regu B dari SMAN 1 Sambas. Namun, juri menilai Regu B sebagai pemenang, sementara Regu C mendapat nilai minus. Dalam

jawaban Regu C, siswi mengatakan, “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”

Juri kemudian menyatakan bahwa Regu C tidak menyebutkan komponen “pertimbangan DPD” dalam jawabannya, sehingga dinilai kurang lengkap.

Setelah itu, Regu C mengajukan keberatan. “Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti regu B,” tutur perwakilan tim tersebut. Pihak juri menegaskan bahwa perbedaan kunci terletak pada penekanan terhadap “pertimbangan DPD” yang tidak diucapkan oleh Regu C. Tim tersebut membantah klaim juri dan meminta penonton memberikan perspektif mereka untuk memastikan keadilan.

Akbar menyatakan bahwa MPR akan mengambil langkah untuk memperbaiki sistem perlombaan agar tidak terulang. “Lomba cerdas cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya. Evaluasi tersebut melibatkan peninjauan kembali proses teknis dan kebijakan penilaian yang berlaku.

Leave a Comment