What Happened During: Messi Cs Nyanyian Malvinas Picu Reaksi Veteran Inggris
Nusantaranews1.com – Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris memicu kontroversi besar. Sebelum laga tersebut, tim Argentina menghadirkan lagu “Chant Malvinas” sebagai bagian dari ritual penggalangan semangat. Lagu ini, yang menjadi simbol perjuangan Argentina atas Kepulauan Falkland, dianggap oleh sejumlah veteran Inggris sebagai tindakan yang tidak sopan. Aksi ini tidak hanya memperumit hubungan antara dua negara, tetapi juga menghanguskan kesan hormat yang seharusnya terjalin dalam olahraga internasional.
Reaksi Terhadap Nyanyian Malvinas
“What Happened During peristiwa ini sangat menyedihkan. Mereka menggunakan lagu itu untuk mengingat perang, tetapi lupa bahwa penduduk Falkland juga merasa terluka,” kata Simon Weston, seorang veteran Welsh Guard yang terlibat dalam Konflik Falkland 1982. Lagu “Chant Malvinas” memang dikenal sebagai bagian dari upacara piala dan pertandingan, tetapi bagi warga Kepulauan Falkland, lagu itu melambangkan pengorbanan nyata yang dianggap diabaikan oleh negara-negara lain.
Weston menambahkan bahwa aksi nyanyian itu terasa seperti penghinaan terhadap para korban yang meninggal dalam perang. “What Happened During laga ini membuat mereka yang berada di sisi Inggris merasa kecewa. Lagu itu seharusnya dinyanyikan dengan kehormatan, bukan sebagai cara menunjukkan dominasi olahraga,” ujarnya. Ketegangan antara dua negara ini pun kembali terasa, terutama karena Piala Dunia 2026 menjadi momen penting dalam memperkuat klaim Argentina atas wilayah tersebut.
Konteks Sejarah Konflik Falkland
Kepulauan Falkland, yang memiliki populasi sekitar 3.500 orang, masih menjadi sumber perdebatan antara Inggris dan Argentina. Wilayah ini dikenal sebagai “Las Malvinas” oleh warga Argentina, tetapi sejak 1765, Inggris telah mengklaimnya sebagai bagian dari wilayahnya. Pada tahun 1982, perang Falkland berlangsung ketika Argentina menginvasi kepulauan tersebut, menewaskan 255 personel Inggris dan 649 tentara Argentina. Masa lalu ini kini kembali menjadi sorotan karena aksi nyanyian “Chant Malvinas” yang dipicu oleh What Happened During pertandingan semifinal.
Selama pertandingan melawan Swiss, Argentina berhasil memenangkan laga melalui adu penalti, yang memperkuat harapan mereka untuk menghadapi Inggris di babak semifinal. Namun, keputusan wasit dan VAR dalam pertandingan itu memperumit suasana, karena banyak orang berpikir bahwa kemenangan Argentina berkat intervensi wasit. Ini memicu perasaan bahwa nyanyian “Chant Malvinas” tidak hanya menjadi bagian dari semangat olahraga, tetapi juga menyiratkan sikap pemaksaan terhadap wilayah yang masih diperdebatkan.
Perbedaan Perspektif Dalam Lagu
Banyak warga Argentina melihat nyanyian “Chant Malvinas” sebagai pengingat akan perjuangan bangsa mereka. “What Happened During perang Falkland adalah bagian dari sejarah kita. Lagu itu mengingatkan kita akan keberanian dalam mengklaim wilayah yang dianggap milik kita,” ujar salah satu pemain Argentina. Namun, veteran Inggris berargumen bahwa lagu tersebut memicu perasaan trauma bagi warga Falkland, yang sebagian besar memilih Inggris sebagai negara yang berhak menguasai wilayah mereka.
Kapten Jeremy Larken, yang memimpin HMS Fearless selama perang, menegaskan bahwa lagu itu harus dinyanyikan dengan makna yang tepat. “What Happened During laga ini membuat kita merasa seperti berada di medan perang kembali. Mereka menyanyikan lagu yang menghiasi sejarah, tetapi lupa bahwa pengorbanan nyata terjadi di sana. Sepak bola adalah olahraga, bukan alat untuk memperumit politik,” katanya. Komentar ini menunjukkan bahwa tidak semua pihak sepakat dengan pendekatan Argentina dalam menyampaikan klaim mereka.
Kontroversi Dan Dampak Terhadap Atmosfer Pertandingan
Kontroversi What Happened During semifinal ini tidak hanya memengaruhi hubungan antara dua negara, tetapi juga memperlihatkan kekuatan simbol-simbol sejarah dalam olahraga. Sejumlah media sosial memperkuat reaksi ini dengan meme yang menampilkan mantan Perdana Menteri Margaret Thatcher sebagai wasit pertandingan, menunjukkan ketegangan politik yang tersembunyi di balik pertandingan. Lagu “Chant Malvinas” juga memicu perdebatan di antara para penggemar sepak bola, yang berbeda pendapat tentang apakah tindakan itu layak atau tidak.
Veteran lain, Laksamana Muda Chris Parry, mengkritik penggunaan lagu tersebut. “What Happened During laga ini menunjukkan bahwa Argentina menganggap sejarah sebagai alat untuk menang. Mereka memakai lagu itu untuk mengingatkan kita akan perang, tetapi lupa bahwa Falkland adalah wilayah yang bebas menentukan pilihan,” katanya. Pendapat ini menyoroti pentingnya memisahkan isu politik dan olahraga, meski dalam banyak kasus, keduanya sulit dipisahkan.
Sebagai kesimpulan, What Happened During pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa lagu “Chant Malvinas” bukan hanya simbol kebanggaan Argentina, tetapi juga menjadi penanda untuk memicu reaksi dari warga Falkland dan veteran Inggris. Meski sepak bola dianggap sebagai olahraga yang bersifat netral, penggunaan simbol sejarah dalam konteks pertandingan bisa mengubahnya menjadi momen politik. Kini, dunia sepak bola berharap bahwa What Happened During pertandingan ini tidak mengganggu spirit kompetisi yang seharusnya mendominasi arena sepak bola.
