News

Terungkap! Ini Alasan Secret Service hingga FBI Ikut Uji Keaslian Dolar AS Sitaan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Foto : Sarah Smith - nusantaranews1.com

Terungkap! Alasan Secret Service Uji Keaslian Dolar AS Sitaan Febrie Adriansyah

Nusantaranews1.com – Penyelidikan terhadap kasus korupsi yang menjerat Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), memperlihatkan bahwa Secret Service dan FBI terlibat dalam memverifikasi keaslian dolar AS yang disita. Ini menjadi perhatian publik karena dua lembaga tersebut dikenal memiliki keahlian khusus dalam pemeriksaan mata uang asing. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan dolar AS yang menjadi barang bukti tersebut benar-benar sah dan tidak terlibat dalam kecurangan.

Kolaborasi Lebih dari Tiga Lembaga dalam Verifikasi

Penyidik menemukan bahwa dalam proses penyitaan, lebih dari tiga lembaga seperti Secret Service, FBI, dan instansi lain turut serta dalam menguji keaslian dolar AS. Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan lembaga yang memiliki otoritas dan pengalaman dalam bidang kripto dan validasi mata uang. “Mereka memiliki otoritas untuk menguji kurs United States dolar AS,” katanya, Jumat (17/7/2026).

Pemeriksaan tidak hanya fokus pada dolar AS, tetapi juga mencakup emas batangan dan uang rupiah. Hasil dari PT Pegadaian menunjukkan 74 batang emas dengan total berat 74,01 kilogram memiliki kadar 23 karat. Sementara itu, Bank Indonesia menyatakan bahwa 71.082 lembar uang rupiah yang ditemukan dalam barang bukti dinyatakan asli. “Kami melakukan verifikasi yang ketat agar tidak ada kesalahan dalam penggunaan mata uang,” imbuh Budi.

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan setiap mata uang yang disita dapat dipercaya sebagai bukti sah dalam proses hukum,” jelas Budi. “Secret Service dan FBI turut serta karena mereka memiliki standar keaslian yang ketat, terutama dalam kasus seperti ini.”

Penggeledahan dan Penyitaan Aset

Dalam penyelidikan yang berlangsung, pihak kepolisian melakukan penggeledahan di 12 lokasi, termasuk kafe de’Clan Signature. Dari sana, 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar AS, serta uang tunai Rp259.159.000 disita. Total nilai barang bukti mencapai sekitar Rp60 miliar. Selain itu, penyidik juga menemukan tujuh koper berisi 74 kilogram emas batangan di sebuah rumah di Parahyangan Golf 2, Sentul. “Barang bukti ini menjadi bukti penting dalam membongkar tindakan korupsi dan pencucian uang,” tambah Budi.

“Kami memastikan semua mata uang yang disita, termasuk dolar AS dan dolar Singapura, telah diverifikasi oleh lembaga yang berwenang,” ujarnya. “Secret Service dan FBI terlibat karena mereka dianggap lebih kompeten dalam hal ini.”

Kasus dan Impak Verifikasi Keaslian

Kasus Febrie Adriansyah terkait dengan dugaan korupsi dan pencucian uang di PT Asabri, yang juga terlibat dalam penyitaan dolar AS dan emas. Verifikasi keaslian dolar AS yang dilakukan Secret Service melalui surat tertanggal 16 Juli 2026, memastikan bahwa 6.370.921 dolar AS dalam barang bukti adalah asli. Sementara itu, uang dolar Singapura sejumlah 16.068.804 dinyatakan asli oleh Laboratorium Kriminalistik Pusat Bareskrim Polri.

“Terungkapnya alasan Secret Service dan FBI terlibat dalam pengujian ini memberikan kepercayaan pada proses penyelidikan,” terang Budi. “Ini juga menunjukkan bahwa kasus korupsi tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi juga melibatkan kerja sama lembaga internasional.”

Pengujian keaslian dolar AS menjadi bagian dari upaya polisi untuk memastikan semua aset yang disita dapat digunakan sebagai bukti dalam persidangan. Hal ini penting karena mata uang asing sering kali menjadi alat transfer dana yang tersembunyi. Dengan melibatkan Secret Service dan FBI, proses verifikasi diperkuat, dan hasilnya diharapkan menjadi dasar dalam menentukan kebenaran kasus tersebut.

Leave a Comment