New Policy: Kematian ASN dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda Terungkap
Nusantaranews1.com – Surabaya – Seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, ditemukan tewas dalam mobil dinas di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sedati, Sidoarjo. Dalam investigasi awal, keluarga korban mengungkap fakta baru yang memicu penelusuran lebih lanjut terkait kejadian ini. Meski penyebab kematian masih dalam penyelidikan, muncul dugaan bahwa korban mungkin meninggal di lokasi lain sebelum dibawa ke bandara.
Keluarga Berharap New Policy Memperjelas Peristiwa
Keluarga korban menyatakan, saat ini mereka sedang menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut dari tim penyelidik. Menurut Risang Bima, kuasa hukum keluarga, kejadian ini memperlihatkan adanya celah dalam sistem New Policy yang mengatur penggunaan kendaraan dinas dan keberadaan pegawai. “Kami berharap New Policy dapat membantu memperjelas kondisi korban saat kejadian dan prosedur yang diikuti,” tambahnya.
“Korban terakhir kali meninggalkan rumah pada Kamis (18/6/2026) dengan alasan urusan pekerjaan. Dia berpamitan kepada keluarga dan menyatakan akan kembali pada hari Sabtu,” ujar Risang, Kamis (25/6/2026).
Rekaman CCTV dan Suspensi Perjalanan
Dalam beberapa hari sebelum kejadian, korban masih aktif berkomunikasi dengan keluarga. Namun, sejak Sabtu pagi, kontaknya terputus. Risang menjelaskan bahwa dari rekaman CCTV, hanya satu orang yang terlihat mengemudi kendaraan hingga masuk ke area parkir. Fakta ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberadaan korban sebelum jasadnya ditemukan di bandara.
“Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat hanya satu orang yang mengemudikan kendaraan hingga masuk ke area parkir. Tidak ada orang lain yang keluar dari mobil,” ucap Risang.
Keluarga korban juga menyoroti kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan. Ini membuat penyebab kematian belum bisa dipastikan, meski ada indikasi bahwa korban mungkin meninggal sebelum sampai ke lokasi. Mereka berharap New Policy dapat mempercepat proses investigasi dan transparansi informasi.
Proses Investigasi dan Persiapan New Policy
Pihak kepolisian sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memastikan apakah korban meninggal di dalam mobil dinas atau di lokasi lain. Risang Bima menjelaskan bahwa keluarga telah menemukan fakta bahwa mobil dinas tersebut digunakan korban pada hari kejadian. “Kami mempercayai bahwa New Policy akan menjadi alat untuk mengungkap kejadian ini secara jelas,” katanya.
Keluarga juga meminta kepada pihak terkait untuk lebih memperhatikan keberadaan pegawai ASN selama perjalanan dinas. Mereka menganggap bahwa adanya New Policy dapat mencegah kejadian serupa jika diterapkan dengan lebih ketat. “Kami berharap regulasi New Policy bisa dijadikan pedoman untuk memastikan keselamatan pegawai,” terang Risang.
Respons Komunitas dan Peningkatan Pengetahuan Publik
Kasus kematian ASN dalam mobil dinas ini memicu perhatian masyarakat sekitar Bandara Juanda. Banyak warga menganggap bahwa kejadian tersebut menggambarkan kelemahan sistem New Policy dalam pengawasan keberadaan pegawai. Risang mengatakan bahwa keluarga akan terus berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk memastikan kebenaran fakta.
“Kami yakin bahwa New Policy bisa menjadi solusi jika dijalankan secara optimal. Kami akan tetap mengawasi proses investigasi hingga tuntas,” tutur Risang.
Di sisi lain, media massa setempat mulai mengunggah informasi lebih lanjut mengenai kejadian ini. Para peliput berharap New Policy bisa menjadi titik awal untuk reformasi dalam penggunaan dan pengawasan mobil dinas oleh ASN. “New Policy harus menjadi wadah untuk transparansi dan akuntabilitas,” ujar salah satu jurnalis setempat.
