Polisi Amankan 14 Orang usai Laga Ricuh di Stadion Lukas Enembe
Polisi Amankan 14 Orang usai Laga – Usai pertandingan yang berlangsung ricuh di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Polda Papua mengambil langkah tegas dengan mengamankan sebanyak 14 orang terduga pelaku kerusuhan. Kericuhan terjadi setelah laga antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC dalam babak playoff Liga 2 Indonesia, yang berujung pada perusakan fasilitas stadion dan aksi anarkis oleh sejumlah suporter. Pihak kepolisian melakukan penangkapan tersebut untuk mengendalikan situasi dan menindaklanjuti laporan kejahatan yang dilaporkan setelah pertandingan berakhir.
Peristiwa Kerusuhan dan Tindakan Kepolisian
Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe memicu kekhawatiran tinggi terhadap keamanan dan ketertiban. Massa suporter yang kecewa karena kalahnya tim Persipura Jayapura melakukan perusakan secara spontan, termasuk melibakkan pagar pembatas stadion dan menyerang beberapa fasilitas. Tindakan ini menyebabkan kerusakan signifikan, dengan sekitar 67 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terlibat dalam peristiwa tersebut. Beberapa kendaraan bahkan terbakar, sementara yang lain hilang atau rusak parah.
Kerusuhan tidak hanya memengaruhi area dalam stadion, tetapi juga berdampak ke luar. Massa terus bergerak ke jalanan sekitar, membuat situasi semakin memanas. Tim kepolisian terpaksa melakukan penangkapan segerombolan orang yang diduga memicu kerusuhan tersebut. Dalam pengungkapan, pihak kepolisian menyebut bahwa para pelaku melakukan aksi secara berkelompok, termasuk menyerang staf, penonton, dan fasilitas khusus.
Dampak Kerusuhan dan Langkah Penyidik
Pasca kerusuhan, Polda Papua melaporkan bahwa kepolisian berhasil mengamankan 14 orang yang terlibat dalam aksi tersebut. Penyidik saat ini sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku, guna mengungkap motif dan peran masing-masing. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menentukan tindakan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemanggilan saksi atau penguatan keterlibatan anggota tim.
Kerusuhan juga menyebabkan korban luka, dengan 10 anggota Polri dan satu warga sipil terkena cedera selama mengendalikan aksi massa. Insiden ini berdampak pada kerugian materiil yang cukup besar, dengan estimasi kerusakan mencapai puluhan juta rupiah. Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka sedang berusaha memulihkan kondisi stadion sebelum laga berikutnya, sementara masyarakat Jayapura memantau perkembangan dengan ketat.
Dalam wawancara dengan media, Kabid Humas Polda Papua, Cahyo Sukarnito, menjelaskan bahwa kepolisian telah melakukan investigasi awal terhadap ke-14 orang yang diamankan. Menurutnya, beberapa dari pelaku berada dalam kelompok tertentu yang memiliki sejarah konflik sebelumnya. “Kita masih memeriksa detailnya, tapi sudah ada beberapa identifikasi awal,” kata Sukarnito. Penyidik juga memperhatikan keterlibatan masing-masing orang, terutama mereka yang berada di lokasi kerusakan terparah.
Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe terjadi pada Jumat (8/5/2026), saat pertandingan penyisihan grup Liga 2 berlangsung. Meski situasi awalnya cukup tenang, ketegangan meningkat setelah Persipura Jayapura kalah dengan skor 0-1, membuat suporter mempercepat aksi mereka. Selama pertandingan, terdengar aduan tentang ketidakpuasan terhadap wasit dan pengadilan yang dianggap tidak adil. Kekecewaan ini kemudian memicu keluar dari bangku penonton, yang berujung pada kericuhan.
Sebagai langkah pencegahan, Polda Papua juga memperketat pengawasan di area stadion sebelum dan sesudah pertandingan. Mereka menegaskan bahwa kejadian serupa harus dihindari agar tidak mengganggu pembinaan olahraga dan kesadaran masyarakat tentang disiplin. Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan panitia pertandingan dan klub untuk memastikan kejelasan proses penyelidikan dan tindakan pencegahan di masa depan.