News

Febrie Adriansyah Disebut Sempat Minta Sutrimo Kembali ke Jakarta, Transfer Uang Rp5 Juta untuk Ongkos

Daftar Isi
  1. Permintaan Pulang dari Banyumas dan Transfer Rp5 Juta: Jejak Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas di Jakarta
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Permintaan Pulang dari Banyumas dan Transfer Rp5 Juta: Jejak Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas di Jakarta

Nusantaranews1.com – Sebelum jasadnya ditemukan di ibu kota, Sutrimo — pria yang ditugaskan menjaga rumah kosong milik mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah — dilaporkan menerima instruksi untuk meninggalkan Banyumas, Jawa Tengah, dan kembali ke Jakarta. Informasi ini disampaikan oleh Aan Rohaeni, kuasa hukum keluarga almarhum, berdasarkan keterangan seorang saksi yang tinggal serumah dengan Sutrimo.

Kronologi Permintaan Pulang

Aan menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada 15 Juli 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Pada waktu itu, Sutrimo menyampaikan kepada saksi bahwa ia baru saja ditelepon oleh seseorang yang ia sebut sebagai “FA” atau “Bapak”. Dalam percakapan tersebut, Sutrimo mengaku diperintahkan pulang ke Jakarta dan bahwa tiket perjalanan sudah disiapkan.

“Menurut keterangan almarhum kepada saksi, memang yang menyuruh adalah Pak FA, atau panggilannya ‘Bapak’,” ujar Aan dalam program Rakyat Bersuara bertajuk ‘Orang Dekat Eks Jampidsus Tewas, Terkait Kasus?’ yang disiarkan iNews, Rabu (19/8/2026).

Sesampainya di Jakarta, Sutrimo kemudian dinyatakan meninggal dunia. Aan menegaskan bahwa perintah untuk kembali berasal langsung dari Febrie Adriansyah.

“Begitu keterangannya Sutrimo. Dia yang, Febrie Adriansyah yang menyuruh Sutrimo yang tadi ada di Banyumas untuk kembali ke Jakarta dan setelah di Jakarta meninggal,” kata dia.

Uang Ongkos dan Transfer Rp5 Juta

Sebelum keberangkatan, Sutrimo mengaku tidak memiliki dana untuk membeli tiket menuju Stasiun Purwokerto. Ia menyampaikan kondisi tersebut kepada Febrie, yang kemudian disebut bersedia menyalurkan sejumlah uang.

“Tadi yang related uang, begitu diperintah pulang, Sutrimo menyampaikan, ‘Pak, saya nggak punya uang untuk ke stasiun pun nggak punya, karena memang kemarin saya pergi nggak bawa uang, pulang nggak bawa uang,'” ujar Aan menirukan keterangan Sutrimo.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari saksi, dana sebesar Rp5 juta telah ditransfer untuk keperluan ongkos perjalanan Sutrimo.

“Dan menurut informasi saksi, memang sudah ditransfer sebesar Rp5 juta,” ujarnya.

Keberangkatan ke Stasiun dan Jejak yang Belum Terjawab

Sutrimo juga pernah menyebut bahwa dua orang akan menjemputnya di Stasiun Purwokerto. Namun kenyataannya, ia berangkat sendiri menuju stasiun dan diantar oleh saksi yang serumah dengannya.

“Kita tidak tahu. Dua orang. Sutrimo berangkat sendiri ke Stasiun Purwokerto, diantar sama saksi,” ucapnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga belum memperoleh bukti rekening yang dapat memverifikasi adanya transfer Rp5 juta tersebut. Aan mengakui bahwa akses ke rekening terkait masih belum tersedia dan proses pengecekan sedang berjalan.

“Kita tidak tahu, belum ditemukan rekeningnya sampai sekarang tidak bisa diakses, tidak ditemukan. Sebentar lagi kita sedang proses,” tuturnya.

Frequently Asked Questions

What is Febrie Adriansyah Disebut Sempat Minta Sutrimo?

Febrie Adriansyah Disebut Sempat Minta Sutrimo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Febrie Adriansyah Disebut Sempat Minta Sutrimo matter?

Febrie Adriansyah Disebut Sempat Minta Sutrimo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment