Inovasi Gempa Genting Ning Emi Viral, Mojokerto Jadi Contoh Nasional Kemendagri
Key Discussion – Kota Mojokerto kembali menjadi sorotan nasional setelah mendapatkan pengakuan sebagai contoh inovasi daerah yang menjanjikan. Pada forum Strategi Penguatan Kebijakan dan Sinergi Inovasi Daerah Kota Mojokerto di Pendopo Sabha Kridatama, Selasa (19/5/2026), Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, memaparkan keberhasilan kota ini dalam mengembangkan program inovatifnya, khususnya proyek “Gempa Genting Ning Emi”, yang kini menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dasar Hukum Inovasi Daerah
Yusharto menjelaskan bahwa inovasi daerah merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Menurutnya, pengembangan inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung pemerintah pusat, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik secara lokal. “Kita harus mengevaluasi inovasi daerah secara berkala untuk mengetahui keberlanjutan dan keunggulan masing-masing wilayah,” tuturnya.
“Gempa Genting Ning Emi menjadi bukti bahwa kota kecil bisa membangun inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambah Yusharto, yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan kreativitas daerah.
Kota Mojokerto berhasil meraih predikat “Sangat Inovatif” dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2025 dengan skor 95,43. Predikat ini menempatkan kota tersebut di peringkat pertama kategori kota secara nasional, menjadikannya sebagai salah satu daerah yang paling aktif dalam inovasi. Yusharto menyebutkan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari komitmen Pemkot Mojokerto untuk terus memperkuat ekosistem inovasi daerah.
Percepatan Pengembangan Inovasi
Kemendagri sedang mengupayakan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mempercepat pelaksanaan inovasi daerah. Yusharto mengungkapkan bahwa pemerintah pusat sedang berdiskusi dengan Kementerian Keuangan mengenai alokasi dana insentif fiskal yang akan diberikan kepada daerah dengan prestasi inovatif. “Dana ini bisa menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.
“Presiden telah menambahkan anggaran untuk memperkuat inovasi daerah, termasuk kota Mojokerto, yang menjadi pusat pembahasan Key Discussion saat ini,” kata Yusharto.
Pemkot Mojokerto, kata Yusharto, juga memperlihatkan upaya nyata dalam menyelaraskan inovasi dengan kebutuhan masyarakat. Transformasi program dari “Inovasi Gempa Genting” menjadi “Gempa Genting Ning Emi” menjadi contoh bagus bagaimana kota kecil bisa mengadaptasi ide-ide inovatif ke dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi Pentahelix dan Pemantauan Inovasi
Salah satu strategi yang dianjurkan Kemendagri adalah kolaborasi pentahelix, yang melibatkan lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. “Inovasi daerah hanya bisa berkembang maksimal jika ada sinergi dari semua pihak,” tegas Yusharto. Dalam hal ini, Pemkot Mojokerto dinilai telah membuat langkah konkret dengan melibatkan berbagai pihak dalam pembuatan program inovatif.
Program “Gempa Genting Ning Emi” misalnya, diterapkan sebagai bentuk penguatan layanan publik yang cepat, mudah, dan efektif. Yusharto menjelaskan bahwa proyek ini diharapkan menjadi model yang bisa ditiru oleh kota lain, terutama dalam mendorong inovasi yang berkelanjutan.
Pengembangan Kualitas Pelayanan
Pemkot Mojokerto terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi daerah. Langkah ini bukan hanya tentang kreativitas, tetapi juga tentang adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Yusharto menyebutkan bahwa dengan menerapkan inovasi seperti ini, kota bisa menjadi contoh bagus dalam menyajikan layanan yang efisien dan responsif.
“Kita harus terus memperkuat Key Discussion tentang inovasi daerah agar lebih banyak pihak tertarik berpartisipasi,” tambah Yusharto.
Kemendagri juga menekankan pentingnya pemantauan berkala terhadap program inovatif. Dengan cara ini, daerah bisa terus menyesuaikan strategi dan mengidentifikasi hambatan yang ada. Yusharto berharap kota Mojokerto bisa menjadi inspirasi untuk daerah lain dalam membangun ekosistem inovasi yang tangguh.
Kebijakan inovasi daerah bukan hanya tentang penyajian ide, tetapi juga implementasi yang terukur. Dengan skor yang tinggi, Mojokerto menunjukkan bahwa kota kecil bisa membangun inovasi yang berdampak signifikan. Yusharto menegaskan bahwa kota ini akan terus diberi perhatian dalam Key Discussion mengenai pembangunan daerah yang berbasis kreativitas.