News

Hercules Ngaku Pernah Diajak Prabowo Tinggal di Hambalang: Dia Khawatir Saya Dibunuh Orang

Hercules Pernah Diajak Prabowo Tinggal di Hambalang

Hercules Ngaku Pernah Diajak Prabowo Tinggal – Hercules, yang akrab disapa Rosario de Marshal, secara terbuka mengungkapkan bahwa ia pernah menerima tawaran untuk tinggal di Hambalang dari Prabowo Subianto. Pernyataan ini diberikan dalam acara perayaan ulang tahun ke-15 Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) di Istora Senayan. Menurut Hercules, tawaran tersebut terkait dengan sikapnya yang kerap mengkritik tajam terhadap lawan politik Prabowo. Ia mengungkapkan bahwa Prabowo merasa khawatir, karena narasi kerasnya dianggap bisa membahayakan kehidupannya.

Momen Tawaran dan Keterlibatan dalam Gerakan Politik

“Teman-teman, saya ditawarkan untuk tinggal di Hambalang. Karena saya pidato keras, semua lawan-lawan politik aku tantang semua, aku tantang semua. Jadi dia khawatir takutnya saya diapa-apain orang, dibunuh orang,” ujar Hercules dalam sambutan perayaan ulang tahun GRIB Jaya, Minggu (10/5/2025).

Tawaran itu, menurut informasi yang dihimpun, bukan sekadar simbol kepercayaan, melainkan juga bentuk dukungan dari Prabowo terhadap posisinya dalam dunia politik. Hercules mengatakan bahwa ia menolak tawaran tersebut, namun tetap mempertahankan komitmennya untuk mendukung Prabowo meski menghadapi ancaman dan tekanan. Ia juga menegaskan bahwa tawaran itu menunjukkan perhatian khusus yang diberikan oleh Prabowo kepada dirinya dan keluarga.

Konteks Hambalang dalam Gerakan Politik

Hambalang, yang merupakan istana kepresidenan di Tangerang, sering dianggap sebagai simbol kuasa dan pengaruh dalam lingkaran politik Indonesia. Keterlibatan Prabowo dengan Hercules menunjukkan bahwa ia ingin mendekatkan diri dengan tokoh-tokoh yang dianggap memiliki pengaruh besar di luar partai. Dalam konteks ini, Hercules menegaskan bahwa meskipun ia berada di pihak Prabowo, ia tetap menjaga sikap kritis terhadap berbagai isu yang menjadi fokusnya.

Prabowo dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam berbagai isu politik, termasuk pembelaan terhadap sejumlah pihak yang dianggap terancam oleh tekanan eksternal. Hercules mengungkapkan bahwa tawaran tinggal di Hambalang adalah bentuk pengakuan dari Prabowo terhadap konsistensi dan keberanian dirinya dalam menjalankan perannya sebagai pembicara publik. Meski menolak tawaran, ia tetap mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Prabowo.

Respons dari Pihak Prabowo dan Pembelaan Hercules

“Terima kasih buat Bapak. Bapak punya perhatian buat saya luar biasa. Perhatian buat saya dan anak istri saya luar biasa. Saya tidak bisa lupakan,” tambah Hercules dalam wawancara terpisah.

Dalam wawancara tersebut, Hercules juga menjelaskan bahwa ia berpikir tawaran itu adalah bentuk usaha Prabowo untuk memastikan keamanannya selama masih aktif dalam dunia politik. Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk tetap berada di luar lingkaran kekuasaan tetap terjaga, karena ia ingin menjaga kemandirian dan kemampuannya untuk menyampaikan pesan secara langsung kepada masyarakat.

Menurut sumber di lingkaran GRIB Jaya, tawaran itu bukan hanya simbol kepercayaan, tapi juga cara Prabowo untuk memperkuat posisinya dalam peta politik nasional. Meskipun Hercules menolak, ia tetap bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh Prabowo. Hal ini menunjukkan hubungan yang kompleks antara tokoh-tokoh politik yang saling bersaing namun tetap saling menghormati.

Dalam konteks terkini, Hercules terus bergerak di tengah perdebatan politik yang semakin sengit. Ia menganggap tawaran tinggal di Hambalang adalah bukti bahwa Prabowo masih menghargai perannya sebagai pembicara publik. Meski demikian, ia tetap berkomitmen untuk menyampaikan kebenaran sesuai dengan visi dan misinya, meski harus menghadapi berbagai tekanan dari pihak-pihak tertentu.

Leave a Comment