Berita

Solution For: 3 Korban Tewas Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Terkubur Pasir, Operasi SAR Ditutup

Solution For: 3 Korban Tewas Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Terkubur Pasir, Operasi SAR Ditutup

Korban Tewas Ditemukan, Operasi SAR Berakhir

Solution For – Setelah berlangsung tiga hari, operasi pencarian dan evakuasi (SAR) akibat erupsi Gunung Dukono di Maluku berakhir dengan duka. Tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga pendaki yang hilang, dengan dua jenazah terakhir ditemukan tertimbun pasir vulkanik. Pencarian dilakukan pada hari ketiga, Minggu (10/5/2026), di lokasi yang berdekatan, mengakhiri proses evakuasi yang berlangsung intens.

Proses Evakuasi dan Teknologi SAR

Pencarian korban tewas dilakukan secara berkelanjutan, dengan tim SAR mengandalkan koordinat GPS yang telah ditandai sebelumnya untuk menggali pasir yang menutupi jenazah. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa semua korban yang hilang telah ditemukan, selesai seluruh proses evakuasi. Tiga jenazah yang ditemukan terdiri dari satu WNI dan dua WNA, yang memperlihatkan dampak erupsi terhadap pendaki asing.

“Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami hambatan karena pasir vulkanik menutupi area dengan kedalaman signifikan,” ujar Abdul Muhari. Tim SAR terus berupaya maksimal meskipun aktivitas vulkanik masih fluktuatif, dengan beberapa letusan kecil yang terjadi sepanjang operasi berlangsung.

Dalam upaya menemukan korban, tim SAR menggunakan teknik canggih seperti analisis data seismik dan drone untuk memetakan area terdampak. Teknologi ini mempercepat proses pencarian, meski masih memerlukan waktu intensif untuk menjangkau jenazah yang tertimbun. Dukono, yang terletak di Pulau Halmahera, kembali aktif setelah sebelumnya menunjukkan aktivitas letusan yang stabil.

Hasil SAR dan Penyelamatan Pendaki

Selain tiga jenazah, tim SAR juga berhasil menyelamatkan 15 pendaki dalam kondisi baik. Mereka terdiri dari 7 pendaki asal Singapura dan 8 warga Maluku, yang memberikan informasi kritis mengenai jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan korban. Informasi ini membantu tim SAR mempersempit area pencarian dan meningkatkan efisiensi operasi.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup. Abdul Muhari menegaskan bahwa keberhasilan ini berkat koordinasi yang baik antar instansi dan keterlibatan masyarakat sekitar. Meski begitu, pihak berwenang masih memantau aktivitas vulkanik secara berkala untuk memastikan tidak ada risiko kecelakaan lanjutan.

Solution For juga menjadi solusi dalam menangani situasi darurat. Setelah semua korban ditemukan, pihak setempat fokus pada penanganan korban dan evakuasi barang-barang yang terkena dampak erupsi. Kebijakan SAR yang terstruktur dan adaptif memperlihatkan bagaimana teknologi serta persiapan sebelumnya berperan dalam mengurangi dampak bencana.

Leave a Comment