Regional

Topics Covered: Polisi di Surabaya Kena Prank Ultah, Tangan Diborgol hingga Dievakuasi Damkar

Prank Ulang Tahun Polisi Surabaya Berujung Evakuasi Damkar

Detail Prank Ulang Tahun yang Menghebohkan

Topics Covered – Sebuah kejadian unik dan memicu perhatian publik terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, saat seorang anggota polisi, Fernandio Wahyu, menjadi korban prank ulang tahun yang tidak terduga. Saat merayakan hari jadinya, rekan-rekannya memutuskan melakukan kejutan dengan memborgol tangannya menggunakan borgol besi asli. Aksi ini diinisiasi secara spontan, tanpa rencana matang, namun berujung pada situasi kritis yang membutuhkan intervensi pihak berwenang.

Kebocoran masalah muncul setelah acara perayaan berakhir. Saat mencoba melepaskan borgol, kunci yang dimasukkan ke lubang pengait tiba-tiba patah, menyebabkan tali borgol terkunci mati. Fernandio Wahyu, yang awalnya hanya tertawa dan terkejut, akhirnya harus meminta bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya. Video rekan-rekannya yang merekam proses ini segera viral di media sosial, menarik perhatian ribuan netizen.

Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari, di mana rekan-rekan Fernandio Wahyu mengatur pesta ulang tahun sederhana di ruang latihan polisi. Mereka memperkirakan bahwa borgol akan mudah dilepas, namun kesalahan teknis pada kunci membuat situasi menjadi lebih rumit. “Kami hanya ingin menghibur rekan-rekan, tapi tak terduga akan terjadi kegagalan teknis yang mengharuskan kami mengambil langkah lebih serius,” ujar salah satu partisipan prank.

Respons DPKP Surabaya dalam Penanganan Insiden

Kepala Bidang Pemadam DPKP Surabaya, M Rokhim, menjelaskan bahwa tim penyelamatan menghadapi tantangan berat dalam proses evakuasi. Karena jarak antara borgol dan kulit tangan sangat sempit, mereka menggunakan mesin gerinda portabel berkecepatan tinggi untuk memotong logam. Gesekan dari alat ini menghasilkan percikan api dan panas, sehingga petugas sengaja menyiramkan air dingin secara bertahap untuk mencegah risiko luka bakar.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan penanganan secara presisi selama kurang lebih 45 menit, borgol berhasil dilepas dari tangan pelapor tanpa menyebabkan cedera,” ujar M Rokhim dalam wawancara. Petugas menyebutkan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran penting tentang pentingnya persiapan matang dalam kegiatan sosial.

Pemotongan borgol memakan waktu hampir setengah jam, dengan proses yang dipantau ketat oleh tim DPKP. Setelah berhasil melepaskan borgol, Fernandio Wahyu mengucapkan terima kasih kepada petugas. “Saya kagum dengan kesigapan mereka. Banyak yang tak menyangka akan terjadi seperti ini,” kata Fernandio dalam wawancara singkat.

Kejadian ini menunjukkan betapa cepatnya situasi bisa berubah dari lucu menjadi serius, bahkan membutuhkan bantuan dari unit pemadam kebakaran. Sebagai bagian dari Topics Covered, insiden ini memicu diskusi mengenai pentingnya kesadaran keamanan dalam kegiatan rekreasi, terutama ketika melibatkan alat logam yang bisa memicu risiko.

Kisah ini juga menjadi contoh bagaimana keisengan bisa berubah menjadi situasi darurat. Meski awalnya hanya bercanda, tindakan memborgol tangan dengan borgol besi mendorong respons langsung dari pihak berwenang. DPKP Surabaya memastikan bahwa semua prosedur dilakukan dengan hati-hati untuk meminimalkan dampak negatif terhadap korban.

Leave a Comment