Berita

Visit Agenda: Terungkap! Begini Modus Licik Pelatih Perbakin Cabuli Atlet Menembak di Surabaya

Terungkap! Begini Modus Licik Pelatih Perbakin Cabuli Atlet Menembak di Surabaya

Surabaya, 11 Juni 2026

Visit Agenda – Keluarga korban, DP (15), seorang atlet menembak di Perbakin Surabaya, melaporkan kejadian pencabulan oleh pelatih ke polisi. Pihak keluarga menolak tawaran penyelesaian secara damai yang diajukan oleh pelaku. Ayah DP, Jefri Prawitama Fauzi, menegaskan bahwa keluarga memutuskan untuk menuntut tindakan pelaku secara tegas. “Kasus ini menyebabkan trauma berat pada anak saya, hingga sekarang dia takut lagi mengikuti latihan menembak,” jelas Jefri, Kamis (11/6/2026).

“Imbas dari kejadian biadab ini membuat psikologi anak saya trauma berat. Sekarang dia sudah tidak bersedia lagi untuk datang latihan menembak,”

Keluarga meminta aparat kepolisian untuk menangani kasus ini secara profesional, karena dampak psikologis korban sangat serius. Tim kuasa hukum korban, Rahardian Bino Wardanu, juga menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan meski pelaku sudah diberi sanksi internal oleh organisasi. Visit Agenda mencatat bahwa kejadian ini menjadi sorotan publik dan memicu pertanyaan mengenai keamanan lingkungan olahraga di Surabaya.

Modus Pelaku dan Proses Pencabulan

Diperoleh informasi, aksi pencabulan JL terhadap DP terjadi sebanyak enam kali. Pelaku menggunakan alasan hukuman sebagai modus untuk mengajak korban ke hotel. Di sana, JL melucuti pakaian korban dan memaksa berhubungan seksual. Kejadian ini mulai terjadi sejak DP naik ke divisi latihan lanjutan setelah lulus dari klub menembak pemula.

Dalam divisi baru, DP bertemu dengan JL sebagai pelatih senior. Bukan hanya mengajarkan teknik, pelaku justru memanfaatkan posisinya untuk menyentuh dan menowel bagian tubuh korban. Aktivitas tidak pantas ini berujung pada insiden pemaksaan di hotel. DP sempat berusaha menolak, namun akhirnya berhasil melarikan diri. Visit Agenda melaporkan bahwa korban mengalami penurunan prestasi karena ketakutan yang terus menghantui.

Kasus Mengguncang Internal Organisasi

Pasca-kejadian, Perbakin Surabaya langsung memberikan sanksi pemecatan tidak hormat kepada JL. Meski demikian, kasus dugaan pencabulan masih ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Penyidik sedang mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna memastikan pelaku diproses secara hukum. Visit Agenda menyoroti bahwa organisasi keolahragaan harus lebih transparan dalam memantau perilaku pelatih.

Kasus ini memperlihatkan tindakan tidak adil yang terjadi di lingkungan organisasi keolahragaan. Kini, keluarga korban berharap keadilan cepat terwujud. Dengan pendekatan yang konsisten, Visit Agenda berharap kasus ini dapat menjadi contoh pembelajaran bagi masyarakat. Pelatih yang sebelumnya dianggap penuh dedikasi kini menjadi sorotan publik karena perilaku tidak terpuji.

Langkah-Langkah untuk Menyelamatkan Korban

Setelah melaporkan kasus ke polisi, keluarga DP bersama tim hukum berupaya memastikan korban mendapatkan dukungan psikologis. Visit Agenda menyebutkan bahwa penanganan kasus ini mengharuskan keseriusan dari lembaga pemerintah dalam melindungi anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan olahraga. Selain itu, organisasi Perbakin Surabaya diwajibkan melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan internal.

Sejumlah atlet lain juga mengungkapkan kekhawatiran serupa. Mereka mengatakan bahwa pelatih memiliki akses luas ke berbagai anggota klub dan kadang memanfaatkan kesempatan itu untuk berbuat tidak benar. Visit Agenda mencatat bahwa kasus ini memperlihatkan bagaimana kepercayaan yang dibangun dalam lingkungan latihan bisa tergores oleh tindakan satu orang. Dengan adanya laporan ini, diharapkan kebijakan lebih ketat diterapkan untuk mencegah kejadian serupa.

Respons dari Masyarakat dan Pemerintah

Kasus ini memicu respons dari masyarakat Surabaya dan berbagai pihak terkait. Visit Agenda melaporkan bahwa sejumlah warga menggelar aksi demonstrasi di kantor Perbakin Surabaya untuk menuntut tindakan tegas terhadap pelaku. Pemerintah setempat juga menegaskan komitmen dalam melindungi hak anak dan mencegah pelecehan di lingkungan keolahragaan.

Sebagai langkah pencegahan, beberapa klub menembak di Surabaya telah merancang program pendidikan anti pelecehan bagi pelatih dan anggota. Visit Agenda berharap program ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya lingkungan yang aman dan sehat bagi para atlet. Kasus DP menjadi bukti bahwa perubahan diperlukan untuk memastikan keadilan di setiap tingkatan organisasi olahraga.

Leave a Comment