Special Plan BRI Bantu KWT Mawar 8 Jaga Mutu Sayuran Makin Berkualitas
Special Plan – Program Special Plan yang dicanangkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hasil panen KWT Mawar 8. Kelompok tani ini berada di RW 004 Kelurahan Porisgaga Baru, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, dan kini berhasil mempertahankan standar sayuran segar dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi. Dengan dukungan dari BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta BRInita, pengelolaan kebun hidroponik di sini semakin terstruktur, terutama dalam menjaga kualitas tanaman secara konsisten.
“Special Plan ini sangat membantu kami dalam menjaga kualitas sayuran. Kita panen kalau ada ulat, sekarang saja. Kita jual meski belum maksimal agar kualitas tetap terjaga,” ujar Yuliana Sri Prihantini, Ketua KWT Mawar 8. “Kalau bisa warga semuanya menikmati sayuran berkualitas tanpa bahan kimia,” tambahnya.
Sayuran yang diproduksi oleh KWT Mawar 8 meliputi pokcoy, caisim, bayam, seledri, serta sawi pahit. Harga jual per kemasan berkisar Rp10.000, dengan nilai ekstra yang diberikan karena kualitas tinggi. Menurut Yuliana, warga sekitar sangat puas dengan hasil panen yang kini lebih sehat dan tahan lama. “Yang beli senang, sayurannya lebih manis dan muda. Harganya paling tinggi Rp10.000 satu pak,” katanya.
BRI Memberikan Dukungan Fasilitas untuk KWT Mawar 8
Komitmen menjaga kualitas hasil panen tidak lagi menjadi tantangan berat berkat bantuan program Special Plan dari BRI. Fasilitas seperti rumah hidroponik, rumah semai, pendopo, serta perbaikan area kebun rawan banjir menjadi bagian dari inisiatif ini. Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, KWT Mawar 8 dapat mengurangi risiko kerusakan akibat cuaca dan meningkatkan efisiensi produksi.
“Pokoknya butuhnya apa yang menunjang kemajuan ini, okelah,” kata Yuliana. Ia menegaskan bahwa program Special Plan membantu memperkuat kemandirian kelompok tani, sekaligus meningkatkan daya tarik sayuran bagi konsumen. Fasilitas rumah semai, misalnya, memungkinkan pengelolaan benih yang lebih terarah, sehingga hasil panen lebih stabil.
Perwakilan BRI juga secara aktif melakukan monitoring kebutuhan KWT Mawar 8. Bantuan tersebut tidak hanya berupa material fisik, tetapi juga pelatihan teknik budidaya hidroponik yang lebih modern. Dengan adanya kegiatan pelatihan, para petani muda dapat memperoleh pengetahuan tentang penggunaan pupuk organik dan pengendalian hama secara alami, yang semakin memperkuat konsep sayuran berkualitas tinggi.
Menjaga Kualitas Lebih Penting dari Produksi Massal
Sekretaris KWT Mawar 8, Lie Vonny, menambahkan bahwa prioritas utama kelompok tani ini adalah kualitas, bukan volume produksi. “Ada saatnya kita memberi, ada saatnya jual. Kalau sayur kami tidak layak untuk dijual, kami bagi,” ujar Vonny. Meski dalam beberapa kesempatan sayuran dibagikan secara gratis, ia memastikan setiap kemasan tetap terlihat menarik dan rapi.
“Siapa pun yang lewat, kami bagi, tapi tetap kami packaging dengan rapi. Gak mau kami mengurangi kualitas,” tambah Vonny. Hal ini menjadikan KWT Mawar 8 sebagai contoh kecil dari inisiatif Special Plan BRI yang berhasil menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian lokal.
Di samping itu, kondisi cuaca seperti hujan deras masih menjadi tantangan. Namun, bantuan dari BRI melalui Special Plan memberikan solusi seperti penggunaan tandon air dengan sistem penyaringan, sehingga minim dampak negatif terhadap tanaman. Vonny juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program ini. “Kalau Special Plan ini terus berjalan, kita bisa terus mengembangkan sayuran lebih berkualitas,” ujarnya.
Dukungan BRI melalui Special Plan tidak hanya meningkatkan kualitas sayuran, tetapi juga membuka peluang ekspor kecil. Dengan kualitas yang konsisten, KWT Mawar 8 mulai menerima permintaan dari pasar luar daerah. “Kita sudah jual ke luar Kota Tangerang, ada yang sampai ke Jakarta,” tutur Yuliana. Ini membuktikan bahwa program Special Plan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi tambahan.
Sebagai bagian dari keberlanjutan, KWT Mawar 8 juga berencana memperluas area kebun hidroponik. Dukungan dari BRI melalui Special Plan memberikan kepercayaan untuk mengambil langkah-langkah strategis seperti penggunaan teknologi canggih dan pemasaran yang lebih intensif. “Special Plan ini memberi ruang untuk berinovasi,” kata Vonny. Ia berharap keberhasilan KWT Mawar 8 dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lain di sekitar, khususnya yang ingin fokus pada kualitas produk.