Regional

Kronologi Detik-Detik Briptu Exel Tewas Tertembak Rekan Saat Tangani Keributan di Bolmut

Foto : Mary Jones - nusantaranews1.com

Special Plan: Kronologi Detik-Detik Briptu Exel Tewas Tertembak Saat Mengamankan Keributan di Bolmut

Nusantaranews1.com – Kembali menjadi sorotan setelah sebuah insiden mengerikan terjadi di Desa Paku Induk, Kabupaten Bolmut, Sulawesi Utara. Briptu Exel Mamuli, anggota Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Bolmut, gugur setelah tertembak oleh rekan sejawatnya saat sedang mengambil alih situasi konflik bersenjata. Peristiwa ini menimbulkan duka yang dalam, dengan keluarga korban melihat jenazahnya di RS Bhayangkara Manado. Kematian Briptu Exel terjadi selama operasi Special Plan yang berlangsung di wilayah tersebut, menjadi momen bersejarah dalam penerapan strategi pengamanan oleh polisi.

Detik-Detik Peristiwa di Lokasi Keributan

Insiden dimulai saat tim URC Polres Bolmut menerima laporan tentang bentrok antar kelompok di Desa Paku Induk. Dalam situasi yang kritis, Briptu Exel berperan sebagai penanggung jawab lapangan. Namun, kejadian tak terduga terjadi saat satu pelaku yang lain melintas dari belakang dan menggunakan senjata tajam untuk menyerang. “Sesampainya di TKP, satu orang diamankan, namun dua orang melakukan perlawanan. Dalam situasi tersebut, ketua tim mengambil keputusan tegas dengan menembak, meskipun yang terkena justru rekan sendiri,” ujar Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, Kabid Humas Polda Sulut.

Saat Briptu Exel terancam, Ketua Tim URC Brigpol RT langsung mengambil inisiatif menembak untuk memutus ancaman. Sayangnya, peluru yang ditembakkan langsung mengenai dada kanan Briptu Exel, menyebabkan luka serius yang tidak bisa dicegah. Setelah menyadari kejadian tersebut, anggota lain segera menolong korban dan membawanya ke RSUD Bolaang Mongondow Utara. Special Plan, yang bertujuan meminimalkan risiko saat tindakan pengamanan, justru berujung pada korban yang tidak terduga.

Detektif Konflik dan Kekhawatiran Terhadap Kehadiran Anggota

Insiden ini memicu pertanyaan serius mengenai efektivitas keamanan selama operasi Special Plan. Dalam upaya mengamankan keributan, Briptu Exel terlibat langsung dengan pelaku yang masih berada dalam kondisi liar. Polres Bolmut sedang menyelidiki apakah ada kesalahan dalam pengambilan keputusan atau kesalahpahaman yang terjadi antara anggota tim.

Pelaku yang kabur dari lokasi kejadian saat ini masih dalam pencarian oleh petugas. Sementara itu, anggota polisi yang menembak sedang diperiksa untuk memastikan tidak ada kecerobongan dalam tindakan. Dalam situasi darurat seperti ini, Special Plan diharapkan mampu mengurangi risiko serangan, namun kejadian tersebut menunjukkan bahwa konflik bisa terjadi bahkan di tengah prosedur yang dianggap aman.

Penyelidikan terus berjalan, dengan petugas menyebutkan bahwa penyebab pasti peristiwa ini masih dalam penjelasan. Namun, insiden ini menambah daftar kematian yang terjadi selama operasi Special Plan di Sulawesi Utara. Keluarga Briptu Exel menyampaikan dukanya, sementara masyarakat setempat menyoroti kesiapan polisi saat menghadapi keributan di daerah rawan.

Terlepas dari kesedihan, kejadian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan koordinasi dalam operasi Special Plan. Polisi berkomitmen untuk memperbaiki protokol penanganan konflik, agar kejadian serupa tidak terulang. “Special Plan bukan hanya tentang tindakan cepat, tapi juga kesiapan menghadapi situasi yang bisa berubah mendadak,” tambah Kombes Pol Alamsyah Hasibuan.

Leave a Comment