Angin Puting Beliung Terjang Cirebon, 24 Rumah dan Kantor Sekolah Rusak
Angin Puting Beliung Terjang Cirebon – Badai angin puting beliung yang terjadi pada pagi hari di Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengakibatkan kerusakan serius terhadap sejumlah rumah warga dan kantor sekolah. Bencana alam ini memicu kekacauan di tengah masyarakat, dengan bangunan-bangunan terkena hantaman angin yang sangat kuat. Dalam beberapa menit, situasi berubah drastis, menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman sambil menunggu kondisi membaik.
Pemerintah setempat segera mengambil langkah cepat untuk mengendalikan situasi dan memberikan bantuan darurat. Banyak rumah mengalami kerusakan struktural, seperti atap yang terlepas atau dinding retak, sementara kantor sekolah menjadi korban utama karena lokasinya berdekatan dengan permukiman. Meski tidak ada korban jiwa atau luka berat, kerugian materiil diprediksi mencapai puluhan juta rupiah, terutama dari biaya perbaikan rumah dan infrastruktur pendidikan. Warga juga mengeluhkan gangguan aktivitas harian akibat kekacauan yang terjadi.
Kerusakan Terparah di Wilayah Blok Karang Melati
Wilayah yang paling terkena dampak adalah Blok Karang Melati, Desa Beringin. Dalam laporan terbaru, tercatat 24 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya mengalami kerusakan signifikan, mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Beberapa bangunan mengalami kerusakan parah, termasuk atap yang hilang, pintu serta jendela rusak, dan material bangunan terlempar ke jalan. Sejumlah rumah kehilangan dinding utama karena kecepatan angin yang melebihi 100 km/jam, menurut data meteorologi lokal.
“Kejadiannya sangat cepat. Kami sedang tidur nyenyak, tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dan atap rumah langsung terbang. Warga langsung berlarian keluar karena air hujan mulai mengguyur kamar kami,” kata Khodijah, seorang ibu rumah tangga yang rumahnya hancur akibat bencana alam ini, Minggu (14/6/2026).
Bencana ini menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Beberapa warga mengatakan bahwa mereka hanya sempat menyelamatkan barang-barang berharga sebelum angin memaksa mereka keluar. Banyak yang terluka akibat tertusuk puing-puing atau terjatuh dari rumah saat angin mempercepat kecepatannya. Meski begitu, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, berkat respons cepat warga dan petugas keamanan yang langsung turun ke lokasi.
Upaya Pemulihan dan Dukungan dari Pemerintah
Seusai badai, pemerintah daerah dan aparat TNI-Polri melakukan evaluasi terhadap kerusakan yang