Hadiri Rapat Paripurna DPRD Tanah Bumbu, Andi Rustianto Sampaikan Salam Pemuda
Key Discussion: Fokus pada Peningkatan Akses Perizinan Berbasis Risiko
Key Discussion – Dalam rangkaian kegiatan rapat paripurna yang digelar di BATULICIN, Andi Rustianto, anggota Fraksi PAN DPRD Tanah Bumbu, menegaskan pentingnya Key Discussion dalam menyongsong masa depan daerah. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan pemuda yang menyoroti perlunya transformasi digital dalam penyelenggaraan perizinan berusaha. “Key Discussion ini menjadi momentum penting untuk memastikan kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah benar-benar merujuk pada kebutuhan masyarakat, terutama para pemuda yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi,” jelas Andi dalam pidatonya.
Rapat paripurna kali ini membahas Raperda Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang menjadi pusat perhatian sejumlah fraksi. Andi Rustianto menyoroti bahwa Key Discussion seharusnya tidak hanya sekadar diskusi formal, tetapi juga menjadi alat untuk menggali solusi nyata dari berbagai stakeholder. Ia mencontohkan penggunaan layanan OSS (Online Single Submission) bergerak sebagai inisiatif yang bisa membantu pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) dalam mengakses perizinan secara lebih mudah dan cepat.
“Key Discussion ini mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak boleh hanya fokus pada kebijakan administratif, tetapi juga harus memahami dinamika masyarakat. Salam pemuda adalah bentuk komitmen untuk tetap relevan dengan kebutuhan dan harapan generasi muda,” ujar Andi dalam sesi penyampaian pandangan umum.
Pelaku Usaha Kecil Butuh Dukungan Langsung dari Pemerintah
Andi Rustianto menekankan bahwa UMKM, sebagai pilar ekonomi Tanah Bumbu, perlu didukung melalui Key Discussion yang lebih dalam. Ia berargumen bahwa digitalisasi layanan perizinan tidak cukup hanya dilakukan secara teknis, tetapi harus disertai komunikasi efektif dan pengawasan di lapangan. “Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan bahwa proses administratif tidak menjadi penghalang bagi pengembangan usaha,” tambahnya.
Dalam Key Discussion, Andi juga mengusulkan penerapan pendekatan risiko yang lebih inklusif, terutama untuk usaha kecil yang sering kali tidak memiliki sumber daya teknologi. Ia menyarankan adanya program pelatihan digital yang diselenggarakan oleh DPRD bersama instansi terkait. “Kebijakan perizinan berbasis risiko harus diimbangi dengan pendekatan yang humanis, agar tidak menimbulkan diskriminasi terhadap pelaku usaha yang kurang akrab dengan sistem digital,” katanya.
Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat proses pengurusan izin usaha, sehingga para pemuda dan masyarakat umum bisa lebih mudah berkiprah dalam sektor ekonomi. Andi menilai bahwa Key Discussion menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, yang bisa memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan usaha yang lebih optimal.
Perspektif Generasi Muda dalam Perizinan Berbasis Risiko
Selain menyampaikan rekomendasi, Andi Rustianto juga mengajak seluruh peserta rapat untuk mempertimbangkan perspektif generasi muda dalam Key Discussion ini. Ia menyebut bahwa pemuda mempunyai peran penting dalam mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan publik. “Salam pemuda tidak hanya sekadar ucapan, tetapi merupakan semangat untuk terus bergerak maju, memperbaiki sistem, dan menjawab tantangan zaman,” imbuhnya.
Dalam Key Discussion, Andi juga menyinggung pentingnya transparansi dalam pengawasan perizinan berbasis risiko. Ia menyarankan adanya mekanisme pengawasan yang lebih terbuka, agar masyarakat bisa memantau sejauh mana pemerintah daerah mampu mewujudkan keadilan dalam pelayanan. “Key Discussion ini harus menjadi bahan evaluasi untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat,” lanjutnya.
Kebijakan perizinan berbasis risiko, menurut Andi, bisa menjadi acuan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menilai bahwa Key Discussion dalam rapat paripurna ini menjadi langkah awal untuk menyeimbangkan antara regulasi dan kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih responsif, perizinan bisa menjadi sarana untuk mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah.