Banyak Pasien Kanker Tak Nafsu Makan Setelah Didiagnosis, Ini Dampaknya
Banyak Pasien Kanker Tak Nafsu Makan setelah menerima diagnosis, hal ini sering kali menjadi tantangan dalam proses pemulihan kesehatan. Ketika seseorang diberitahu bahwa dirinya menderita kanker, respons emosional seperti cemas, kekecewaan, atau bahkan depresi bisa langsung memengaruhi pola makan. Menurut Dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK (K), yang menjadi pembicara dalam acara ‘Supportive Care in Cancer’ pada Siloam Oncology Summit 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, kehilangan nafsu makan bukan hanya gejala sementara, melainkan kondisi yang perlu diatasi secara serius.
Dampak Penurunan Nafsu Makan pada Pasien Kanker
Pasien kanker yang mengalami Banyak Pasien Kanker Tak Nafsu Makan menghadapi risiko penurunan berat badan signifikan, yang dapat mempercepat progresi penyakit atau mengurangi efektivitas pengobatan. Selain itu, kekurangan nutrisi membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan menurunkan daya tahan imun. Kehilangan massa otot juga bisa terjadi, terutama pada pasien yang menjalani kemoterapi atau radioterapi, karena protein tidak terpenuhi secara optimal.
Menurut data klinis, sekitar 50 persen pasien kanker mengalami malnutrisi sejak awal terapi, termasuk di dalamnya Banyak Pasien Kanker Tak Nafsu Makan. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi secara dini, sehingga memperparah proses penyembuhan. Dr. Fiastuti menekankan bahwa nafsu makan yang berkurang bukan hanya disebabkan oleh emosi, tetapi juga oleh perubahan metabolisme dan efek samping obat.
“Kehilangan selera makan bisa berdampak luar biasa pada pemulihan pasien. Jika tidak diatasi, mereka bisa kehilangan energi, kesulitan beraktivitas, dan bahkan meningkatkan risiko komplikasi selama pengobatan,” ujar Dr. Fiastuti dalam sesi diskusi.
Salah satu penyebab utama Banyak Pasien Kanker Tak Nafsu Makan adalah efek dari kemoterapi dan radioterapi yang menyebabkan mual, muntah, serta gangguan menelan. Selain itu, perubahan hormon, seperti peningkatan kortisol, bisa memengaruhi metabolisme tubuh dan menurunkan respons terhadap makanan. Pasien juga sering mengalami rasa sakit di mulut atau perut yang mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan.
Strategi Pemulihan Nutrisi untuk Pasien Kanker
Untuk mengatasi Banyak Pasien Kanker Tak Nafsu Makan, dokter menyarankan penggunaan suplemen nutrisi oral (ONS) sebagai solusi praktis. Susu UHT biasa tidak lagi cukup efektif, karena kandungan nutrisinya tidak dirancang untuk mengimbangi kebutuhan pasien kanker. ONS, yang berbentuk cair, bisa disedot secara langsung dan membantu memenuhi asupan protein, lemak, serta vitamin yang diperlukan.
Dokter menambahkan bahwa penggunaan ONS juga membantu mempertahankan berat badan ideal selama pengobatan. Produk ini tersedia dalam berbagai formula, seperti tinggi protein untuk menjaga massa otot, kaya omega-3 untuk mengurangi peradangan, atau nutrisi khusus yang dibuat untuk pasien dengan gejala tertentu. Selain itu, pasien dianjurkan untuk makan secara teratur, meskipun hanya dalam jumlah kecil, serta menghindari makanan berat yang memicu rasa mual.
Kehilangan nafsu makan juga bisa dikelola dengan metode seperti konseling psikologis atau teknik relaksasi untuk mengurangi stres. Dr. Fiastuti menekankan pentingnya kerja sama antara pasien, keluarga, dan tim medis agar strategi nutrisi bisa diterapkan secara optimal. Ia menambahkan bahwa nafsu makan yang berkurang bisa pulih dengan tindakan tepat, terutama jika diniatkan sejak awal diagnosis.