Regional

Key Issue: Viral di Sumenep! Warga Ramai Saksikan Prosesi Sumpah Pocong, Dipicu Tuduhan Santet

Foto : Michael Jones - nusantaranews1.com

Key Issue: Viral di Sumenep, Warga Saksikan Prosesi Sumpah Pocong untuk Atasi Tuduhan Santet

Nusantaranews1.com – Menjadi perhatian publik setelah seorang warga Sumenep, Jawa Timur, mengunggah video prosesi sumpah pocong yang diadakan sebagai upaya menyelesaikan dugaan kasus santet antarwarga. Konflik ini memicu rasa penasaran dan perdebatan di berbagai platform media sosial. Perselisihan bermula dari tuduhan Nuruddin (65) terhadap Riyanti (61), yang disangka memiliki ilmu santet setelah menantunya meninggal dunia.

Tuduhan Santet dan Dampaknya

Prosesi sumpah pocong viral karena memperlihatkan bagaimana warga Sumenep mengambil langkah tradisional untuk memecahkan masalah yang terkesan tidak bisa diatasi secara modern. Ritual ini dianggap sebagai bentuk peradilan adat yang dilakukan secara terbuka. Sebelumnya, pihak desa telah berusaha mediasi, namun konflik belum terselesaikan meski ada beberapa kali upaya. Key Issue ini akhirnya berujung pada pengambilan sumpah pocong sebagai solusi akhir.

Sumpah pocong dilakukan di Masjid Miftahul Ulum, Dusun Sarpereng Utara, Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng. Ribuan warga memadati area ibadah untuk menyaksikan langsung. Video yang beredar memperlihatkan kegundahan dan antusiasme masyarakat, dengan beberapa peserta memegang surat berita atau berita kematian menantunya. Key Issue ini menjadi momentum bagi warga setempat untuk mengekspresikan kepercayaan mereka terhadap ritual tradisional.

Keterangan dari Ketua RT dan Dampak Sosial

“Key Issue ini berawal dari tuduhan santet, dan sumpah pocong dianggap sebagai upaya memecahkan masalah secara adat. Nama Riyanti jadi tertuduh karena dianggap memiliki ilmu santet, sementara Pak Ruddin, keluarga menantunya, juga menuduhnya. Prosesi ini dihadiri oleh banyak warga yang ingin melihat apakah tindakan santet benar-benar terbukti,”

Ketua RT 1 Desa Lenteng Timur, Fauzi, menjelaskan bahwa prosesi berlangsung pukul 12.30 WIB dan berlangsung hampir satu jam. Meski ada upaya menghentikan, kedua pihak tetap bersikeras melaksanakan tindakan tersebut. Key Issue ini menunjukkan betapa kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap ritual tradisional, meski dalam konteks modern, bukti hukum seringkali diabaikan.

Konflik serupa pernah terjadi pada tahun 2022, saatnya berhasil diselesaikan melalui mediasi. Namun, tahun ini situasi berbeda karena masyarakat lebih terprovokasi oleh berita yang beredar. Key Issue ini juga menggambarkan bagaimana isu santet bisa merusak hubungan antarwarga, bahkan memicu konflik yang lebih luas. Pemerintah Desa Lenteng Timur memantau proses dan berharap ritual ini menjadi penutup bagi perselisihan.

Kultur Sumpah Pocong dan Konteks Sosial

Prosesi sumpah pocong tidak hanya menjadi alat penyelesaian konflik, tetapi juga membawa perdebatan tentang nilai-nilai kultural dan modernisasi. Ritual ini melekat pada keyakinan lokal bahwa sumpah dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban yang lebih kuat dari sumpah formal. Key Issue ini memperlihatkan bagaimana tradisi bisa tetap relevan dalam mengatasi masalah sosial.

Dalam sumpah pocong, para tersangka diberi kesempatan untuk menyatakan janji dan mengakui kesalahan. Jika mereka mengingkari, maka dianggap terbukti bersalah. Key Issue ini menjadi simbol kepercayaan warga Sumenep terhadap ritual adat, yang dalam beberapa kasus bisa menjadi alternatif penyelesaian sengketa di luar hukum. Meski tidak ada bukti hukum yang mendukung tuduhan santet, kepercayaan masyarakat tetap menjadi faktor utama.

Sosial media memainkan peran penting dalam mempercepat penyebaran Key Issue ini. Video yang diunggah oleh warga dianggap sebagai bukti visual yang menguatkan dugaan santet. Dengan berita viral, konflik yang awalnya lokal menjadi nasional. Key Issue ini juga menunjukkan betapa cepatnya isu bisa merambat melalui platform digital, bahkan sampai memengaruhi pandangan masyarakat luas.

Leave a Comment