Anies Jadi Dewan Penasihat Riyadh, Jakarta Jadi Tolok Ukur Transportasi Publik
Anies Jadi Dewan Penasihat Riyadh – Anies Baswedan resmi menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (RCRC) dalam sebuah perjanjian yang menandai kerja sama internasional dalam pembangunan infrastruktur transportasi. Ia ditemani oleh sejumlah tokoh kota lainnya, yang menunjukkan antusiasme besar terhadap inisiatif Jakarta dalam menyederhanakan sistem angkutan umum. Posisi ini diharapkan menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan mendorong kemajuan kota Riyadh melalui pendekatan yang lebih terpadu.
Peluncuran Kerja Sama dengan Riyadh
Kerja sama ini berlangsung dalam rangka pengembangan strategi pengelolaan transportasi publik yang efisien. Anies Jadi Dewan Penasihat Riyadh menjadi simbol komitmen DKI Jakarta untuk menjadi referensi bagi kota-kota lain. Dalam sebuah pidato di acara Riyadh Competitiveness Forum (RCF), Anies menyampaikan bahwa Jakarta telah sukses menerapkan model transportasi terintegrasi, yang bisa menjadi pelajaran untuk kota besar di seluruh dunia.
Dalam diskusi, ia menekankan pentingnya kesinambungan antara angkutan umum dan infrastruktur pendukung seperti jalan raya serta terminal. Anies Jadi Dewan Penasihat Riyadh juga mengungkapkan bahwa sistem transportasi yang diangkat oleh Jakarta bukan hanya mengutamakan kenyamanan, tetapi juga keberlanjutan dan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pengalaman Jakarta sebagai Model
“Saya sangat berharap pengalaman Jakarta dapat menjadi dasar pembangunan kota yang lebih maju. Riyadh punya minat besar terhadap Jakarta sebagai tolok ukur keberhasilan transportasi publik terpadu,” tulis Anies dalam akun Instagram pribadinya, dikutip Sabtu (16/5/2026).
Sebagai mantan gubernur DKI Jakarta, Anies memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi tantangan pengelolaan transportasi kota besar. Dalam wawancara terpisah, ia menjelaskan bahwa model yang diterapkan di Jakarta memadukan berbagai layanan, seperti Bus TransJakarta, MRT, dan LRT, menjadi satu kesatuan yang terkoordinasi. Ini menunjukkan bahwa kota yang terus berkembang bisa mengatasi kemacetan dan polusi udara melalui perencanaan yang matang.
Peluncuran posisi Anies Jadi Dewan Penasihat Riyadh juga menjadi momentum bagi pihak Arab Saudi untuk belajar dari pengalaman negara-negara berkembang. Ia menyebut bahwa kota yang dikelola dengan baik perlu mengutamakan kesadaran masyarakat dan keterlibatan pemerintah serta swasta dalam mengelola sistem transportasi. Anies Jadi Dewan Penasihat Riyadh diberikan sejak tahun lalu, sebagai bagian dari amanah yang diberikan kepada dirinya.
Potensi Kolaborasi dan Tujuan Masa Depan
Kerja sama ini juga membuka peluang untuk menjalin kerja sama lebih dalam dalam bidang teknologi dan pengelolaan infrastruktur. Anies menilai bahwa tugas sebagai anggota Dewan Penasihat Riyadh adalah memberikan masukan tentang cara membangun kota yang ramah lingkungan dan menarik secara ekonomi. Ia berharap, model Jakarta bisa diadopsi oleh kota-kota lain di Indonesia dan dunia, sehingga menghasilkan kota yang lebih inovatif dan terjangkau.
Menurut Anies Jadi Dewan Penasihat Riyadh, sistem transportasi yang diintegrasikan bukan hanya mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menyoroti bahwa Jakarta menjadi tolok ukur keberhasilan karena mampu menyatukan berbagai aspek seperti teknologi, kebijakan, dan kebutuhan warga dalam satu kesatuan. Langkah ini diharapkan menjadi percontoh bagi kota-kota di luar negeri yang ingin membangun kota yang lebih baik.