Sport

Solution For: Mantan Bintang Arsenal Jadi Korban Penyerangan di Turki, Pelaku Akui Motif Emosi Pribadi

Lucas Torreira, Mantan Bintang Arsenal, Dianiaya di Turki karena Konflik Emosional

Solution For – Kasus serangan terhadap Lucas Torreira, eks pemain Arsenal yang kini memperkuat Galatasaray, memicu geger di kalangan penggemar sepak bola setelah insiden terjadi di Istanbul. Pemain asal Uruguay itu dianiaya di luar sebuah kafe, mengakibatkan dia harus menjalani perawatan medis. Serangan terjadi setelah Torreira keluar dari area hotel usai menyelesaikan aktivitas pribadi. Pelaku sempat berusaha melarikan diri, namun akhirnya ditangkap oleh petugas kepolisian yang datang ke lokasi.

Detik-detik Kekerasan

Dalam wawancara, Torreira menjelaskan: “Pada 12 Mei 2026, saya bermain tenis selama hampir dua jam bersama rekan-rekan saya di Hotel Rixos, yang terletak di Jalan Taşkızak Shipyard, Distrik Camiikebir. Pukul 18.00, saya mandi dan beralih ke pakaian lain sebelum pergi ke luar.” Saat itu, seorang pria mendekati Torreira dengan menawarkan foto bersama. “Setelah berfoto, saya melihat sosok lain mendekat dan berpikir ia juga ingin berinteraksi. Namun, pria itu tiba-tiba meninju sisi kiri kepala saya. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi,” tambahnya.

“Saya mencoba melindungi diri. Saat itu, sopir saya Eray Saylan dan teman saya David Caceres datang untuk membantu. Setelah dipisahkan, pelaku berusaha kabur dengan taksi,” ujar Torreira.

Menurut Torreira, ia langsung pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan setelah insiden. “Kepala saya masih sakit karena dampak kejadian ini,” katanya. Pemain berusia 28 tahun itu juga menyatakan telah melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwenang. “Saya mengajukan laporan terhadap orang yang menyerang dan menyebabkan cedera pada saya,” tuturnya. Dalam laporan, disebutkan Torreira mengalami memar serta pembengkakan di mata kiri.

Pelaku Akui Perasaan Pribadi sebagai Penyebab

Pelaku penyerangan memberikan pernyataan mengejutkan, mengungkapkan bahwa tindakannya dipicu oleh konflik emosional. “Saya memiliki perasaan tidak berbalas terhadap seorang wanita. Karena wanita itu merasa tidak nyaman dengan saya, ia sebelumnya memerintahkan larangan mendekati,” jelasnya. Ia menambahkan, “Saya tidak pernah melanggar perintah tersebut. Namun, setelah melihat foto wanita yang saya sukai bersama Torreira di Instagram sekitar setahun lalu, kebencian terhadapnya mulai tumbuh.”

“Saya menulis unggahan tentang Torreira di akun Twitter saya. Alasan saya melakukannya berasal dari rasa benci terhadapnya,” ujar pelaku. “Setelah mengetahui dari unggahan Instagram dan keluarga Torreira bahwa mereka berada di Hotel Rixos, saya datang ke lokasi dalam keadaan marah, dengan niat menyakiti.”

Torreira tetap aktif di Galatasaray. Sampai saat ini, ia telah mencatat 175 penampilan di semua kompetisi dan menjadi bagian kunci dalam kesuksesan klub meraih gelar liga Turki beberapa musim terakhir. Meski mengalami insiden tersebut, ia tetap berkomitmen pada karier sepak bolanya di Turki.

Leave a Comment