Inspiratif! Perjuangan Marbot Masjid Amirul Ramli Menuju Gelar Doktor UMY dalam New Policy
New Policy – Dalam New Policy terbaru yang diterapkan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), kisah Amirul Ramli, seorang marbot masjid yang kini resmi menjadi lulusan doktor, menjadi contoh nyata semangat belajar yang tak kenal lelah. Pria yang sebelumnya mengabdikan diri sebagai marbot di Masjid Khusnul Khotimah, Tamantirto, Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, dan juga berjualan keliling demi menyambung hidup, kini telah meraih gelar akademik tertinggi Dr. M. Amirul Ramli, SPd, MPd. New Policy ini tidak hanya membuka akses pendidikan bagi masyarakat umum, tetapi juga memungkinkan individu seperti Amirul untuk mencapai level pendidikan yang lebih tinggi meski dengan keterbatasan ekonomi.
Kemauan dan Ketekunan dalam New Policy
Perjalanan Amirul dalam New Policy dimulai pada tahun 2015, saat ia diterima di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMY. Dengan keluarga sederhana dan pemasukan bulanan dari orang tua hanya berkisar Rp100.000 hingga Rp300.000, ia mengatur strategi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan. Pilihan menjadi marbot sambil berjualan di tempat keramaian menjadi cara ia menghemat biaya dan tetap aktif dalam aktivitas pendidikan. New Policy ini memperlihatkan bagaimana kemauan seseorang dapat diwujudkan melalui dukungan sistem pendidikan yang inklusif.
Bahkan, dalam perjalanan akademiknya, Amirul sering berjalan kaki dari kawasan kampus menuju Malioboro untuk menawarkan dagangannya. “Proses ini justru membuat saya lebih kuat dan sabar. New Policy memberi saya kesempatan untuk terus berjuang, meski dari situasi yang sederhana,” kata Amirul, Sabtu (30/5/2026). Ia menekankan bahwa usaha keras dan ketekunan menjadi kunci dalam memanfaatkan peluang yang diberikan oleh New Policy.
Beasiswa dalam New Policy: Jembatan ke Kesuksesan
Amirul menyadari bahwa New Policy bukan hanya tentang akses pendidikan, tetapi juga tentang pemberdayaan melalui beasiswa. Sebagai kader Muhammadiyah, ia berhasil memperoleh Beasiswa Kader Muhammadiyah, yang menjadi jembatan untuk menyelesaikan pendidikan sarjana dalam 3,5 tahun. Proses seleksi dan rekomendasi berjenjang dari tingkat ranting hingga pimpinan pusat harus ia lalui, dan surat rekomendasinya ditandatangani langsung oleh Haedar Nashir, yang memperkuat keyakinannya dalam mendorong perubahan.
Setelah lulus S1, New Policy kembali menjadi penyelamat dalam perjalanan pendidikan tingkat lanjut. Ia kembali mengikuti seleksi beasiswa dan memperoleh Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan untuk melanjutkan studi magister di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada 2023, ia kembali ke UMY untuk menempuh studi doktoral melalui jalur yang sama, menunjukkan bagaimana New Policy menjadi penggerak utama dalam mendorong akses pendidikan bagi kalangan terbatas.
Penelitian dalam New Policy: Menggali Makna Hidup
Dalam New Policy, Amirul tidak hanya fokus pada penyelesaian studi, tetapi juga terlibat aktif dalam penelitian. Disertasinya berjudul “Model Pemaknaan Hidup pada Pelaku Self-Harm” menggali bagaimana individu yang pernah melakukan self-harm membangun kembali makna hidup dan menemukan jalan pemulihan dari tekanan psikologis. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya Amirul untuk mengaplikasikan ilmu yang ia peroleh melalui New Policy, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Amirul menilai bahwa New Policy tidak hanya memberikan gelar akademik, tetapi juga membuka wawasan baru tentang bagaimana pendidikan bisa menjadi alat perubahan sosial. “New Policy membuktikan bahwa tidak ada batas bagi seseorang yang tekun. Apa yang saya pelajari selama ini bisa menjadi solusi untuk masalah yang dihadapi banyak orang,” ujarnya. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lain yang ingin terus berkembang meski dari latar belakang yang sederhana.
Dukungan Komunitas dalam New Policy
Perjalanan Amirul dalam New Policy juga didukung oleh komunitas sekitarnya. Sebagai marbot, ia memanfaatkan jaringan di masjid untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk masyarakat yang membutuhkan bimbingan pendidikan. Kesempatan ini memperkuat peran Amirul sebagai bagian dari sistem pendidikan yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. New Policy membuka ruang bagi marbot, guru, atau anggota komunitas untuk menjadi bagian dari sistem pendidikan formal, tanpa harus meninggalkan tugas utama mereka.
Kisah Amirul juga menggambarkan bagaimana New Policy menjadi kebijakan yang tidak hanya mengubah nasib individu, tetapi juga membuka peluang bagi orang-orang yang selama ini terlupakan. Dengan pendekatan inklusif dan dukungan kelembagaan, ia berhasil menyelesaikan studi doktor, membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak lagi menjadi hak sebagian orang, tetapi bisa diraih siapa pun dengan semangat yang tepat.
Kesimpulan: New Policy sebagai Pendorong Perubahan
New Policy dari UMY menunjukkan komitmen lembaga pendidikan untuk mengubah paradigma akses pendidikan. Amirul Ramli, seorang marbot yang kini menjadi doktor, menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan bisa diraih meski dari latar belakang yang terbatas. Dengan pendekatan yang berbeda, ia membuktikan bahwa New Policy tidak hanya sekadar kebijakan, tetapi juga alat untuk menginspirasi dan memberdayakan masyarakat. Bagi Amirul, perjalanan akademiknya adalah bukti bahwa usaha keras dan kepercayaan pada sistem pendidikan bisa menghasilkan perubahan yang signifikan dalam kehidupan sendiri dan orang lain.