Berita

Granat Nanas Ditemukan di Kebun Jagung Warga Tegal – Gegana Langsung Turun Tangan

Granat Nanas Ditemukan di Kebun Tegal, Gegana Langsung Turun Tangan

Granat Nanas Ditemukan di Kebun Jagung – Pada hari Sabtu (6/6/2026), seorang petani di Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menemukan granat nanas yang diduga bahan peledak dalam kebun jagung miliknya. Penemuan ini segera menarik perhatian warga sekitar, yang dengan cepat merespons dan menghubungi instansi terkait untuk pengamanan. Pemilik kebun, Kasmuri (58), mengungkapkan bahwa granat nanas ditemukan saat ia sedang mengumpulkan tanaman jagung dan memeriksa kondisi tanah. Saat menemukan benda berbentuk memanjang dan tersembunyi di antara tanaman, ia langsung memutuskan tidak menyentuh atau menggerakkan granat tersebut.

Kasmuri segera melaporkan penemuan granat nanas kepada perangkat desa setelah memastikan tidak ada risiko terkena dampak langsung. Warga sekitar terkejut dan meminta kerja sama dengan pihak berwenang. Selain itu, mereka juga membagikan informasi ke keluarga dan tetangga, sehingga kecemasan menyebar di wilayah desa. Tim Gegana Sat Brimob Polda Jateng, bekerja sama dengan Polsek Kedungbanteng, datang ke lokasi dalam waktu singkat untuk menangani situasi. Penanganan dilakukan secara profesional agar tidak terjadi kecelakaan.

Proses Evakuasi dan Penyelidikan

Granat nanas yang ditemukan di kebun jagung tidak langsung dianggap sebagai ancaman serius, tetapi tim Gegana memutuskan untuk mengambil langkah pencegahan. Setelah menilai lokasi, petugas membagi area menjadi zona aman dan zona operasional. Mereka menggunakan alat deteksi dan bantuan dari warga untuk memastikan tidak ada kebocoran atau detonasi yang tidak terduga. Pada sore hari, tim Gegana yang dipimpin Ipda Sanyoto bergerak untuk melakukan sterilisasi area sebelum evakuasi. Proses ini membutuhkan koordinasi ketat antara polisi dan masyarakat sekitar.

Pembuatan zona aman dimulai dengan membentuk garis pengaman sekitar lokasi granat nanas. Seluruh prosedur dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kontak langsung. Setelah menyelesaikan sterilisasi, granat nanas berhasil diangkat menggunakan alat khusus dan dibawa ke tempat penyimpanan bahan peledak. Hasilnya, operasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban atau kerusakan. Kapolsek Kedungbanteng, IPTU Joko Waluyo, menjelaskan bahwa kecepatan respons tim Gegana menjadi faktor utama dalam mengurangi risiko potensial.

Peran Masyarakat dalam Pengamanan

Masyarakat Desa Penujah memainkan peran penting dalam mencegah kecelakaan akibat granat nanas. Beberapa warga bahkan membantu menghalangi anak-anak atau hewan ternak dari area berbahaya. Pemilik kebun, Kasmuri, mengakui bahwa kehati-hatian warga menjadi kunci keberhasilan penanganan. “Karena warga segera mengambil langkah kehati-hati, tidak ada yang terjadi,” ujarnya. Selain itu, warga juga mengambil langkah untuk menghindari penggunaan alat elektronik atau api di sekitar kebun jagung selama proses evakuasi berlangsung.

Tim Gegana menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat dalam situasi darurat. “Masyarakat yang menemukan benda berbahaya seperti granat, senjata, atau bahan peledak harus segera melaporkan ke pihak berwenang tanpa menyentuh atau memindahkan benda tersebut,” kata Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, Sabtu (6/6/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa kecepatan respons warga dalam mengungkap penemuan granat nanas sangat berpengaruh terhadap keselamatan bersama. Setelah granat nanas diangkat, seluruh wilayah kembali dalam kondisi normal, dan pihak berwenang memberikan penjelasan lebih lanjut tentang jenis granat yang ditemukan.

Kebenaran identifikasi granat nanas terus diperiksa oleh tim teknis. Dari hasil pemeriksaan awal, benda tersebut termasuk dalam kategori senjata api buatan yang bisa digunakan untuk kejahatan. Meski demikian, keberadaannya di kebun jagung menunjukkan kemungkinan penemuan tidak sengaja atau kebocoran dari lokasi penyimpanan yang tidak terpantau. Pihak kepolisian menjamin bahwa granat nanas tersebut akan diselidiki lebih lanjut untuk mengetahui asal-usul dan tujuan penggunaannya. Proses ini memakan waktu beberapa jam, namun tidak ada warga yang terluka.

Leave a Comment