Berita

Dramatis! Tim SAR Evakuasi 23 Penumpang KM Hinaya Mati Mesin di Labuan Bajo

Dramatis! Tim SAR Evakuasi 23 Penumpang KM Hinaya Mati Mesin di Labuan Bajo

Dramatis Tim SAR Evakuasi 23 Penumpang – Kecelakaan dramatis yang melibatkan kapal penumpang KM Hinaya terjadi di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (13/5/2026). Dalam kejadian ini, Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan seluruh penumpang dan kru kapal, total 23 orang, setelah kapal mengalami mati mesin dan terombang-ambing di tengah lautan. Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat lokal dan wisatawan, karena Labuan Bajo merupakan destinasi utama untuk wisata bahari, dengan jumlah pengunjung yang setiap tahun terus meningkat.

Detik-Detik Kecelakaan dan Kondisi Penumpang

Kapal KM Hinaya berangkat dari Pulau Komodo menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo sekitar pukul 14.00 WITA. Perjalanan dimulai dengan aman, namun pada sekitar pukul 15.30 WITA, kapal tersebut tiba-tiba mengalami gangguan pada mesinnya. Akibatnya, KM Hinaya terjebak di tengah lautan dengan gelombang tinggi yang semakin ganas. Kondisi ini membuat penumpang panik, terutama karena tidak memiliki alat penyelamatan yang memadai.

“Situasi sangat kritis, karena kapal terus-menerus mengalami hambatan gerak dan kecepatan penumpang menurun,” tulis narasumber dari SAR Maumere. Penumpang berusaha mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti memakai pelampung dan mengatur posisi tubuh agar tidak terbawa arus.

Proses Evakuasi dan Peran Tim SAR

Tim SAR yang terlibat dalam operasi ini melibatkan beberapa unit, termasuk Rigid Inflatable Boat (RIB) dari SAR PT Palma Hijau Cemerlang (PHC) Labuan Bajo, serta kapal Raja Manta yang berada di dekat lokasi kejadian. Proses evakuasi dimulai segera setelah kapal berlabuh di Pelabuhan Komodo, yang menjadi titik awal untuk menarik seluruh penumpang. Total 8 orang berhasil dievakuasi dalam beberapa jam, sementara 12 penumpang lainnya ditarik menggunakan kapal Raja Manta.

Tim SAR juga mempercepat proses pemeriksaan mesin kapal untuk memastikan tidak ada kerusakan tambahan. Sebagai bagian dari upaya ini, mereka melakukan koordinasi dengan pihak berwenang setempat, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat. Proses evakuasi dianggap sukses karena tidak ada korban jiwa, meski beberapa penumpang mengalami luka ringan akibat jatuh saat menyelamati situasi darurat.

Kondisi Kapal dan Analisis Penyebab

Setelah seluruh penumpang dievakuasi, kapal KM Hinaya dinyatakan selamat, meski mesinnya rusak parah dan harus diperbaiki di pelabuhan terdekat. Analisis awal menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi akibat kelelahan mesin akibat cuaca ekstrem dan arus deras yang tidak terduga. Kapal tersebut mengangkut 20 penumpang dan tiga awak, dengan rata-rata usia penumpang berkisar antara 18 hingga 45 tahun.

Tim SAR juga memperhatikan kondisi cuaca sebelum memulai operasi. Mereka memperkirakan bahwa kondisi gelombang tinggi akan bertahan hingga semalam, sehingga mempercepat proses evakuasi untuk menghindari risiko lebih besar. Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere, menjelaskan bahwa kecelakaan ini menjadi peringatan penting bagi operator kapal wisata untuk meningkatkan kesiapsiagaan di masa mendatang.

Komentar dari Penumpang dan Staf SAR

Beberapa penumpang yang berhasil dievakuasi memberikan kesan mendalam tentang peristiwa tersebut. Seorang penumpang berusia 32 tahun, yang bernama Surya, mengatakan bahwa ia dan teman-temannya sempat merasa takut karena tidak tahu bagaimana keluar dari kapal. “Dramatis Tim SAR Evakuasi 23 Penumpang, kami selamat berkat ketepatan dan kecepatan tim SAR,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SAR Fathur Rahman mengapresiasi kerja sama antarunit SAR. Ia menyatakan bahwa operasi ini membuktikan bahwa sistem darurat di wilayah pesisir Labuan Bajo berjalan efisien. “Dramatis Tim SAR Evakuasi 23 Penumpang, kami terus memantau keadaan kapal dan memastikan semua korban diperlakukan dengan baik,” tambahnya.

Korban dan Kondisi Pascakejadian

Dalam pascakejadian, 23 penumpang yang selamat diberikan perlakuan medis sederhana untuk memastikan tidak ada cedera serius. Semua korban menunjukkan kondisi baik, meski beberapa mengalami kelelahan dan kepanikan. Kapal KM Hinaya sendiri akan menjalani perbaikan mesin selama beberapa hari, sebelum kembali beroperasi.

Kecelakaan ini juga memicu perhatian lebih terhadap keamanan transportasi laut di NTT. BPBD Manggarai Barat mengimbau semua kapal wisata untuk memperbaiki sistem keselamatan dan melakukan simulasi darurat secara rutin. “Dramatis Tim SAR Evakuasi 23 Penumpang, ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama,” kata salah satu petugas dari BPBD setempat.

Leave a Comment