News

Arahan Prabowo, Pemerintah Gandeng OceanX Teliti 7 Taman Nasional Laut

Foto : David Jackson - nusantaranews1.com

Arahan Prabowo Pemerintah Gandeng OceanX Teliti 7 Taman Nasional Laut untuk Penguatan Data Ilmiah Konservasi Maritim Indonesia

Nusantaranews1.com – Jakarta — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan resmi mengumumkan langkah strategis dalam memperluas kerja sama internasional dengan OceanX, lembaga riset kelautan terkemuka dunia. Inisiatif besar ini bertujuan untuk meneliti secara mendalam tujuh kawasan taman nasional yang berada di ekosistem maritim Indonesia. Langkah ini sepenuhnya sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang secara tegas menginginkan pendekatan ilmiah dan berbasis data dalam pengelolaan seluruh wilayah konservasi nasional.

Dalam kerangka Arahan Prabowo Pemerintah Gandeng OceanX, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pemetaan dan perlindungan biodiversitas laut Indonesia. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa program ini akan menjadi tonggak baru dalam pengelolaan kawasan konservasi yang mengedepankan transparansi dan akurasi data ilmiah.

Delapan Kawasan Konservasi dengan Komponen Laut Signifikan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa wilayah kerja Kementerian tidak hanya terbatas pada daratan. Ia menjelaskan secara rinci bahwa beberapa taman nasional juga memiliki komponen laut yang sangat signifikan dan memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaannya.

Kami kehutanan, tapi wilayah kami juga ada di laut, contohnya TN Komodo, TN Wakatobi, TN Kepulauan Seribu, TN Cendrawasih, TN Togean, total ada 7 taman nasional. Kami terbuka untuk kolaborasi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Menhut menerima delegasi OceanX di kantor Kementerian Kehutanan pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Kehadiran delegasi OceanX menandai dimulainya fase baru dalam kerja sama penelitian kelautan antara Indonesia dan lembaga internasional tersebut.

Penguatan Data Ilmiah untuk Konservasi Laut

Menurut Raja Juli Antoni, tugas Kementerian tidak terbatas hanya pada pemantauan dan evaluasi rutin. Upaya pemulihan ekosistem laut juga menjadi prioritas utama, salah satunya melalui program penanaman terumbu karang yang telah dimulai di beberapa lokasi strategis.

Kerjasama dengan OceanX diharapkan mampu meningkatkan kualitas data ilmiah yang menjadi fondasi pengelolaan kawasan konservasi. Menteri menekankan pentingnya dasar penelitian yang kuat dalam setiap kebijakan yang diambil untuk memastikan keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.

Pengelolaan kawasan konservasi laut harus didasarkan pada data dan riset ilmiah yang kuat. Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh dalam meningkatkan pengelolaan taman nasional laut di Indonesia, termasuk memperkaya ketersediaan data pembanding (baseline data), pemetaan bawah laut, hingga inventarisasi keanekaragaman hayati.

Misi OceanX dan Dampaknya bagi Indonesia

Vincent Pieribone, yang menjabat sebagai CEO sekaligus Chief Science Officer OceanX, mengungkapkan bahwa organisasi tersebut sudah menjalankan dua misi penelitian di Indonesia sebelumnya. Saat ini, fokus utama berada di Sulawesi Utara untuk mempelajari keanekaragaman hayati laut secara komprehensif.

Melalui perjanjian ini, OceanX akan mendukung pengumpulan informasi spasial dan biodiversitas di wilayah konservasi. Semua data yang diperoleh akan menjadi hak milik Kementerian Kehutanan dan digunakan sebagai acuan penyusunan kebijakan berbasis sains yang akurat.

Tujuan ekspedisi adalah untuk collecting data berupa data spasial dan biodiversitas. Nantinya data ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Sehingga kebijakan yang dihasilkan berbasis sains.

Raja Juli Antoni menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi yang mengutamakan scientific data sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan dukungan OceanX, Indonesia diharapkan dapat menjadi pemimpin regional dalam pengelolaan ekosistem laut berbasis penelitian ilmiah.

Leave a Comment