Regional

Kapal Wisata Pinisi Terbakar di Bulukumba – Milik Warga Depok Jabar

Foto : Sandra Thomas - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Kapal Wisata Pinisi Terbakar di Bulukumba, Milik Warga Depok Jabar
  2. Detail Kebakaran dan Evakuasi
  3. Penyebab Kebakaran dan Investigasi

Kapal Wisata Pinisi Terbakar di Bulukumba, Milik Warga Depok Jabar

Nusantaranews1.com – Sebuah kapal wisata pinisi bernama Kapal Wisata Pinisi Terbakar di Bulukumba mengalami kebakaran di perairan Tanah Lemo, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Senin (6/7/2026) pagi. Kebakaran ini terjadi saat kapal berada dua kilometer dari garis pantai Tanaberu, atau sekitar 20 kilometer timur Kota Bulukumba. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun sebagian besar bagian kapal terbakar habis, menyisakan kerusakan yang cukup parah. Kebakaran dimulai sekitar pukul 07.45 Wita, ketika kapal sedang berada dalam perjalanan, sebelum akhirnya dievakuasi ke tepi pantai pada pukul 09.45 Wita.

Detail Kebakaran dan Evakuasi

Lokasi dan Waktu Kebakaran

Kebakaran yang terjadi di Kapal Wisata Pinisi Terbakar di Bulukumba mengguncang masyarakat sekitar. Kapal ini, yang tergolong kecil dan biasa digunakan untuk aktivitas wisata, sedang berlayar di perairan yang cukup luas. Tempat kejadian tidak jauh dari pantai, sehingga memudahkan proses evakuasi. Meski demikian, kobaran api yang cepat menyebar menyulitkan upaya pemadamannya. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Andi Hasbullah, mengatakan bahwa api pertama kali terlihat dari area anjungan atau ruang kemudi kapal.

Proses Penanganan oleh Tim Pemadam

Ketika kebakaran terjadi, para anak buah kapal (ABK) segera memberi laporan ke BPBD Bulukumba. Pemilik kapal, Muhammad Japar Sidiq Ali, yang berada di Kota Depok, Jawa Barat, langsung meminta seluruh kru di lokasi untuk berupaya memadamkan api. Namun, api yang membara tidak bisa dikuasai dengan cepat. Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar dua jam, sebelum akhirnya kapal berhasil dibawa ke daratan. Meskipun kebakaran sudah dipadamkan, ada sebagian kecil dari struktur kapal yang tetap rusak.

Penyebab Kebakaran dan Investigasi

Analisis Awal dan Penyebab Diduga

Setelah kebakaran di Kapal Wisata Pinisi Terbakar di Bulukumba berhasil dikendalikan, tim investigasi dari BPBD Bulukumba dan instansi terkait langsung melakukan penelusuran penyebab. Berdasarkan laporan awal, api kemungkinan besar berasal dari bagian bawah kapal, terutama area mesin atau sumber listrik. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Seorang saksi mata, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyebutkan bahwa api muncul tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.

Proses Investigasi yang Masih Berlangsung

BPBD Bulukumba menjelaskan bahwa proses investigasi akan memakan waktu beberapa hari. Tim akan melakukan pemeriksaan terhadap sumber api, kondisi kapal sebelum kebakaran, dan laporan dari para ABK. Selain itu, mereka juga akan memeriksa faktor lingkungan, seperti kelembapan atau angin, yang berpotensi mempercepat penyebaran api. Kapal Wisata Pinisi Terbakar di Bulukumba juga menjadi perhatian karena merupakan kapal yang digunakan untuk kegiatan pariwisata lokal.

Kejadian ini menjadi sorotan publik, terutama karena kapal tersebut berasal dari warga Depok Jabar. Muhammad Japar Sidiq Ali, pemilik kapal, menjelaskan bahwa kapal ini biasa beroperasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan baru tiba di Bulukumba pada hari Sabtu (4/7/2026). Sebelum kebakaran, kapal berlayar dalam kondisi normal, menurut laporan dari anak buah kapal.

Di sisi lain, masyarakat setempat menilai bahwa Kapal Wisata Pinisi Terbakar di Bulukumba menjadi pengingat penting bagi keamanan perahu wisata. Sejumlah warga Bulukumba mengatakan bahwa kebakaran ini mungkin disebabkan oleh kurangnya perawatan rutin terhadap peralatan kapal. “Kita harap BPBD bisa mengevaluasi keamanan kapal-kapal wisata di daerah ini,” kata seorang warga, yang mengungkapkan kekhawatirannya.

BPBD Bulukumba telah mengumpulkan data dari para ABK dan pihak terkait untuk mengetahui detail penyebab kebakaran. Selain itu, mereka juga berencana melakukan simulasi darurat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Pemilik kapal, Muhammad Japar Sidiq Ali, menegaskan bahwa ia akan bertanggung jawab atas kerusakan kapal dan berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran untuk menghindari risiko serupa.

Leave a Comment