Tak Ikut Bimbel, Siswa Madrasah Ini Justru Raih Skor PK Tertinggi UTBK 2026
JAKARTA, 2 Juni 2026
Tak Ikut Bimbel – Dalam ujian UTBK 2026, seorang siswa dari Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong, Ahmad Salman Al-Makkiy, menciptakan kejutan dengan meraih skor tertinggi nasional pada bagian Pengetahuan Kuantitatif (PK). Tak Ikut Bimbel, ia berhasil meraih angka 1173,55, yang membuatnya diterima di STEI Komputasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Prestasi ini menggambarkan bahwa pendekatan belajar mandiri bisa lebih efektif daripada metode tradisional seperti bimbingan belajar, terutama jika diterapkan dengan strategi yang tepat.
Strategi Belajar Tanpa Bimbel
Salman menekankan bahwa kunci keberhasilannya adalah fokus pada kelemahan yang ditemukan melalui try out. Ia mengatakan, dalam Tak Ikut Bimbel, siswa sering kali terbawa oleh kurikulum yang beragam, sehingga mengabaikan hal-hal yang paling penting. “Kita harus mengetahui titik lemah masing-masing sebelum mengembangkan kekuatan,” ujarnya. Dengan mengevaluasi hasil try out berkali-kali, Salman mampu memprioritaskan topik yang perlu diperbaiki, bukan hanya menghafal materi secara luas.
Menurut Salman, konsistensi latihan dan pemahaman konsep dasar adalah dua faktor utama yang membedakan siswa yang sukses. Ia menjelaskan bahwa belajar mandiri membutuhkan disiplin yang tinggi, tetapi juga kecermatan dalam memilih sumber belajar. Misalnya, ia mengandalkan video YouTube dari channel Tubuh Kata untuk memperkuat pemahaman tentang matematika dan logika. “Tak Ikut Bimbel memaksa kita lebih aktif mencari cara belajar yang sesuai dengan gaya pribadi,” tambahnya.
Persiapan Lengkap Tanpa Bimbel
Salman tidak mengandalkan guru pengajar atau bimbel eksternal untuk mempersiapkan diri menghadapi UTBK. Ia mengatakan, kesuksesannya di bidang PK adalah hasil dari perencanaan yang matang. “Saya memulai dengan mengumpulkan soal-soal dari berbagai sumber, lalu memecahnya berdasarkan tingkat kesulitan,” jelas Salman. Metode ini memungkinkannya untuk mengalokasikan waktu belajar secara optimal, karena ia bisa langsung menangani area yang paling sulit tanpa terganggu oleh materi yang tidak relevan.
Dalam Tak Ikut Bimbel, Salman juga berbagi tips untuk meningkatkan kinerja ujian. Ia menyarankan siswa untuk melatih diri secara bertahap, mulai dari soal-soal sederhana hingga kompleks. “Setiap sesi try out harus menjadi refleksi untuk menyesuaikan metode belajar,” katanya. Dengan pendekatan ini, ia mampu memperbaiki kemampuan berpikir kritis dan kecepatan mengerjakan soal, yang menjadi kunci untuk menghadapi ujian berbasis komputer dengan baik.
Salman menyadari bahwa kesuksesannya bukan hanya karena belajar sendiri, tetapi juga karena penggunaan teknik belajar yang efisien. Ia menjelaskan bahwa selain try out, ia juga mengatur jadwal belajar dengan istirahat yang cukup untuk menghindari kelelahan. “Tak Ikut Bimbel tidak berarti tidak ada bimbingan, tetapi kita harus menjadi pengelola diri sendiri,” katanya. Hal ini memperkuat bahwa utama adalah kemauan belajar dan kesabaran dalam proses peningkatan kemampuan.
Hasil Salman memberikan gambaran bahwa Tak Ikut Bimbel bisa menjadi pilihan cerdas bagi siswa yang ingin mengoptimalkan waktu dan sumber daya. Selain itu, prestasinya menginspirasi rekan sejawat yang sebelumnya meragukan metode belajar mandiri. “Banyak siswa berpikir bimbel adalah jalan satu-satunya, tapi nyatanya, kita bisa mencapai tujuan dengan cara yang lebih personal,” ujar Salman. Dengan berbagai strategi seperti ini, siswa madrasah bisa menghadapi UTBK 2026 tanpa mengorbankan kualitas belajar.