Finance

New Policy: Belajar dari Masa Sulit, Craftote Bangkit lewat Pendampingan Rumah BUMN BRI

Craftote Bangkit dengan New Policy dari Rumah BUMN BRI

New Policy – Dalam upaya memperkuat bisnisnya, Craftote Gallery & Coffee melalui pendekatan baru yang dikenal sebagai New Policy telah menemukan jalan keluar dari tantangan di masa sulit. Didirikan oleh Thio Siujinata pada Oktober 2021, bisnis ini sempat terpuruk akibat dampak pandemi yang menghimpit sektor kreatif. Namun, dengan bantuan program pendampingan yang diberikan oleh Rumah BUMN BRI, Thio mampu mengembalikan fokus usaha pada produk kerajinan tangan alami, sekaligus membangun fondasi yang lebih kokoh.

“Kita sadar bahwa keuangan bisnis kita masih bergejolak, apalagi saat ini kita tak lagi dipegangi oleh pihak lain. Terima kasih dari Rumah BUMN BRI, kita bisa belajar manajemen keuangan secara lebih terstruktur,” ujar Thio saat ditemui iNews.id di Craftote Gallery & Coffee, Tomang, Jakarta Barat, Minggu (24/5/2026).

Krisis keuangan yang mengguncang bisnis Craftote pada 2023 menjadi momen penting untuk menguji keberlanjutan usaha. Thio memutuskan menutup dua dari empat gerai yang sebelumnya dibuka, lalu fokus pada penyempurnaan manajemen internal. Dengan New Policy yang diterapkan Rumah BUMN BRI, ia kembali membangun strategi bisnis yang lebih terarah, termasuk memperkuat aspek finansial dan meningkatkan kualitas produk. Proses ini membutuhkan konsistensi, dan ia menyadari bahwa kompetensi dalam keuangan adalah kunci utama.

Pendampingan yang Lebih Luas

Dukungan dari Rumah BUMN BRI tidak hanya berupa fasilitas fisik seperti meja, kursi, pendingin ruangan, dan infrastruktur listrik serta air selama dua tahun. Melalui program New Policy yang dirancang untuk memperluas wawasan pengusaha, Thio memperoleh akses ke kelas keuangan, pelatihan manajemen bisnis, serta jejaring bisnis yang lebih luas. Ia juga bisa memperoleh bimbingan untuk memasuki pasar ekspor, yang sebelumnya terasa jauh dari jangkauan.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan dalam New Policy adalah perluasan lini produk. Thio menegaskan bahwa perusahaan kini lebih fokus pada inovasi bahan baku alami, sekaligus memperkuat daya tahan terhadap fluktuasi pasar. “Kita belajar cara mengatur anggaran, menghitung risiko, dan membangun brand secara lebih professional. BRI membantu kita mengubah mindset dari sekadar menjual produk menjadi menerapkan sistem bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.

Langkah Awal ke Pasar Ekspor

Kemudahan dalam New Policy juga memberi kesempatan bagi Craftote untuk mengembangkan ekspor. Setelah berpartisipasi dalam kompetisi kopi yang diadakan Rumah BUMN BRI, Thio diberi penghargaan yang memungkinkan ia membuka kafe kedua secara gratis. Meski awalnya ragu, kemitraan dengan BRI ternyata memberikan dampak besar dalam membuka peluang pasar internasional.

Thio menjelaskan bahwa New Policy membantu bisnisnya bergerak dari fokus lokal ke skala nasional dan global. Dengan arahan keuangan yang jelas, ia bisa mengatur modal dengan lebih efisien, sekaligus memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. “Kita mulai mencoba ekspor ke negara-negara tetangga. Langkah ini mungkin terdengar besar, tapi New Policy membuatnya bisa terwujud,” katanya.

Di sisi lain, program pendampingan Rumah BUMN BRI memberikan ruang bagi Craftote untuk membangun sistem operasional yang lebih profesional. Selain itu, keberhasilan New Policy juga meningkatkan kemampuan Thio dalam menghadapi persaingan. “Sekarang kita punya konsep yang lebih siap, dan klien pun lebih percaya. Ini bukan hanya tentang produk, tapi tentang pengelolaan yang terstruktur,” tutupnya.

Leave a Comment