Regional

1 Korban Penyanderaan KKB di Mimika Meninggal Kelaparan, 20 Hari di Hutan Tanpa Makan-Minum

codex-70a7520f20df4e81a4b67d89f6ca176e
Foto : Sandra Thomas - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Korban Penyanderaan di Mimika Ditemukan, Satu Warga Meninggal di Hutan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Korban Penyanderaan di Mimika Ditemukan, Satu Warga Meninggal di Hutan

Nusantaranews1.com – Upaya pencarian terhadap sembilan warga yang diculik kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menghasilkan kabar duka. Yosina ditemukan meninggal dunia di wilayah Kampung Bela 1, Distrik Alama, setelah bertahan dalam kondisi sangat berat di kawasan hutan.

Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23 tahun, yang selamat dan kemudian dievakuasi ke Timika pada Senin, 14 September 2026. Demerina dibawa oleh Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, Polres Mimika, tokoh masyarakat, dan kepala kampung setelah cuaca memungkinkan helikopter mencapai lokasi.

Keduanya merupakan bagian dari sembilan warga yang menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026 di Jila. Dalam masa penyanderaan dan pelarian di hutan, keduanya disebut menjalani sekitar 20 hari tanpa asupan makanan dan minuman yang memadai.

Demerina Selamat, Yosina Tidak Tertolong

Informasi awal mengenai keberadaan korban diterima Satgas pada 7 September 2026 melalui jaringan di Distrik Jila. Seorang kepala kampung dari Kampung Bela 1 mendatangi wilayah Jila untuk menyampaikan bahwa warga telah menemukan seorang perempuan dalam keadaan selamat.

Identitas korban saat itu belum dipastikan. Aparat kemudian melakukan penelusuran serta identifikasi hingga diketahui bahwa perempuan tersebut adalah Demerina Uamang, salah satu warga yang diculik sebulan sebelumnya.

“Awalnya mereka tidak mengetahui siapa korban tersebut. Kemudian kami melakukan investigasi dan proses identifikasi. Hasilnya, benar bahwa adik Demerina Uamang merupakan korban penculikan yang terjadi pada 17 Agustus yang lalu,” ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo, Senin (14/9/2026).

Saat ditemukan, Demerina ternyata bersama Yosina. Namun, kondisi Yosina disebut telah sangat kritis dan ia ditemukan dalam keadaan meninggal. Kelaparan diduga menjadi penyebab utama memburuknya keadaan korban selama berada di hutan.

“Adik Uamang ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun, sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan,” ujar Kombes Yusuf.

Warga Kampung Bela 1 memberikan pertolongan kepada Demerina setelah menemukannya. Perawatan awal tersebut membantu korban bertahan hingga proses penjemputan dapat dilakukan. Sementara itu, Yosina telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat setempat.

Cuaca Sempat Menghambat Evakuasi

Koordinasi untuk mengevakuasi Demerina dilakukan segera setelah keberadaannya terkonfirmasi. Akan tetapi, kondisi cuaca buruk sempat membuat helikopter Satgas Operasi Damai Cartenz tidak bisa memasuki wilayah tujuan selama beberapa hari.

“Kegiatan ini menggunakan helikopter milik Satgas Operasi Damai Cartenz. Namun, setelah kita rencanakan, empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana,” ujar Kombes Yusuf.

Pada Senin pagi, cuaca dinilai cukup membaik. Tim gabungan yang melibatkan personel Satgas, tokoh masyarakat, dan kepala kampung akhirnya dapat terbang menuju lokasi untuk menjemput Demerina.

“Tadi pagi, alhamdulillah, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi,” katanya.

Demerina diterbangkan menggunakan helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026. Helikopter tersebut mendarat di landasan heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah sekitar pukul 09.08 WIT.

Menjalani Pemulihan di Timika

Setelah tiba di Timika, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk pemeriksaan kesehatan dan penanganan medis. Kondisi fisiknya masih lemah akibat masa bertahan di hutan, sehingga pemulihan menjadi perhatian utama tim medis.

“Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan,” ucapnya.

Peristiwa ini memperlihatkan beratnya tantangan pencarian dan penyelamatan di wilayah pedalaman Mimika. Selain kondisi korban yang rentan, akses menuju lokasi bergantung pada cuaca dan dukungan transportasi udara. Keterlibatan warga serta tokoh masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menemukan korban dan membantu proses evakuasi.

Pencarian serta penanganan terhadap para korban lain dari penculikan 17 Agustus 2026 tetap menjadi perhatian. Bagi keluarga yang terdampak, keselamatan warga dan kepastian mengenai keberadaan mereka merupakan hal yang paling mendesak.

Frequently Asked Questions

What is 1 Korban Penyanderaan KKB di Mimika?

1 Korban Penyanderaan KKB di Mimika is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 1 Korban Penyanderaan KKB di Mimika matter?

1 Korban Penyanderaan KKB di Mimika matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment