Gugat Hak Asuh dari Sarwendah, Ruben Onsu Nilai Anak Berada di Lingkungan Tidak Aman
Nusantaranews1.com – Menjadi perhatian utama publik setelah Ruben Onsu mengajukan gugatan hak asuh anak terhadap Sarwendah. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menjelaskan bahwa Main Agenda ini bertujuan untuk memastikan keberadaan anak dalam lingkungan yang lebih kondusif dan aman. Poin utama dalam gugatan mencakup dugaan eksploitasi anak melalui aktivitas seperti live TikTok di malam hari, yang dianggap mengganggu pertumbuhan psikologis dan fisik anak-anak.
Alasan Gugatan Hak Asuh Anak
Minola Sebayang mengungkapkan bahwa gugatan yang diajukan Ruben Onsu tidak hanya tentang pembagian waktu pertemuan, tetapi juga mencakup perlindungan anak dari lingkungan yang dinilai kurang tepat. “Main Agenda kami adalah melindungi anak dari situasi yang bisa merusak masa depan mereka,” jelas kuasa hukum Ruben melalui Zoom, beberapa hari lalu. Ia menyebutkan bahwa Sarwendah tidak memenuhi komitmen yang tertera dalam akta pernikahan dan kesepakatan sebelumnya, sehingga membuat Main Agenda ini menjadi penting untuk memastikan kebijakan pengasuhan yang adil.
Dalam penjelasannya, Minola menekankan bahwa anak di bawah umur perlu perlindungan ekstra, terutama dalam hal penggunaan media sosial. Ia menyampaikan bahwa anak-anak sering terlibat dalam aktivitas yang berpotensi memicu stres atau kecanduan, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan yang memadai. “Main Agenda ini mencakup isu kesejahteraan anak, termasuk pengaruh lingkungan sosial dan keluarga,” tambahnya.
Pembagian Waktu Pertemuan Anak
Kuasa hukum Ruben Onsu juga menyoroti pembagian waktu pertemuan anak dengan kedua orang tua. Sebelumnya, terdapat kesepakatan yang dibuat di hadapan notaris, tetapi tidak dijalankan sesuai harapan. Menurut Minola, anak-anak seharusnya bisa bertemu Ruben dua sampai tiga hari dalam seminggu, tetapi kenyataannya jauh dari target tersebut.
“Main Agenda kami juga mencakup upaya untuk menjadikan pembagian waktu pertemuan anak lebih transparan dan adil,” terang Minola. Ia menambahkan bahwa pengadilan akan menjadi tempat yang tepat untuk menegakkan kepastian hukum, sehingga anak-anak tidak lagi menjadi sasaran perdebatan antara kedua orang tua.
Reaksi Publik dan Dukungan Ruben Onsu
Isu gugatan hak asuh ini memicu respons dari berbagai pihak. Banyak warganet mendukung tindakan Ruben Onsu, menilai bahwa Main Agenda ini adalah langkah strategis untuk melindungi anak dari lingkungan yang dianggap kurang stabil. “Ruben Onsu punya alasan kuat untuk menggugat, terutama mengingat dampak negatif dari aktivitas TikTok yang sering dilakukan Sarwendah,” kata salah satu netizen dalam komentar di media sosial.
Di sisi lain, ada pihak yang mempertanyakan keadilan dalam gugatan tersebut. Mereka berpendapat bahwa Sarwendah juga memiliki peran penting dalam kehidupan anak-anak dan tidak boleh dianggap sepenuhnya salah. “Main Agenda ini mungkin benar, tetapi kita juga perlu mempertimbangkan aspek kekeluargaan,” kata seorang warganet lain. Meski demikian, Ruben Onsu tetap berharap bahwa pengadilan akan menegaskan hak-hak anak secara jelas.
Konteks Kasus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Gugatan hak asuh anak ini diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tempat di mana kasus keluarga dan hukum perdata sering dibahas. Menurut Minola, proses hukum ini akan memastikan bahwa anak-anak mendapatkan perhatian dan perlindungan yang maksimal. “Main Agenda kami adalah agar anak-anak tidak lagi dipaksa untuk memilih antara dua orang tua,” ujarnya.
Dalam persidangan, Ruben Onsu akan menyampaikan bukti-bukti yang mendukung dugaan eksploitasi anak, seperti aktivitas TikTok yang dilakukan Sarwendah selama malam hari. Ia juga akan membahas pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan anak-anak. “Main Agenda ini tidak hanya tentang hak asuh, tetapi juga tentang kesejahteraan jangka panjang anak,” tambah Minola.
Dengan adanya gugatan ini, Ruben Onsu berharap akan ada kejelasan dalam peran masing-masing orang tua. Ia menegaskan bahwa Main Agenda ini merupakan bagian dari upaya memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terarah. Proses hukum ini juga diharapkan bisa menjadi contoh untuk kasus serupa di masa depan.
