One Way Disetop, Lalu Lintas Puncak Bogor Normal 2 Arah Sore Ini
One Way Disetop – Setelah sejumlah waktu terbatas, pengaturan lalu lintas satu arah di kawasan Puncak, Kota Bogor, Jawa Barat, akhirnya dihentikan oleh petugas kepolisian. Pada Jumat (15/5/2026), lalu lintas dua arah kembali berjalan normal, menyambut hari libur nasional yang memperbesar kebutuhan pengguna jalan. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan aliran kendaraan dan mencegah kepadatan yang sering terjadi selama periode libur seperti Kenaikan Yesus Kristus.
Penjelasan Kasat Lantas Polres Bogor
Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, memberikan penjelasan bahwa sistem one way di kawasan tersebut telah diperbaiki pada sore hari. “Sudah normal dua arah,” ujar Afif saat dikonfirmasi oleh iNews.id, Jumat (15/5/2026). Ia menambahkan bahwa pengaturan ini dilakukan secara bertahap dan berdasarkan evaluasi kondisi jalan selama sepanjang hari.
Penerapan Sistem One Way dan Dampaknya
Sebelumnya, polisi menerapkan arus satu arah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas selama libur nasional. Sistem ini berlaku sejak pukul 14.55 WIB hingga saat ini, dengan arah utama ke Jakarta. Tujuan utamanya adalah mempercepat aliran kendaraan yang ingin menuju Puncak, terutama pada jam sibuk pagi hari. Afif menyebutkan bahwa tercatat 27.124 unit kendaraan melewati GT Ciawi menuju Puncak, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa.
Implementasi one way memang berhasil mengurangi kepadatan di sejumlah titik, terutama di jalur utama yang sering menjadi sasaran macet. Namun, sesuai rencana, sistem ini dihentikan di sore hari agar pengguna jalan dapat lebih fleksibel dan menghindari pengalaman yang kurang nyaman. Dengan dibukanya dua arah, harapan polisi adalah aliran lalu lintas bisa lebih seimbang dan efisien.
Analisis Volume Kendaraan
Data yang diberikan oleh Kasat Lantas menunjukkan bahwa volume kendaraan yang melewati jalur tersebut meningkat secara signifikan selama libur. Dalam masa satu hari, jumlah kendaraan mencapai lebih dari 27 ribu unit, yang sebelumnya dianggap sebagai angka normal. Dengan adanya pembatasan satu arah, terdapat kekhawatiran bahwa kepadatan lalu lintas akan terus meningkat, tetapi polisi menyebutkan bahwa pengaturan ini telah memberikan efek yang baik dalam mengatur arus.
One way disetop ternyata memicu perubahan pola penggunaan jalan. Pengemudi yang biasanya memutar balik di titik-titik tertentu kini bisa melanjutkan perjalanan tanpa hambatan. Selain itu, sistem ini juga mempermudah penjagaan lalu lintas karena arus kendaraan lebih terarah. Afif menegaskan bahwa kebijakan ini akan dilanjutkan jika diperlukan pada masa libur berikutnya.
Kebijakan Lalu Lintas di Masa Depan
Menurut informasi yang diperoleh, polisi telah melakukan evaluasi terhadap kebijakan satu arah ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan volume kendaraan, kondisi jalan tetap terkendali dan tidak terjadi kecelakaan serius. One way disetop terbukti efektif dalam mengurangi tekanan pada titik-titik rawan kemacetan, tetapi juga menimbulkan kebingungan bagi pengemudi yang kurang terbiasa dengan perubahan tersebut.
Pengaturan dua arah diharapkan bisa memberikan solusi jangka panjang. Dengan adanya dua arah, pengemudi tidak perlu mengambil risiko mengubah arah di tengah kepadatan. Selain itu, kebijakan ini juga meningkatkan kenyamanan pengguna jalan dan mendorong aliran kendaraan yang lebih lancar. Afif menyatakan bahwa kebijakan ini akan diperbaiki sesuai kebutuhan, tetapi satu arah disetop adalah langkah yang tepat untuk memastikan kestabilan lalu lintas selama libur.