Lifestyle

Waspada! Posisi Tidur Salah Bisa Bikin Badan Bungkuk

Daftar Isi
  1. Waspada Posisi Tidur Salah Bisa Mengubah Postur Tubuh Secara Bertahap
  2. Related Reading

Waspada Posisi Tidur Salah Bisa Mengubah Postur Tubuh Secara Bertahap

Nusantaranews1.com – Waspada Posisi Tidur Salah Bisa menyebabkan perubahan postur tubuh yang signifikan dalam jangka panjang. Kebiasaan tidur yang sering dianggap sepele ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan fisik. Posisi istirahat yang tidak tepat dan dilakukan secara rutin berpotensi mengubah bentuk tulang belakang serta memicu berbagai gangguan muskuloskeletal.

dr Tirta Mandira Hudhi, seorang dokter sekaligus influencer kesehatan, mengungkap hubungan erat antara cara tidur dengan bentuk postur seseorang. Menurutnya, efek dari posisi tidur yang salah tidak serta-merta terasa setelah beberapa malam. Dampak tersebut justru terakumulasi perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Hal ini juga menjadi alasan mengapa dokter spesialis ortopedi sub-spine sering menangani masalah postur akibat kebiasaan tidur.

“Sebenarnya ini yang menjawab harusnya dokter spesialis ortopedi sub-spine. Tapi jawabannya itu adalah fakta. Jadi jawabannya adalah memang betul, posisi tidur selama bertahun-tahun itu akan mempengaruhi postur,” ujar dr Tirta, dikutip Kamis (13/8/2026).

Risiko Bantal Keras dan Tinggi Terhadap Leher

Salah satu kebiasaan yang perlu diwaspadai adalah penggunaan bantal yang terlalu keras dan tinggi. Kondisi ini membuat leher tidak berada dalam posisi optimal saat beristirahat, yang lama-kelamaan dapat mengubah postur tubuh. dr Tirta memberikan gambaran mengenai dampak jangka panjang dari kebiasaan ini.

“Contoh orang yang biasanya tidurnya pakai bantal keras tinggi, jadi dia nanti kalau jalan gini nih ( bungkuk ). Paling nanti usia 40 nyeri servikal, 57, matinya ya paling lumpuh, stroke, jepit,” ucapnya.

Pentingnya Memilih Kasur yang Tepat

Selain bantal, pemilihan kasur juga menjadi faktor krusial. dr Tirta menjelaskan bahwa variasi harga kasur di pasaran tidak hanya soal merek, tetapi juga teknologi penopang tulang belakang yang digunakan. Perbedaan antara kasur seharga 160 juta rupiah dengan yang hanya 160 ribu rupiah terletak pada fitur spine support dan memory foam.

“Itu alasan kenapa ada kasur harganya 160 juta dan ada kasur harganya cuma 160 ribu. Pembedanya adalah kasur-kasur yang harganya ratusan juta tersebut, itu memiliki spine support dan memory. Karena tubuh manusia itu berbeda-beda,” katanya.

Setiap individu memiliki kebutuhan kasur yang berbeda-beda sesuai dengan anatomi tubuhnya. Permukaan kasur harus mampu memberikan dukungan yang sesuai saat seseorang tidur. dr Tirta membagikan pengalaman pribadinya sebagai contoh.

“Contoh, saya genetiknya tuh gede di otot sini, rhomboid sama latissimus dorsi atau sayap. Sehingga ketika saya tidur miring, sakit ini bahunya. Sehingga saya membutuhkan kasur yang dia kalau tidur, ininya harus bahunya harus tenggelam. Kalau enggak, sini akan sakit, tension sampai sini,” ujarnya.

Perhatian Khusus untuk Kondisi Tertentu

Bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan tulang belakang, pemilihan tempat tidur menjadi semakin penting. Kondisi seperti skoliosis dan HNP (herniated nucleus pulposus) atau saraf terjepit memerlukan perhatian ekstra terhadap posisi tubuh saat beristirahat.

“Yang kedua, bagi orang yang memiliki riwayat penyakit skoliosis, itu juga tidurnya harus khusus. Bagi orang yang memiliki HNP atau saraf terjepit di bagian lumbal 4 atau 5, dia harus memiliki tempat tidur yang ada lumbar support-nya,” ucap dr Tirta.

Kebiasaan tidur dengan posisi yang kurang tepat sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja, terutama jika sudah menimbulkan nyeri atau ketidaknyamanan. Pemilihan bantal dan kasur perlu disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan tubuh. Keluhan yang menetap sebaiknya segera diperiksakan kepada tenaga medis untuk penanganan yang tepat.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Posisi Tidur

Apakah posisi tidur miring lebih baik untuk postur tubuh? Posisi tidur miring bisa lebih baik bagi sebagian orang, terutama jika menggunakan kasur yang sesuai dengan bentuk tubuh. dr Tirta menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan kasur yang berbeda-beda sesuai dengan anatomi tubuhnya.

Berapa lama dampak posisi tidur salah baru terasa? Dampak posisi tidur yang salah tidak serta-merta terasa setelah beberapa malam. Dampak tersebut justru terakumulasi perlahan-lahan selama bertahun-tahun, sehingga banyak orang baru menyadarinya di usia 40 tahun ke atas.

Bagaimana cara memilih kasur yang tepat? Kasur yang tepat harus memiliki spine support dan memory foam yang sesuai dengan bentuk tubuh. dr Tirta menyarankan untuk memperhatikan fitur penopang tulang belakang, bukan hanya merek atau harga kasur.

Apakah bantal keras selalu buruk untuk tidur? Bantal yang terlalu keras dan tinggi dapat membuat leher tidak berada dalam posisi optimal. dr Tirta memperingatkan bahwa kebiasaan ini bisa menyebabkan bungkuk dan nyeri servikal di usia 40 tahun.

Leave a Comment