New Policy: Marselino Ferdinan Bisa Absen di Piala AFF 2026, John Herdman Sebut Ini Ujian Pemilihan Pemain
New Policy – Dalam persiapan menuju Piala AFF 2026, Timnas Indonesia menghadapi tantangan baru berkat kebijakan baru yang diterapkan. Kebijakan ini berdampak signifikan pada kehadiran pemain seperti Marselino Ferdinan, yang bermain di Oxford United. Dengan ajang Piala AFF 2026 tidak masuk dalam kalender FIFA, kemungkinan Marselino absen menjadi ancaman nyata. Hal ini membuat pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, harus memikirkan strategi alternatif untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Kebijakan baru ini juga menjadi perhatian utama dalam pemilihan skuad, mengingat kehadiran pemain luar negeri terbatas untuk kompetisi tersebut.
Penjelasan Kebijakan Baru dan Dampaknya pada Marselino Ferdinan
Kebijakan baru yang diterapkan oleh federasi sepak bola mengubah aturan partisipasi pemain asing dalam kompetisi nasional. Dalam wawancara yang dikutip pada Kamis (11/6/2026), Herdman menjelaskan bahwa klub pemain, Oxford United, tetap mengikuti kalender FIFA. “Marselino masih terikat kontrak dengan Oxford, jadi mereka tetap mengikuti aturan dan kalender FIFA,” katanya. Kebijakan ini menuntut Timnas Indonesia memprioritaskan pemain yang telah terbiasa bermain di kompetisi internasional, sementara pemain asing yang sedang berkiprah di liga domestik diberi kebebasan untuk bergabung. Dengan demikian, kesempatan Marselino untuk tampil di Piala AFF 2026 bergantung pada izin klub.
“Marselino masih terikat kontrak dengan Oxford. Jadi, mereka tetap mengikuti aturan dan kalender FIFA,”
Keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi timnas dalam membangun kekuatan di Piala AFF 2026. Herdman mengakui bahwa kebijakan baru memberikan tekanan pada pemain yang ingin berpartisipasi, tetapi juga membuka peluang bagi pemain lokal untuk menunjukkan performa terbaik mereka. “Kebijakan ini memberi ruang bagi pemain lokal untuk tampil lebih sering, sehingga bisa terbiasa dengan intensitas pertandingan tingkat internasional,” tambahnya. Dengan adanya kebijakan ini, Timnas Indonesia terpaksa mengoptimalkan strategi perekrutan dan pengembangan pemain untuk memastikan kesiapan menghadapi kompetisi besar.
Struktur Grup dan Persaingan Piala AFF 2026
Piala AFF 2026 akan dihelat dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, dengan Timnas Indonesia tergabung di Grup A. Grup ini diisi oleh Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang playoff antara Brunei Darussalam atau Timor Leste. Persaingan di grup ini diperkirakan ketat, mengingat Vietnam dan Singapura memiliki tradisi kuat dalam kompetisi Asia Tenggara. Dengan kebijakan baru, Timnas Indonesia harus memastikan pemain yang dipilih mampu menghadapi tekanan tersebut.
Herdman menekankan bahwa Piala AFF 2026 bukan hanya sebagai ajang uji coba, tetapi juga sebagai bagian dari proses seleksi untuk Piala Asia 2027. “Kami ingin melihat pemain yang bisa tampil konsisten dan tangguh di level internasional,” ujarnya. Dengan kesempatan mengisi posisi Marselino Ferdinan, pelatih berharap pemain lokal dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam pertandingan yang berat. Hal ini menjadi ujian untuk kebijakan baru yang berdampak pada struktur skuad.
“Kami ingin melihat pemain yang bisa tampil konsisten dan tangguh di level internasional,”
Peluang dan Tantangan bagi Pemain Lokal
Kebijakan baru ini memberi ruang bagi pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka. Dengan Marselino Ferdinan yang mungkin absen, Timnas Indonesia harus mengandalkan talenta dari liga domestik. Herdman optimis bahwa pemain lokal memiliki potensi untuk menjadi bagian dari skuad yang kompetitif. “Para pemain lokal punya kesempatan untuk membuktikan diri, terutama dalam kondisi yang lebih menantang,” katanya. Dengan kebijakan baru, seluruh pemain harus bisa memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Sejumlah pemain lokal seperti Evan Dimas dan Irfan Jaya dinilai mampu bersaing, terutama jika mereka mampu menjaga performa di liga nasional. Kebijakan ini juga memaksa timnas memperkuat persiapan selama musim kompetisi, agar pemain yang dipilih bisa beradaptasi dengan intensitas pertandingan internasional. Herdman meminta para pemain memahami tanggung jawab dan keseriusan berlaga untuk Indonesia, dengan menekankan pentingnya kekompakan dan konsistensi dalam menghadapi laga-laga krusial.
“Para pemain lokal punya kesempatan untuk membuktikan diri, terutama dalam kondisi yang lebih menantang,”
Kebijakan Baru dan Persiapan Timnas Indonesia
Dalam rangka menghadapi Piala AFF 2026, Timnas Indonesia mulai mengadakan evaluasi terhadap kebijakan baru ini. Herdman menilai kebijakan tersebut berdampak besar pada keputusan rekrutmen dan pengaturan jadwal pemain. “Kami harus memperhatikan kompetisi internasional yang relevan, karena pemain tidak bisa terus-menerus bermain di luar negeri,” jelasnya. Dengan adanya kebijakan ini, Timnas Indonesia diharapkan bisa membangun tim yang lebih solid dan berdaya tahan, sekaligus menyiapkan para pemain untuk ajang-ajang besar di masa depan.
Strategi perekrutan di bawah kebijakan baru mengharuskan Timnas Indonesia lebih selektif dalam memilih pemain. Herdman menyebutkan bahwa pemain lokal perlu lebih diberi kesempatan untuk berkiprah, terutama dalam kompetisi yang memperkuat pengalaman mereka. “Ini adalah ujian bagi seluruh skuad, termasuk pemain lokal,” ujarnya. Dengan adanya Marselino Ferdinan yang mungkin absen, Herdman berharap ada peningkatan kualitas timnas dalam laga-laga krusial.
“Ini adalah ujian bagi seluruh skuad, termasuk pemain lokal,”