Bukan Daging Kambing, Ternyata Ini Penyebab Kolesterol Naik
Bukan Daging Kambing – Daging kambing sering kali disalahpahami sebagai penyebab utama kenaikan kolesterol, terutama saat perayaan Idul Adha yang diiringi kegemaran masyarakat akan makanan berlemak. Namun, Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kambing bukanlah musuh utama bagi kesehatan jantung, melainkan kebiasaan memasak dan kombinasi bahan tambahan yang sering kali terlewatkan. Dalam video Instagram yang diunggah pada 28 Mei 2026, ia menjelaskan bahwa lemak jenuh dalam daging kambing justru lebih rendah dibandingkan daging sapi. Dengan demikian, konsumsi daging kambing sendiri tidak selalu menjadi penyebab utama masalah kolesterol, melainkan cara pengolahan yang kurang tepat.
Misconception Seputar Daging Kambing
Masyarakat cenderung mengaitkan kenaikan kolesterol dengan konsumsi daging kambing, padahal hal tersebut lebih berkaitan dengan jenis lemak yang dikandung oleh makanan tersebut. Menkes Budi mengklarifikasi bahwa daging kambing tidak memiliki kandungan lemak jenuh yang berlebihan, sehingga konsumsinya dalam porsi normal tidak akan langsung memicu masalah kesehatan. “Bukan daging kambing yang memicu kenaikan kolesterol, tapi cara masaknya yang tidak sehat,” jelasnya. Ini mengungkap bahwa kebiasaan menambahkan santan, jeroan, atau garam berlebihan dalam masakan daging kambing adalah faktor dominan yang perlu diperhatikan.
Konsumsi lemak jenuh berlebihan, baik dari daging sapi maupun daging kambing, bisa menyebabkan peningkatan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh. Namun, perbedaan kandungan lemak antara kedua jenis daging ini justru membuat kambing lebih disarankan untuk penderita penyakit jantung. Menkes Budi menekankan bahwa kebiasaan memasak yang kurang sehat, seperti menggoreng atau menambahkan minyak berlebihan, justru menjadi biang kelakuan kolesterol tinggi. “Bukan daging kambing yang memicu kenaikan kolesterol, tapi bahan-bahan yang ditambahkan saat memasak,” tambahnya. Ini mengarah pada pentingnya pemahaman masyarakat tentang komposisi makanan yang sebenarnya berpengaruh pada kesehatan.
Faktor Lain yang Berperan dalam Kolesterol Tinggi
Selain cara pengolahan, faktor lain seperti pola hidup sehat juga berperan besar dalam mengontrol kadar kolesterol. Menkes Budi menyarankan bahwa masyarakat perlu memperhatikan asupan lemak tak jenuh baik (omega-3) yang bisa membantu menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan HDL (kolesterol baik). Hal ini berarti bahwa daging kambing bisa menjadi bagian dari menu sehat, selama dibuat dengan bahan yang tepat. “Bukan daging kambing itu sendiri, tapi pola makan yang tidak seimbang,” katanya.
Ada juga peran genetik dan gaya hidup dalam kenaikan kolesterol. Meski daging kambing tidak memicu langsung, individu dengan riwayat keluarga yang rentan terhadap penyakit jantung mungkin lebih rentan terhadap efek negatif dari lemak yang dikonsumsi. Menurut Menkes Budi, faktor seperti kurangnya aktivitas fisik, stres berlebihan, atau kebiasaan merokok juga bisa memperparah kondisi tersebut. Dengan memahami bahwa kambing bukan penyebab utama kenaikan kolesterol, masyarakat bisa lebih fokus pada mengatur pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.
Langkah untuk Mengendalikan Kolesterol dengan Bahan Sehat
Dalam upaya menjaga kolesterol tetap terkendali, penting untuk memilih bahan tambahan yang tidak berlebihan. Menkes Budi mengatakan bahwa santan, jeroan, dan gula yang sering digunakan dalam masakan tradisional bisa menjadi musuh tersembunyi bagi kesehatan. “Bukan daging kambing yang berdampak negatif, tapi bahan-bahan yang ditambahkan saat memasak,” tuturnya. Sebagai solusi, ia menyarankan untuk mengganti santan dengan air kaldu atau susu rendah lemak, serta mengurangi penggunaan garam dan gula secara signifikan.
Beberapa masakan kambing seperti sate atau rendang juga bisa mengandung lemak jenuh jika ditempatkan dalam jumlah berlebihan. Menkes Budi mengingatkan bahwa konsumsi daging kambing dalam porsi sedang dan dikombinasikan dengan sayuran serta buah-buahan bisa memberikan manfaat kesehatan. Dengan demikian, konsumsi daging kambing tidak perlu dihindari, selama diproses secara sehat dan tidak mengandalkan bahan tambahan yang berlebihan.
“Bukan daging kambing yang menyebabkan kolesterol naik, tapi cara mengolahnya. Daging kambing itu sendiri sehat, cuma kalau ditambahkan santannya banyak, jeroannya, garamnya, dan gulanya, itu justru menambah risiko kesehatan,” kata Menkes Budi.
Menurutnya, masyarakat perlu lebih teliti dalam memilih bahan-bahan yang digunakan saat memasak, karena komposisi ini bisa memengaruhi kadar kolesterol secara signifikan. Selain itu, mengetahui bahwa daging kambing bukanlah penyebab utama kenaikan kolesterol bisa membantu mengurangi stres makanan dan meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat.