Toko Grosir di Jombang Terbakar Hebat, Polisi Periksa CCTV
Kebakaran di Desa Bandung, Kecamatan Diwek
Toko Grosir di Jombang Terbakar Hebat – Sebuah toko grosir yang berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami kebakaran besar pada dini hari Rabu (13/5/2026). Kebakaran ini terjadi di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, dan menghancurkan sebagian besar persediaan barang dagangan toko tersebut. Toko milik Safiyulloh (52) yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman kemasan menjadi korban pembakaran yang diduga dilakukan oleh pihak tak dikenal menggunakan bahan bakar Molotov.
Perkembangan Awal dan Dampak Kebakaran
Dalam kejadian ini, api cepat menyebar dan menghancurkan seluruh bagian bangunan toko. Pemilik toko, Safiyulloh, mengungkapkan bahwa api muncul secara mendadak sekitar pukul 03.00 WIB. Kebakaran tidak hanya merusak fasilitas fisik toko, tetapi juga menimbulkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar.
“Kami melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Samapta Polres Jombang. Selain itu, kami juga mengambil keterangan pemilik toko di Polsek serta menyita rekaman CCTV untuk investigasi lebih lanjut. Meski pemilik menganggap kejadian ini sebagai musibah, kami tetap melidik karena penyebab kebakaran perlu ditelusuri,” jelas AKP Darul Huda, Kapolsek Diwek.
Penyebab Kebakaran dan Perkembangan Selanjutnya
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa api diduga berasal dari benda yang dilemparkan ke dalam toko. Berdasarkan video CCTV, seorang pria terlihat melemparkan Molotov ke bagian depan toko, yang kemudian meledak dan memicu api. Polisi memperkirakan bahwa pelaku adalah anggota OTK (Organisasi Tanpa Tujuan) yang ingin menyalahkan pihak tertentu atau sebagai tindakan kekerasan spontan. Selain itu, petugas Inafis juga melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi untuk melacak sumber api dan melidik kemungkinan adanya kejahatan lain yang terkait.
Langkah Penyelidikan dan Pengembangan Kasus
Pasca-pemadaman, polisi mengambil langkah-langkah investigasi lebih intensif. Tim penyelidik mengumpulkan bukti-bukti fisik, termasuk sisa-sisa Molotov dan jejak-jejak kebakaran di area sekitar. Selain itu, mereka juga memeriksa keterangan saksi dan membandingkan data dari CCTV dengan laporan kejadian. Sementara itu, pemilik toko menyatakan bahwa ia tidak tahu siapa pelaku dan sedang menunggu hasil investigasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Kebakaran ini menjadi perhatian publik karena memperlihatkan tingkat keamanan yang rentan di wilayah tersebut.
Kerugian dan Dampak Sosial
Kerugian akibat kebakaran mencapai ratusan juta rupiah, meliputi kehilangan stok barang dagangan, peralatan, dan fasilitas toko. Toko grosir tersebut menjadi pusat distribusi untuk masyarakat sekitar, sehingga kejadian ini menyebabkan gangguan dalam kebutuhan sehari-hari. Banyak pelanggan yang terdampak dan meminta penjelasan lebih lanjut dari pihak kepolisian. Polisi juga menegaskan bahwa mereka sedang berusaha menemukan identitas pelaku dan mengungkap motif kebakaran.
Penyebab Kebakaran dan Perkembangan Selanjutnya
Menurut informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi tanpa adanya tanda-tanda kecelakaan. Polisi memperkirakan bahwa pembakaran sengaja dilakukan untuk menyebarkan kekacauan atau sebagai bentuk aksi kekerasan. Sementara itu, masyarakat setempat menyoroti pentingnya keamanan di area perdagangan. Beberapa warga menyatakan bahwa toko tersebut sering menjadi target aksi oleh kelompok tertentu karena berada di jalur strategis. Kebakaran ini juga memicu peningkatan pengawasan di sekitar area Desa Bandung.