Sering Tidur Pakai Softlens? Hati-Hati Risiko Infeksi Mata
Daftar Isi
Tidur dengan Softlens Dapat Tingkatkan Risiko Infeksi Mata
Nusantaranews1.com – Pengguna lensa kontak perlu memberi perhatian serius pada kebiasaan memakai softlens hingga tertidur. Praktik tersebut tidak hanya dapat membuat mata terasa kering atau tidak nyaman saat bangun, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan risiko infeksi mata yang cukup besar, terutama bila dilakukan berulang kali.
Dokter dan influencer kesehatan dr Aditya Surya Pratama mengingatkan bahwa softlens seharusnya dilepas sebelum tidur. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menunjukkan pemakaian lensa kontak saat tidur dapat menaikkan risiko infeksi mata sekitar enam hingga delapan kali lipat.
“Nah, justru yang harus kamu takutkan itu bukan masalah si softlens-nya masuk ke dalam tubuh, tapi softlens yang enggak pernah dilepas bahkan sampai ketika kamu tidur. Jadi masuk 24 jam, dari malam sampai pagi sampai besoknya lagi,” ujar dr Aditya, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Kornea Membutuhkan Pasokan Oksigen
Bahaya utama tidur dengan softlens berkaitan dengan kebutuhan oksigen pada kornea, yaitu bagian bening di permukaan depan mata. Kornea tidak memiliki pembuluh darah. Karena itu, oksigen untuk jaringan tersebut salah satunya diperoleh dari udara yang mencapai mata melalui lapisan air mata.
Saat seseorang terlelap, kelopak mata menutup dan aliran oksigen ke kornea secara alami berkurang. Jika kornea pada waktu yang sama tertutup lensa kontak, kondisi itu dapat semakin membatasi pasokan oksigen. Akibatnya, jaringan kornea berisiko mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen.
“Kornea kita ini enggak punya pembuluh darah dan salah satu sumber oksigennya itu berasal langsung dari udara melalui air mata. Jadi ketika mata ditutup saat tidur, oksigen yang sampai ke kornea itu memang pasti akan berkurang,” kata dia.
Hipoksia kornea dapat memicu perubahan pada lapisan epitel, yakni lapisan permukaan kornea yang berperan sebagai pelindung. Saat pertahanan permukaan mata terganggu, peradangan lebih mudah muncul dan mikroorganisme memiliki peluang lebih besar memicu infeksi. Risiko ini menjadi alasan penting untuk tidak menganggap pemakaian softlens semalaman sebagai kebiasaan sepele.
Infeksi Kornea Bisa Menjadi Masalah Serius
Salah satu gangguan yang perlu diwaspadai adalah microbial keratitis, yaitu infeksi pada kornea. Kondisi ini dapat berkembang menjadi serius karena kornea berperan penting dalam proses penglihatan. Pada kasus berat, infeksi dapat merusak struktur kornea sehingga pasien membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif.
CDC juga mencatat bahwa infeksi kornea yang parah dapat berakhir pada kebutuhan transplantasi kornea. Karena dampaknya dapat mengganggu fungsi mata, pencegahan melalui kebiasaan sederhana—melepas lensa kontak sebelum tidur—menjadi langkah yang sangat berarti bagi pengguna softlens.
Penggunaan lensa kontak yang aman tidak berhenti pada pemilihan produk atau tampilan kosmetik semata. Pengguna juga perlu memperhatikan waktu pemakaian, kebersihan tangan ketika memasang dan melepas lensa, serta kondisi mata setiap hari. Bila mata mulai terasa tidak biasa, sebaiknya jangan memaksakan penggunaan softlens hingga keluhan mereda atau telah diperiksa tenaga medis.
Kenali Tanda Mata Bermasalah
Sejumlah gejala setelah menggunakan lensa kontak perlu segera diperhatikan, khususnya bila seseorang sempat tidur dengan softlens masih terpasang. Mata merah, rasa nyeri, silau atau lebih sensitif terhadap cahaya, mata berair, dan keluarnya kotoran mata secara terus-menerus termasuk tanda yang tidak boleh diabaikan.
Perubahan penglihatan juga perlu menjadi perhatian. Pandangan yang mendadak kabur dapat menandakan adanya gangguan pada mata, terlebih bila muncul bersama rasa sakit dan kemerahan. Apabila keluhan semakin berat, pemeriksaan ke dokter spesialis mata perlu dilakukan sesegera mungkin.
Langkah ini penting karena gejala pada permukaan mata dapat tampak ringan di awal, sementara penyebabnya belum tentu sederhana. Menunda pemeriksaan ketika nyeri, kemerahan, atau gangguan penglihatan bertambah dapat meningkatkan risiko masalah berkembang lebih jauh.
Softlens yang Hilang Tidak Masuk ke Belakang Mata
Selain soal tidur dengan lensa kontak, dr Aditya juga menyinggung kekhawatiran yang sering muncul ketika softlens mendadak tidak terlihat pada kornea. Lensa kontak yang tampak hilang tidak akan masuk ke belakang bola mata. Dalam banyak keadaan, softlens mungkin terlipat, bergeser, atau tersangkut di area bawah kelopak mata.
“Jadi kalau kamu softlens-nya hilang, itu jangan dikorek-korek, jangan panik, apalagi pakai kuku nih, terus ditusuk-tusuk pakai apa pun. Bahaya,” ujar dr Aditya.
Pengguna dapat mencoba berkedip perlahan dan memakai lubricating eye drops atau tetes mata pelumas. Setelah itu, area di bawah kelopak mata dapat diperiksa dengan hati-hati. Hindari menekan bola mata, mengorek dengan jari, atau memakai kuku dan benda lain untuk mencari lensa karena tindakan tersebut justru dapat melukai permukaan mata.
Jika softlens tetap tidak ditemukan, disertai mata yang makin sakit atau semakin merah, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata menjadi pilihan yang tepat. Pesan utamanya sederhana: jangan menggunakan lensa kontak selama 24 jam tanpa dilepas, dan pastikan softlens sudah dilepaskan sebelum waktu tidur.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sering Tidur Pakai Softlens Hati Hati?
Sering Tidur Pakai Softlens Hati Hati is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sering Tidur Pakai Softlens Hati Hati matter?
Sering Tidur Pakai Softlens Hati Hati matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.